Pantas polisi masih biarkan YouTube Pendeta Saifuddin aktif, ternyata ada kepentingan…


Channel YouTube tersangka penistaan agama, Pendeta Saifudin, terpantau masih aktif mengunggah konten video. Belum lama ini, ia kembali melakukan siaran langsung di YouTube dengan judul ‘Orang Saleh Tetap Perlu Yesus Kristus. Dia itu seperti Kornelius’.

Pihak kepolisian pun mengaku masih membiarkan akun YouTube Pendeta Saifudin aktif karena ada kepentingan penyidikan.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan ada beberapa video yang belum bisa langsung dihapus.

“Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa langsung dihapus karena untuk kepentingan penyidikan,” ucap Gatot saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, dikutip Sabtu 2 April 2022.

Gatot juga menegaskan pihaknya masih melakukan pengusutan secara mendalam terkait isi dari semua konten milik Pendeta Saifudin. Setelah itu, barulah dilakukan pemblokiran saluran.

“Ini sedang berproses,” jelasnya singkat.

Gatot menambahkan bahwa pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait rencana pemblokiran akun YouTube Pendeta Saifudin.

“Jadi kita sudah berkoordinasi dengan Kominfo untuk dapat dilakukan pemblokiran terhadap akun tersebut,” tambahnya.

Gatot juga meyakinkan kepada masyarakat kepolisian akan terus berupaya dalam mengurus kasus ini, sebagaimana ketika mengatasi kasus serupa yang dialami Muhammad Kece dengan menyelidiki di mana lokasi video tersebut diunggah.

Sebelumnya, Pendeta Saifudin telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama setelah dirinya menuntut pemerintah untuk menghapus 300 ayat dalam Alquran.

Saifudin menganggap 300 ayat Alquran tersebut mengandung ajaran yang berpotensi menimbulkan perbuatan radikalisme.

Atas ujarannya itu, Saifudin diduga melanggar Pasal melanggar Pasal 45A Ayat 1 Jo Pasal 28 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Dari beberapa pasal tersebut, Saifudin diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA, pencemaran nama baik, penistaan agama, dan pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan kegaduhan di kalangan masyarakat.

Kemudian, Saifudin diduga menyiarkan suatu berita yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau yang tidak lengkap melalui media sosial YouTube.

Pasca penetapannya sebagai tersangka, Saifudin dilaporkan tidak sedang berada di Indonesia. Ia terlacak berada di Amerika Serikat. Polisi pun masih mencari cara demi bisa memulangkan si pendeta ke Indonesia untuk segera dilakukan proses hukum.***

Pendeta Gilbert marah pawang hujan diklaim kearifan lokal: Penjilat politik tutup rumah sakit pergi ke dukun

Pendeta Gilbert Lumoindong kembali bersuara lantang terkait masalah dukun dan pawang hujan. Menurutnya beberepa orang yang menyebut pawang hujan sebagai kearifan lokal adalah para penjilat politik dan menyarankan untuk tutup rumah sakit dan pergi ke dukun ketika sakit.

“Saya hormati penjilat-penjilat politik, yang berkata oh ini benar bagus kearifan lokal, jujur pada dirimu sendiri, pakai akal sehat,” kata Pendeta Gilbert seperti dikutip Hops.ID dari kanal Youtube Gilbert Lumoindong pada Sabtu, 2 April 2022.

Sebagai orang Indonesia malu menghentikan hujan dengan pawang

“Mohon maaf kita semua sebagai Indonesia malu yang menghentikan hujan bukan dengan cara teknologi,” ujarnya dalam video yang berjudul, YTH. PRESIDEN JOKOWI, MAAF, PERBUATAN KLENIK MENGUNDANG KUTUK BAGI SUATU NEGERI.

Pendeta Gilbert juga mengungkapkan jika bangsa Indonesia lebih percaya pawang hujan disbanding memakai teknologi untuk menghentikan hujan dan menyebutnya sebagai kearifan local maka dia menyarankan agar rumah sakit ditutup saja dan pegi ke dukun ketika sakit.

Minta rumah sakit ditutup dan pergi ke dukun saat sakit

“Tutup kalau begitu semua rumah sakit kan kalau kearifan lokal kita adalah pergi ke dukun,” ujar Pendeta Gilbert.

Dia menyebut seharusnya hal seperti itu harus ditinggalkan karena Indonesia adalah bangsa yang sudah maju. ”Kita mau tinggalkan yang seperti ini kita adalah bangsa yang sudah maju, para ustaz, kyai, pendeta kan mengingatkan kepada setiap orang berdoa atau pergi kepada ahlinya,” jelasnya.

Menurut Pendeta Gilbert selain pergi meminta pertolongan kepada ahli, juga sambal berdoa. ”Tapi bukan minta tolong dengan mantra-mantra, tenungan-tenungan, roh-roh kegelapan seperti ini,” tuturnya.

Menyebut Menteri BUMN Erick Thohir telah lakukan hal memalukan

“Karena kita percaya setan itu enggak pernah kerja gratis. Saya mengetuk hati Menteri BUMN yang terhormat seorang yang sangat berprestasi bapak Erick Thohir masa kapasitas seperti bapak masih percaya dengan dukun, paranormal dan klenik seperti ini sungguh sangat memalukan,” tandasnya.

Pendeta Gilbert kemudian meminta Pada Erick Thohir apabila dia terpaksa bicara tentang pawang hujan ini karena menurutnya adalah sebuah kebenaran.

Minta Jokowi hentikan semua kegiatan berbau dukun dan pawang hujan

“Maaf Pak saya sangat menghormati Bapak tapi sebagai hamba Tuhan saya harus bicara kebenaran ini sangat memalukan apalagi di depan internasional seperti ini bangsa kita dianggap bangsa primitif Pak,” ungkapnya.

Pendeta Gilbert juga meminta Presiden Jokowi untuk menghentikan hal-hal yang berbau perdukunan termasuk pawang hujan. “Yang terhormat Bapak Presiden, Bapak ada di sana Pak. Hentikan perbuatan-perbuatan seperti ini pak,”tegasnya.

Kritikan yang disampaikan Pendeta Gilbert terkait dengan penggunaan jasa pawang hujan bernama Rara di ajang MotoGp Mandalika 2022 di Lombok, NTB. Sempat dikabarkan jika Rara adalah orang kepercayaan Menteri BUMN Erick Thohir yang beberpa kali dipakai untuk menhentikan hujan di bebrapa even penting.