Pasti Langsung Kena Tilang, Perhatikan 7 Plat Nomor yang Jadi Incaran Polisi Saat R*zia ini!


Tertib berlalu lintas menjadi hal yang wajib dipatuhi setiap pengendara kendaraan bermotor.

Dalam kurun waktu tertentu, pihak kepolisian juga rutin mengadakan razia kendaraan bermotor.

Razia kendaraan bermotor ini digelar polisi demi menjaring pengendara yang tidak tertib mematuhi peraturan lalu lintas.

Selain kelengkapan surat-surat kendaraan dan penggunaan helm, penggunaan plat nomor kendaraan juga harus sesuai aturan.

Perlu diketahui, ada 7 jenis plat kendaraan yang akan menjadi sasaran razia polisi.

Kalau kendaraanmu menggunakan salah satu jenis plat ini, siap-siap saja kena tilang!

Maka dari itu dihimbau kepada semua pengguna kendaraan bermotor untuk mematuhi aturan berkendara.

Juga kelengkapan berkendara dijalan raya haruslah komplit seperti memakai helm standar SNI, kaca spion kiri-kanan dan lain sebagainya.

Selain itu juga mematuhi aturan lalu lintas yang sudah ditetapkan supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.

Namun berkali-kali operasi serupa masih saja ada sebagian orang yang melanggar ketentuan-ketentuan berlalu lintas yang benar.

Sebut saja soal Plat nomor kendaraan yang kerap dimodifikasi oleh pemilik motor.

Tujuannya tak lain agar menarik dan unik tampilan Plat motor mereka.

Tapi tahukah anda bahwa modifikasi Plat motor tersebut melanggar Undang-Undang Lalu Lintas.

Pada Undang-Undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 68 menyebutkan bahwa kendaraan bermotor wajib menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna dan cara pemasangan.

Jika melanggar UU diatas maka pengendara dapat dikenai Pasal 280 dengan denda paling banyak Rp 500.000 ribu atau kurungan dua bulan.

Nah, lantas apa saja plat kendaraan bermotor yang bakal diincar polisi saat razia?

Seperti dilansir dari Tribunnews menurut Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro jaya Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budiyanto ada tujuh model plat yang menyalahi aturan dan dipastikan ditilang jika kepergok pihak berwenang, ketujuh model itu adalah :

  1. TNKB yang hurufnya diatur, angka diubah supaya terbaca /angka diarahkan ke belakang sehingga terbaca nama.
  2. TNKB yang hurufnya diubah seperti huruf digital.
  3. TNKB ditempel stiker/logo/lambang kesatuan/instansi yang terbuat dari plastik/logam/kuningan pada kendaraan pribadi, seolah-olah pejabat.
  4. TNKB yang menggunakan huruf miring dan huruf timbul.
  5. TNKB yang dibuat di luar ukuran (terlalu besar/terlalu kecil).
  6. TNKB diubah warna/doff dan ditutup mika sehingga warna berubah.
  7. TNKB yang huruf angkanya sebagian ditebalkan dan sebagian dihapus dengan cat piloks sehingga nomor asli tersamar warna catnya, sulit untuk dibaca.

Selain itu penggunaan Plat nomor ala motor di Thailand (juga negara lain) yang tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang juga bisa ditilang.

======

Kalau Masih Sayang Nyawa Jangan Pernah Mandi Setelah Begadang, Akibatnya Bikin Menyesal Seumur Hidup!

Mandi memang menjadi rutinitas yang wajib dilakukan untuk menjaga kebersihan tubuh.

Tapi perlu diketahui bila ada waktu atau kondisi tertentu yang justru membuat seseorang dilarang keras untuk mandi.

Salah satunya mandi setelah begadang semalaman.

Kedengarannya mungkin sepele, tapi mandi setelah begadang semalaman bisa memicu kematian mendadak, loh!

Oleh karena itu, kalau masih sayang nyawa, sebaiknya hindari mandi pada kondisi berbahaya ini.

Buat kita yang habis begadang, jangan pernah langsung mandi dengan air dingin ya.

Karena hal ini bisa menyebabkan perubahan yang mempengaruhi kinerja jantung dan sirkulasi darah kita.

Mandi setelah begadang akan menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah dan arteri.

Parahnya, hal ini bisa memicu stroke bahkan serangan jantung!

Tentunya hal ini sangat berbahaya dan bisa memicu kematian.

Saat demam

Sebenarnya enggak masalah kalau kita pengin mandi saat sedang demam.

Namun disarankan untuk menggunakan air hangat, bukan air dingin.

Hal ini supaya suhu air bisa menyamakan suhu tubuh.

Setelah olahraga

Setelah kita selesai berolahraga, jantung kita biasanya berdetak lebih cepat.

Kalau kita langsung mandi setelah olahraga, pembuluh darah bakal jadi melebar dan bikin tubuh jadi lebih rentan terhadap penyakit.

Parahnya bisa sebabkan serangan jantung!

======

Ketahui Indikasi Melahirkan Secara Caesar dan Pahami Dampaknya

Wanita yang melahirkan secara caesar acap kali dianggap gagal menjadi seorang ibu sejati lantaran tidak merasakan sakitnya proses melahirkan secara normal. Padahal, operasi Caesar juga tidak lepas dari perjuangan dan rasa sakit. Lagipula, apa pun itu, metode melahirkan tentunya dipilih karena cara itulah yang terbaik untuk ibu hamil dan Si Kecil.

Operasi caesar adalah metode melahirkan dengan mengeluarkan bayi melalui operasi pada perut dan rahim. Operasi ini bisa terjadi pada ibu hamil mana pun, bahkan pada ibu yang tadinya sudah direncanakan untuk melahirkan secara normal.

Stigma Masyarakat dan Alasan Medis tentang Operasi Caesar

“Makanya banyak olahraga, biar bisa melahirkan normal, nggak caesar!”

“Curang, ya, kamu caesar. Dulu saat aku kontraksi mau melahirkan, rasanya tuh setengah mati!”

“Enak dong, Miss V kamu tetap utuh kalau caesar.”

Percaya atau tidak, cibiran menyakitkan seperti di atas masih banyak didengar oleh para ibu yang melahirkan secara caesar. Bahkan mungkin Anda sendiri juga tidak asing dengan kalimat seperti ini.

Hal ini membuat timbulnya pertanyaan di masyarakat, khususnya para ibu yang sedang hamil dan sedang merencanakan persalinan. “Apakah melahirkan caesar memang seburuk itu?”, “Apakah semua ibu wajib melahirkan secara normal?“, atau “Bagaimana saya tahu kalau saya butuh caesar atau tidak?”.

Melahirkan secara normal tentunya adalah kondisi yang ideal. Namun saat dokter memutuskan seseorang harus melahirkan secara caesar, tentunya ada alasan logis yang mendasarinya. Berikut ini adalah beberapa faktor yang membuat seorang wanita harus melahirkan secara caesar:

  • Bukaan tidak bertambah, sehingga persalinan tidak kunjung terjadi
  • Bukaan sudah lengkap tapi bayi tidak kunjung turun
  • Tidak ada kontraksi sama sekali, padahal kondisi bayi sudah kritis karena tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga harus dilahirkan secepatnya
  • Perdarahan yang luar biasa banyak
  • Bayi dalam posisi sungsang atau tidak berada di posisi siap lahir
  • Ukuran bayi terlalu besar atau bayi kembar
  • Panggul yang sempit
  • Bayi terlilit tali pusar
  • Menderita infeksi tertentu, seperti herpes genital atau HIV
  • Adanya risiko (preeklamsia) akibat tekanan darah tinggi
  • Miom atau kista yang menutupi jalan lahir
  • Risiko rahim robek jika melahirkan secara normal
  • Hamil saat usia terlalu muda (< 19 tahun) atau terlalu tua (> 35 tahun)

Risiko di Balik Operasi Caesar

Melahirkan secara normal ataupun caesar sama-sama memiliki risiko. Namun tentunya, apa pun metode yang dipilih memiliki keuntungan yang lebih besar untuk ibu dan anaknya. Dokter pun akan mengantisipasi semua risiko sejak awal dan mencegahnya terjadi.

Adapun risiko yang bisa terjadi saat operasi caesar, antara lain:

  • Kehilangan banyak darah
  • Infeksi rahim (endometritis)
  • Rahim robek
  • Efek samping pembiusan
  • Infeksi luka bekas operasi
  • Penyumbatan pembuluh darah di paru-paru yang bisa menyebabkan kematian

Efek samping operasi caesar tidak hanya bisa dialami ibu. Bayi yang dilahirkan melalui prosedur ini juga berisiko mengalami gangguan pernapasan, terutama yang lahir sebelum usia 39 minggu, serta luka gores yang tidak disengaja selama operasi berlangsung. Selain itu, bayi yang lahir dengan operasi caesar pun berisiko lebih tinggi mengalami alergi dibandingkan bayi yang lahir secara normal.

Tidak ada satu orang pun yang berhak menilai seorang ibu sempurna atau tidak berdasarkan cara ia melahirkan. Baik persalinan normal atau caesar, keduanya sama-sama mempertaruhkan nyawa.

Malahan, melahirkan secara caesar cenderung membutuhkan keberanian yang tinggi lantaran pasien harus menghadapi operasi sendirian, tanpa ditemani oleh sang suami.

Dengan mengetahui informasi di atas, kini Anda tidak perlu sedih dan merasa bersalah telah melahirkan secara caesar. Yakinlah bahwa Anda tetap merupakan pahlawan bagi buah hati Anda.

Selain itu, Anda masih punya kesempatan untuk melahirkan secara normal setelah caesar, kok. Anda mungkin pernah mendengar kabar bahwa seorang ibu yang sudah pernah menjalani caesar harus tetap menjalani caesar di persalinan selanjutnya. Namun, hal ini tidak benar, ya.

Operasi caesar juga tidak ditentukan oleh berapa kali Anda pernah melahirkan normal sebelumnya. Jadi, bila anak pertama dan kedua dilahirkan secara normal, anak ketiga pun bisa juga dilahirkan secara normal, dengan catatan ibu tidak memiliki alasan caesar seperti yang telah dipaparkan di atas.

Untuk mengetahui apakah Anda bisa melahirkan secara normal, Anda sebenarnya bisa mencari tahu sendiri terlebih dahulu melalui tool tes potensi caesar. Tool ini akan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar kondisi fisik dan kehamilan Anda.

Setelah itu, jawaban Anda akan diolah untuk mendapatkan seberapa besar kemungkinan Anda perlu melahirkan secara caesar. Tool ini sudah terverifikasi dan hasilnya pun sangat personalized, sesuai dengan kondisi Anda.

Saat waktunya kontrol, Anda bisa membawa hasil dari tes potensi caesar ini ke dokter kandungan Anda. Dokter bisa menggunakan hasil tes ini sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan mengenai metode persalinan yang terbaik untuk Anda nanti.

Tags: #dampak melahirkan secara caesar #jangan pernah mandi setelah begadang #plat nomor yang jadi incaran polisi