Pawang hujan MotoGP Mandalika dihujat bangsa sendiri, malah dipuji dunia internasional: It worked


Pawang hujan MotoGP Mandalika, Rara Istiani Wulandari mendadak jadi sorotan publik Indonesia bahkan dunia internasional.

Rara sontak dipuji orang juga secara bersamaan dihujat lantaran aksi berkeliling mengusir hujan di Sirkuit Mandalika.

Bahkan mirisnya, pawang hujan Mandalika itu sampai dianggap memalukan oleh anak bangsa sendiri.

Memang tak bisa dipungkiri, ritual Rara benar-benar mengundang hangatnya perbincangan bahkan dengan cepat trending topic di twitter dengan tagar “memalukan”, menyusul juga tagar “IT WORKED”

“Diharapkan bisa mengharumkan NAMA INDONESIA Eh justru endingnya MEMALUKAN jadi bahan ledekan,” cuit salah seorang warganet.

“Tadinya pengen dukung perhelatan Motogp, berhubung ada konten klenik kayak gini jadi malu sendiri,” tulis warganet lain.

“Mempertontonkan kebodohan ke dunia internasional, kelakuan dukun yang bener-bener memalukan,” tulis warganet dengan nada menohok.

Bahkan warganet lain mengaitkan ritual Rara masuk kategori melanggar ajaran Islam.

“Sedang menunjukkan atraksi kebodohan kepada dunia. Memalukan! Syirik!,” tulis akun twitter lain.

Meski hujatan bertubi-tubi dengan nada monohok, diantaranya juga memujinya, salah satunya pujian dari media asing.

Hal itu bisa dilihat melalui cuitan akun resmi MotoGP dengan sebutan “The Master”.

Sementara media asing lain, datang dari akun twitter resmi media Inggris BT Sport. Justru media ini memuji aksi Rara berkeliling di Sirkuit Mandalika menghalau hujan.

“Kami sangat membutuhkannya. Terima kasih #IndonesianGP,” cuit akun @btsportmotogp, dikutip Hops.ID pada Ahad, 20 Maret 2022.

Adapun warganet lain, ikut memuji kerja keras ritual Rara atas jasanya membantu mensukseskan MotoGP Mandalika di Indonesia.

“Ni si Bu Pawang “The Master” yang katanya bikin malu dan memalukan, eh ternyata “It Worked” dong. Bakal Naik Gajihhh neh si Ibu,” cuit warganet.

“Makasih Mbak Rara udah jd pawang hari ini, IT WORKED,” cuit warganet memuji aksi Rara.

” Itu tradisi, bkan hal yg memalukan. Krna tiap negara pnya cara masing² dngan cara sprti itu, setidaknya mrka brsha untk menyatakan Indonesia siap menggelar, bkan menjudge krja mrka dan mrsa malu, malulah ke diri kalian yg tdak bisa berbuat ap² dlam hal begini,” cuitnya haru pada kerja keras Rara.***

Petir berapi sambar sirkuit Mandalika, netizen: Ilmu pawang ujannya kurang dalem

Selain hujan lebat, sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat juga disambar petir hebat hingga mengeluarkan api pada Minggu, 20 Maret 2022.

Kejadian petir menyambar sirkuit MotoGP Mandalika beredar lewat tayangan video yang diunggah di Twitter pada Minggu siang, 20 Maret 2022.

Dari tayangan tersebut, tampak sebuah petir menggelegar yang langsung turun ke arena balap. Sambaran petir tersebut menyisakan kobaran api yang segera padam lantaran teredam air hujan.

Video kondisi sirkuit Mandalika yang sangat mengkhawatirkan tersebut sontak viral dan mengundang perhatian dari berbagai kalangan. Banyak netizen yang mencemaskan keadaan para pebalap MotoGP di sana.

Sebagian netizen yang lain menyinggung pawang hujan yang khusus didatangkan ke arena perlombaan untuk menghalau hujan dan modifikasi cuaca agar ajang balapan tersebut berjalan lancar tanpa kendala.

Akan tetapi, keadaan justru berbalik tak sesuai yang diharapkan. Ajang balapan bergengsi dunia MotoGP 2022 yang berlangsung sejak tanggal 18-20 Maret 2022 ini justru harus ditutup dengan cuaca yang tak bersahabat.

Pasalnya, pada hari pertandingan, justru turun hujan lebat yang disertai petir menggelegar.

Tak sedikit netizen yang turut berkelakar soal kejadian tersebut. Salah satunya adalah menyamakan petir yang menyambar sirkuit Pertamina Mandalika dengan sirkuit yang ada dalam game Mario Kart.

‘Is that Mandalika Circuit or Mario Kart Circuit? (Itu sirkuit Mandalika atau Mario Kart, ya?)’ canda seorang pemilik akun Twitter @Jona_001Design sambil mengunggah cuplikan pada game Mario Kart yang dihujani petir.

Netizen lain juga turut mengomentari kejadian tersebut sambil menyayangkan momentum yang tidak tepat. Jika sambaran petir terjadi di sirkuit Formula E, mobil yang tengah berpacu bisa mengisi daya ulang tanpa perlu berhenti terlebih dulu berkat sambaran petir tersebut.
‘Shame it’s not a Formula E race, this would be the perfect opportunity to recharge the cars on the track. (Sayang ini bukan balapan Formula E, (kejadian ) ini akan menjadi kesempatan sempurna untuk mengisi ulang tenaga mobil di sirkuit.)’ tulis pemilik akun Twitter @aleatoriosF1.

Netizen pun menyebutkan bahwa ilmu yang dimiliki pawang hujan bernama Rara Istiani Wulandari tersebut kurang memadai.

‘Pawang ujannya gembel ilmunya kurang dalem.’ komentar pemilik akun Twitter @daffa301.***

Viral! Ternyata pawang hujan MotoGP Mandalika kembaran Puan Maharani?

Rara Istiani Wulandari, pawang hujan MotoGP Sirkuit Mandalika mendadak hebohkan dunia.

Hujatan dan pujian silih berganti hingga aksi ritual mengusir hujan menjadi sebab namanya trending topik di media sosial.

Uniknya, warganet tak hanya menyoroti ritualnya saja yang mengundang pro kontra.

Kali ini bukan lagi ribut ramaikan tagar memalukan maupun It Worked buat Rara. Melainkan perbincangan hangat kemiripan muka dengan salah seorang yang diduga kembarannya

Unggahan akun twitter @cyberjenaka membagikan poto bergambar Rara dan petinggi partai PDIP.

Menanggapi itu, nampak warganet tak susah mengidentifikasi sosok pemilik wajah mirip Rara.

Tidak lain adalah Puan Maharani, Ketua DPR RI, putri Megawati Soekarno Putri.

” Mungkin kah ini Multiverse. Yg kemarin di Mandalika adalah Varian Bu Puan dari Universe lainnya,” cuit seorang warganet guyon, dikutip Hops.ID pada Senin, 21 Maret 2022

” td kucell juga mau blg koq kek buk puan(emoticon tertawa),” cuit salah seorang warganet.

Soal wajah, warganet memang tak menampik sama sekali dan justru mengakui adanya kemiripan antara keduanya.

Namun bukannya terperangah sebab memiliki kemiripan, warganet malah berkomentar satir maupun nyinyir.

Tidak sedikit warganet menyebut Rara dengan sebutan “pengendali hujan” sedangkan uniknya, Puan Maharani mendapat sebutan “pengendali mic.”

“yg satu pengendali hujan, yg satu pengendali mic,” kata warganet.

Sedangkan komentar menyebut dengan nada kocak, dianggapnya satu orang yang punya job ganda.

“Ternyata pawang hujan mandalika nyambi jadi ketua DPR,” ucap akun lain.

” Lah kok mirip ,apakah ini dinamakan putri yang tertukar,” kata warganet lain.***

Aksi Rara viral diakui dunia internasional, Ustaz Khalid Basalamah: Pawang hujan itu dukun penyihir hukumnya..

Aksi Rara, pawang hujan di ajang MotoGp Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat 2022 viral. Bahkan karena dinilai berhasil mengendalikan hujan dia ‘diakui’ dunia internasional.

“The master #IndonesianGP,” tulis akun Twitter official atau resmi Moto Gp @MotoGP seperti dikutip Hops.ID pada Senin 21 Maret 2022.

“IT WORKED! (ini berhasil),” tulis @MotoGP kembali.

MotoGP ucapkan terima kasih pada Rara si pawang hujan

Bahkan setelah race atau balapan berlangsung akun Twitter resmi MotoGP mengucapkan terima kasih secara khusus pada Rara yang dikabarkan berasal dari Bali itu.

“THANK YOU for stopping the rain (terima kasih telah menghentikan hujan),” tulis @MotoGP dengan latar foto wanita pemilik nama lengkap Rara Isti Wulandari itu sedang melakukan tugasnya berusaha melakukan ritual ditengah hujan lebat.

Aksi Rara dapat sorotan dunia internasional

Aksi dan kehadiran rara memang sangat menarik perhatian baik penonton mupun pembalap dan official tim peserta balapan MotoGP. Tak jarang mereka sampai memperhatikan dengan seksama aksi Rara.

Video dari aksinya sampai viral di media sosial di dalam dan di luar negeri. Hampir semua aksinya saat membawa mangkok berwarna emas dan dupa serta barang seperti tongkat, tersorot kamera.

Bahkan, sampai aksinya meminta es batu pada panitian penyelenggara MotoGP hingga memasang beberapa peralatannya tak uput dari sorotan media.

Langganan even besar bertarif ratusan juta

Rara ternyata memang sudah menjadi langganan untuk mengendalikan hujan di even besar. Sebelumnya, panitia Asian Games juga memakai jasanya. Untuk memakai jasanya pihak penyelenggara acara perlu merogoh kocek ratusan juta.

Sementara itu penceramah Ustaz Khalid Basalamah menyamakan profesi pawang hujan dengan dukun atau penyihir.

Ustaz Khalid Basalamah samakan pawang hujan dengan dukun dan penyihir

“Pawang hujan itu dukun atau penyihir,” kata Ustaz Khalid Basalamah seperti yang dikutip dari akun Twitter @eshatehsyah.

Ustaz yang sempat membuat heboh dengan pernyataan terkait wayang itu juga mengatakan jika pawang hujan melakukan ritual dengan berbagai cara yang terkait dengan jin.

”Taro telur di belakang rumah, taro keris supaya tidak hujan itu jin yang jaga,” terang Ustaz Khalid Basalamah.

Melarang untuk mempercayainya dan mengharamkannya

Ustaz Khalid Basalamah kemudian menyatakan jika sebagai Muslim tak boleh mempercayai pawang hujan. Secara tegas dia mengharamkan hal itu.

“Pawang hujan itu dukun enggak boleh dipercaya haram dalam Islam,” tegasnya.

Meskipun pawang tersebut pakai bacaan Al Quran tetap hukumnya haram. ”Walau pun mereka pakai bacaan-bacaan Al-Quran jangan percaya,” tandasnya.

“Ada acara terus hujan, ya biarin kan rahmat dari Allah. Kalau hujan terus tunda di hari lain,” pungkasnya.