PBNU Sentil Gus Samsudin: Kerjanya Cuman Ngonten, Jangan Dipercaya!

201 views


“Itu (Samsudin) jelas (demi) konten lah. Orang enggak bisa ngaji pakai sorban, pakai jubah, itu kan jelas kontennya. Kita harus hati-hati,” tegasnya.

Rahasia di balik pengobatan alternatif Gus Samsudin yang dibongkar oleh Pesulap Merah membuat Pengurus Besar Nahldatul Ulama (PBNU) memberikan tanggapan.

Ketua PBNU Bidang Keagamaan, KH Ahmad Fahrur Rozi, menyayangkan perbuatan Samsudin yang menggunakan trik sulap dalam praktik pengobatannya.

Dia mengimbau masyarakat tidak mudah tertipu dengan penampilan seperti Samsudin yang kerap mengenakan jubah dan serban, layaknya seorang kiai. Ia pun mengajak masyarakat bisa membedakan mana kiai dan dukun.

” Kita percaya memang doa-doa itu sangat bermanfaat. Tapi kalau yang sifatnya konten-konten, pamer-pamer, itu jelas sulapan. Karena tidak mungkin kiai seperti itu. Kiai itu justru sembunyi. Kiai enggak mau mempertontonkan yang seperti itu, takut riya,” ungkap Fahrur Rozi, dikutip dari NU Online, Rabu 3 Agustus 2022.

Gus Samsudin Bukan Kiai
Banyak yang menganggap Samsudin seperti kiai ahli hikmah yang memiliki keilmuan menyembuhkan berbagai penyakit. Namun, Fahrur memastikan bahwa yang dilakukan Samsudin itu sangat berbeda dengan sikap kiai ahli hikmah.

” Itu (Samsudin) jelas (demi) konten lah. Orang enggak bisa ngaji pakai sorban, pakai jubah, itu kan jelas kontennya. Kita harus hati-hati,” tegasnya.

” Kalau dia kiai, ngajar di pesantren, sholat lima waktu, hajinya bagus, itu doanya manjur percaya kita, karena ibadahnya tertib. Tapi kalau orang itu enggak sholat, enggak ibadah, terus kerjanya cuma ngonten, jangan dipercaya,” imbuhnya.

Berobat Secara Medis
Fahrur berpesan agar masyarakat tidak mudah melabeli suatu penyakit dengan sebutan non-medis. Sebab semua penyakit itu urusan medis. Hanya saja, terkadang oleh para dukun, disebut sebagai penyakit non-medis.

” Guru saya, Gus Maksum Lirboyo itu sangat menolak kalau dikit-dikit dibilang kena sihir. Itu Gus Maksum enggak percaya. Ada orang perutnya kembung dibilang kena santet, padahal orang liver juga perutnya juga kembung,” katanya.

Fahrur kembali menegaskan bahwa pengobatan alternatif boleh saja ditempuh, tetapi jangan sampai dijadikan sebagai opsi pertama. Sebab semua penyakit harus terlebih dulu dikonsultasikan secara medis ke dokter.

Fakta-Fakta Padepokan Gus Samsudin Ditutup Warga Usai Ditantang Pesulap Merah

Padepokan pengobatan spiritual Nur Dzat Sejati yang dipimpin Gus Samsudin di Desa Rejowinangun, Kademangan, Blitar, Jawa Timur, ditutup sementara atas permintaan warga.

Alasan dari permintaan warga yang menuntut untuk ditutup karena Gus Samsudin dinilai melakukan penipuan melalui metode pengobatan spiritualnya.

Sempat terjadi penggerudukan oleh warga dan dilakukan mediasi oleh pihak Polsek Ledoyo. Serta mendapat kesepakatan untuk ditutup sementara pada Minggu 29 Juli 2022.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini fakta-fakta ditutupnya padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin.

Perseteruan dengan Pesulap Merah
Nama Pesulap Merah alias Marcel Radhival tersangkut dalam kasus ditutupnya padepokan Gus Samsudin. Pasalnya pesulap yang identik dengan gaya rambut wig warna merah itu membongkar trik pengobatan Gus Samsudin yang diduga dukun berkedok agama.

Pesulap Merah juga sempat berseteru dengan Gus Samsudin baik di media sosial maupun saat bertemu beberapa hari lalu saat di depan pedepokan. Karena pernyataan yang diungkap si Pesulap Merah dan akibat perseteruannya dengan Gus Samsudin, juga memicu warga untuk menutup padepokan.

Warga Tidak Percaya
Sebelum ditutup, ratusan warga sempat mendatangi padepokan Gus Samsudin pada Minggu, 31 Juli 2022. Mereka mendesak agar padepokan segera ditutup.

Banyak warga yang tidak percaya jika Gus Samsudin memiliki kesaktian. Salah satunya, Gus Samsudin yang pernah mengklaim bisa menyembuhkan penyakit akibat gangguan gaib pada videonya.

Salah satu warga juga mengungkap ditutupnya Padepokan Gus Samsudin bukan hanya karena perseteruan dengan Pesulap Merah melainkan murni terdapat korban penipuan. Selain itu, warga merasa dirugikan dengan adanya padepokan.

Gus Samsudin Menolak Padepokan Ditutup
Gus Samsudin menolak jika padepokannya ditutup secara permanen, pasalnya ia menegaskan bahwa praktik pengobatannya tidak melanggar aturan dan hukum.

Dia juga mengklaim sudah mempunyai surat izin praktik dan tempat pengobatan spiritual.

Sempat dilakukan mediasi alot antara warga dengan Gus Samsudin selama 1 jam yang dilakukan oleh Polsek Ledoyo. Hingga menghasilkan kesepakatan untuk ditutup sementara.

Gus Samsudin, Tukang Rongsok Mendadak Sakti di YouTube dan Bangun Padepokan Mewah

Aksi-aksinya di YouTube mambuat banyak orang terperangah. Dia sering melakukan live pamer ‘kesaktian’.

Gus Samsudin Jadab, namanya sedang hangat diperbincangkan publik usai Padepokan Nur Dzat Sejati miliknya ditutup sementara atas desakan warga.

Padepokan yang berlokasi di Rejowinangun, Kademangan, Blitar, Jawa Timur, itu ditutup karena Gus Samsudin dinilai melakukan penipuan melalui metode pengobatan spiritualnya.

Hingga akhirnya terjadi penggerudukan oleh warga dan mendapat kesepakatan untuk ditutup sementara pada Minggu 29 Juli 2022, setelah mediasi yang dilakukan oleh Polsek Ledoyo.

Namun, siapakah Gus Samsudin? Banyak orang yang belum tahu ternyata dulunya dia adalah tukang rongsok, yang kemudian viral atas aksi-aksinya di YouTube hingga membangun padepokan mewah.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini profil Gus Samsudin Jadab.

Siapa Gus Samsudin?
Gus Samsudin adalah pria kelahiran 1989 dari Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, yang telah dikaruniai satu anak dari pernikahannya dengan Yuni Lida.

Gus Samsudin dikenal sebagai guru agama sekaligus praktisi ilmu spiritual atau kebatinan. Dia pernah menimba ilmu agama di Pondok Condro Mowo di Giri Mulyo, Jogo Rogo, Kota Ngawi.

Pria ini banyak mendapatkan ilmu kala menempuh pendidikan di pondok pesantren, salah satunya ilmu ikhlas merawat sesama, yaitu merawat orang yang berkebutuhan khusus atau gangguan jiwa.

Gus Samsudin Pernah Menjadi Tukang Rongsok
Sebelum setenar sekarang, Gus Samsudin pernah mencari nafkah dengan menjadi tukang rongsok.

Di masa inilah sang Gus mendapat permintaan dari banyak orang untuk didoakan. Dia sendiri mengaku, awalnya tidak ada niatan untuk membuat channel YouTube.

“ Karena memang kita sama sekali enggak niat gitu loh bikin YouTube. Karena ceritanya tuh begini, dulu saya kan kerja pernah jadi pemulung rongsok itu ada orang-orang yang minta untuk didoakan gitu, nah setelah itu ada yang tahu (Gus Samsudin mengatakan beberapa channel) yang sering ngrekam kaya gitu,” kata Gus Samsudin dikutip dari TikTok @hansraif73.

Mendirikan Padepokan dan Membuat Channel YouTube
Lambat laun, pria ini mempunyai banyak pengikut dan mendirikan Padepokan Nur Dzat Sejati. Di mana ia melayani pengobatan alternatif untuk menyembuhkan orang-orang yang sakit.

Kemudian dia membuat channel YouTube yang ia kelola yakni Padepokan Nur Dzat Sejati. Ia kerap mengunggah video tentang ilmu supranatural yang ia kuasai. Salah satu yang disebut sebagai ilmu pamungkasnya adalah ilmu Kulhugeni.

Ilmu Kulhugeni adalah kemampuan spiritual Gus Samsudin yang dinilai berada di luar nalar manusia. Salah satunya menyembuhkan orang sakit, hingga mengusir hantu.

Adapula konten pertemuan dengan makhluk halus hingga menantang dengan ilmu yang dimilikinya. Kontennya bahkan sampai ditonton jutaan orang. Hingga saat ini channel Padepokan Nur Dzat Sejati mempunyai 1,6 juta subscriber.

Ditantang Pesulap Merah
Gus Samsudin kerap muncul dengan sorban beserta jenggot panjang yang menjadi penampilannya ikoniknya. Hingga eksistensinya memuncak karena terlibat keseteruan dengan Pesulap Merah. Keduanya berseteru baik di media sosial maupun pertemuan langsung.

Pria bernama asli Marchel Radhival ini mengatakan dirinya tahu segala rahasia tentang santet. Dia kerap membongkarnya dalam video di kanal YouTube Marcel Radhival, salah satunya trik Gus Samsudin yang diklaim sebagai dukun berkedok agama.

Karena pernyataan Marchel inilah yang membuat banyak warga mendesak penutupan padepokan milik Gus Samsudin yang dapat merugikan banyak masyarakat.