Posisi Duduk Seperti ini Memang Enak, Tapi Dimurkai Allah, Ternyata Banyak yang Melakukan


Posisinya memang enak, tak heran banyak yang duduk seperti ini

Apalagi saat capek-capeknya..

Bukan hanya dibenci dan dilarang Allah juga murka bila kita masih duduk dengan seperti ini.

Hal yang satu ini mungkin kurang diperhatikan bagi kebanyakan orang. Kebanyakan masih belum tau bahwa duduk seperti ini dilarang karena dibenci Allah. Dan jelas-jelas membuat Allah murka, seperti apakah posisi duduk tersebut?

Jika Anda sudah mengetahuinya, sudah seharusnya Anda tidak mempraktikan kebiasaan duduk yang tidak disukai Allah SWT ini dalam kehidupan sehari-hari.

Hal yang dianggap sepele namun dibenci oleh Allah SWT tersebut adalah soal posisi duduk.

Ada posisi duduk yang tidak disukai bahkan dimurkai oleh Allah SWT. Lalu, seperti apa posisi duduk tersebut?

Hadist Riwayat Abu Daud dari Syirrid bin Suwaid radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Rasulullah pernah melintas di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar pada tangan kiriku yang aku letakkan di belakang. Lalu baginda Nabi bersabda, “Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai?” (HR. Abu Daud).

Kata Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz, duduk seperti ini terlarang di dalam dan di luar shalat. Bentuknya adalah duduk dengan bersandar pada tangan kiri yang dekat dengan bokong. Demikian cara duduknya dan tekstual hadits dapat dipahami bahwa duduk seperti itu adalah duduk yang terlarang. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 25: 161)

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin menjelaskan dalam Syarh Riyadhus Sholihin, “Duduk dengan bersandar pada tangan kiri disifatkan dengan duduk orang yang dimurkai Allah.

Adapun meletakkan kedua tangan di belakang badan lalu bersandar pada keduanya, maka tidaklah masalah. Juga ketika tangan kanan yang jadi sandaran, maka tidak mengapa.

Yang dikatakan duduk dimurkai sebagaimana disifati nabi adalah duduk dengan menjadikan tangan kiri di belakang badan dan tangan kiri tadi diletakkan di lantai dan jadi sandaran. Inilah duduk yang dimurkai sebagaimana yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sifatkan.”

Sebagian ulama mengatakan makhruh hukumnya duduk seperti ini. Sementara Syaikh ‘Abdul al-‘Abbad mengatakan bahwa haram hukumnya duduk dengan bersandar pada tangan kiri yang diletakkan dibelakang.

“Makruh dapat dimaknakan juga haram. Dan kadang makruh juga berarti makruh tanzih (tidak sampai haram). Akan tetapi dalam hadits disifati duduk semacam ini adalah duduk orang yang dimurkai, maka ini sudah jelas menunjukkan haramnya.” (Syarh Sunan Abi Daud, 28: 49)

Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin berkata bahwa duduk yang dimurkai Allah sebagaimana yang dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan menjadikan tangan kiri sebagai tumpuhan tubuh.

Tidak mengapa jika meletakkan kedua tangan sebagai tumpuan, atau tangan kanan sebagai tumpuan.

Jika ada yang bertanya, logikanya mana, kok sampai duduk seperti ini dilarang?

Maka jawabnya, sudah dijelaskan bahwa duduk semacam ini adalah duduk orang yang dimurkai Allah (maghdhub ‘alaihim).

Jika sudah disebutkan demikian, maka sikap kita adalah sami’na wa atho’na, kami dengar dan taat. Tidak perlu cari hikmahnya dulu atau berkata ‘why?‘ ‘why?‘, baru diamalkan. Seorang muslim pun tidak boleh sampai berkata, ah seperti itu saja kok masalah. Ingatlah, Allah Ta’ala berfirman,

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nur: 63).

Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan atas dasar hawa nafsunya yang ia utarakan. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى (4)

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)” (QS. An Najm: 3-4)

Ibnu Katsir berkata, “Khawatirlah dan takutlah bagi siapa saja yang menyelisihi syari’at Rasul secara lahir dan batin karena niscaya ia akan tertimpa fitnah berupa kekufuran, kemunafikan atau perbuatan bid’ah.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 281)

Masihkan kita butuh bukti lain? Jika ini perintah Allah dan Rasulnya, maka kita tidak butuh bukti lain.

Ini adalah perintah dan jika tidak ditaati merupakan tanda kesombongan seorang muslim. Begitulah ajaran Islam, setiap sendi kehidupan bernafas dengan aturan yang sudah ditetapkan.

Peraturan yang dibuat, bukan bermaksud memberatkan, namun justru berdampak positif baik dari segi sosial dan kesehatan.

======

Hanya Dengan Resep Herbal ini Bisa Cuci Darah Dengan Murah, Luar Biasa Pokoknya

Bagi anda yang memiliki masalah ginjal yang mengharuskan anda ke rumah sakit setiap minggu untuk cuci darah perlu membaca artikel berikut ini, bagaimana melakukan cuci ginjal alamiah dengan biaya yang super murah.

Ginjal adalah organ tubuh yang sangat penting, tugasnya menyaring darah dengan cara membuang berbagai zat yang tidak dibutuhkan lagi seperti racun, garam dan zat-zat lain yang tidak diinginkan tubuh.

Tentu saja seiring berjalannya waktu, akan terjadi penumpukan garam di ginjal sehingga dapat menimbulkan gangguan. Pada penderita sakit ginjal maka fungsi ginjla tidak lagi berjalan dengan normal, maka dari itu perlu tindakan tambahan yaitu dengan cuci darah.

Metode ini selain sangat mahal juga rasanya tentu tidak nyaman. Nah bagi anda yang saat ini wajib cuci darah sekali seminggu bisa menggunakan resep tradisional cuci darah alami di bawah ini.

Caranya cukup mudah :

Beli seikat daun Seledri, cucilah sampai bersih, lalu potong kecil-kecil dan masukkan ke dalam panci. Tuangkan air bersih kira-kira 1 liter, didihkan selama 10 menit dan biarkan hingga dingin.

Minum satu gelas setiap hari dan anda akan melihat semua endapan garam dan racun lain yang keluar dari ginjal anda ketika buang air kecil.

Anda juga akan melihat perbedaan yang tidak pernah anda rasakan sebelumnya, Seledri dikenal sebagai obat alami terbaik untuk mencuci ginjal, jadi tidak ada efek sampingnya.

Sayangi Ginjal anda

Kalau terjadi gangguan pada ginjal, jangan buru buru cuci darah, Ini ada tips untuk mengatasinya :

  • Biji alpokat diiris kecil-kecil lalu jemur sampai kering (seperti kerupuk), Lalu di giling sampai halus,
  • Ambil serbuknya lalu buat seperti kita buat kopi atau teh. Minum seperti kita minum kopi, 3 x sehari,
  • Minumlah sampai ginjal terasa kembali normal.

Pantangan :

  1. Setelah makan semangka jangan langsung minum susu.
  2. Setelah makan manggis jangan langsung minum gula.
  3. Setelah makan durian jangan langsung minum bir dan coca cola bisa stroke.
  4. Setelah makan buah pear jangan langsung minum madu karena bisa keracunan.
  5. Setelah makan udang jangan langsung minum vit C, krn vit C + udang = keracunan arsen (terjadi reaksi arsen dalam udang dan vit C).
  6. Jangan minum jeruk atau jus jeruk saat makan sea food, bisa jadi calcium sitrat, tidak bagus untuk ginjal anda.

Kirim ke semua orang yang kita sayangi, semoga kita semua bisa selalu hidup sehat.

Tags: #posisi duduk dimurkai Allah SWT #resep herbal untuk cuci darah