Potret Haru Pria yang Ditemani Ibu Saat Tes CPNS, Bikin Netizen Terharu

409 views


Banyak orangtua yang ingin menemani anak mereka dalam perjalanannya mencapai impian. Tak sedikit ibu atau ayah yang mengantarkan buah hati untuk mengikuti berbagai tes masuk sekolah, perguruan tinggi atau pekerjaan. Baru-baru ini viral di media sosial potret seorang ibu yang mengantar putranya tes CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil). Netizen ikut terharu karena perjuangan ibu tersebut.

Sebuah postingan di Instagram @kejati_aceh jadi viral. Akun tersebut memang melaporkan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan RI yang berlangsung minggu lalu. Salah satu hal menarik yang tertangkap adalah kehadiran orangtua yang ikut mengantar anak-anak mereka ikut tes.

Dilansir akun resmi Kejaksaan Tinggi Aceh, sebanyak lebih dari 300 peserta mengikuti tes SKD untuk tes CPNS Kejaksaan RI di Aceh. Tak sedikit dari mereka yang mendapat dukungan dari orangtua terutama ibu. Beberapa bahkan terlihat tersenyum bahkan menangis ketika mendapati anaknya lulus passing grade.

Sayangnya tidak semua dari mereka bisa diterima untuk lolos ke tahap berikutnya. Salah satu foto menampilkan potret ibu bersama anak yang sayangnya belum lulus. Viral di media sosial, ibu tersebut mengantar anaknya ke tempat tes dengan motor selama 10 jam.

Akun Instagram @biropegkejaksaan yang mengunggah foto itu pun menuliskan, “Terimakasih @kejati_aceh sudah memotret pemandangan indah ini.. admin, sampe gak bisa menahan air mata melihat perjuangan seorang ibu ini.. mudah2n ibu kita selalu diberi kesehatan, agar doanya selalu bisa menyertai langkah kita.. @kejaksaan.ri,”

Postingan itu pun mengundang perhatian netizen. Banyak dari mereka yang ikut terharu bahkan mengingat sosok ibu mereka sendiri ketika mendukung studi atau karier mereka.

“Teringat kembali perjuangan dulu.. didampingi ke dua orang tua seleksi tes ke medan, dan alhamdulillah bs lulus, doa orang tua tidak ada penghalang.. .😢. ya Allah semoga adinda tersebut bisa lulus,” tulis @zilzaliana_jf

“Dengan kekuatan doa seorang ibu yang mampu menembus langit. Insya Allah kamu lulus bro.. jaga terus aset terbesar yang ada di sampingmu🙏🙏” tulis @dedipurnawan04.

======

6 Cara Ampuh Mengatasi Pori-Pori Besar pada Wajah

Ada beragam cara mengatasi pori-pori besar pada wajah yang mudah dilakukan. Selain menurunkan rasa percaya diri orang yang mengalaminya, pori-pori wajah yang besar membuat kulit wajah rentan muncul komedo dan jerawat.

Pori-pori memiliki fungsi penting untuk mengeluarkan sebum yang dapat menjaga kulit tetap kenyal, lembap, dan sehat. Namun, produksi sebum yang berlebihan justru dapat menyumbat dan menyebabkan pori-pori membesar, sehingga kulit wajah terlihat kusam dan mudah berjerawat.

Cara Mengatasi Pori-Pori Besar pada Wajah

Ada beberapa cara mengatasi pori-pori besar pada wajah yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Bersihkan wajah secara rutin

Langkah awal untuk mengatasi pori-pori besar pada wajah adalah dengan menjaga kebersihan kulit wajah. Bila wajah jarang dibersihkan, kotoran, debu, sel kulit mati, dan minyak bisa menumpuk di kulit wajah dan menyumbat pori-pori, sehingga tampak membesar.

Oleh karena itu, Anda disarankan membersihkan wajah dua kali sehari menggunakan sabun muka berbahan lembut. Setelah dibersihkan, keringkan wajah menggunakan handuk bersih dengan cara ditepuk-tepuk.

2. Gunakan pelembap

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh orang yang memiliki kulit wajah berminyak adalah menghindari pelembap, karena khawatir kulit wajah mereka akan semakin berminyak.

Padahal, kulit yang tidak terhidrasi dengan baik dapat memicu produksi minyak berlebih dan menyebabkan pori-pori wajah semakin membesar. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan pelembap setelah membersihkan wajah untuk mengecilkan pori-pori sekaligus menjaga wajah tetap lembap dan elastis.

3. Gunakan tabir surya

Gunakan tabir surya dengan kandungan minimal SPF 30 setidaknya 15 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan. Hal ini penting dilakukan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat mengurangi elastisitas kulit dan membuat pori-pori tampak lebih besar.

Pastikan juga tabir surya yang Anda gunakan dapat menghalau sinar UVA dan UVB dengan baik untuk melindungi kulit dari penuaan dini dan mengurangi risiko terkena kanker kulit.

4. Lakukan eksfoliasi kulit wajah

Eksfoliasi wajah merupakan cara sederhana untuk mengangkat kotoran dan sel kulit mati penyebab pori-pori wajah tersumbat dan terlihat lebih besar. Namun, jangan terlalu sering melakukan eksfoliasi wajah, cukup 1–2 kali saja dalam seminggu dan tetap gunakan pelembap setelahnya.

Hal ini penting dilakukan agar kulit tidak menjadi kering. Selain itu, hindari juga mengeksfoliasi kulit saat jerawat sedang meradang, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

5. Gunakan masker wajah

Menggunakan masker wajah secara rutin 1–2 kali seminggu dapat mengatasi pori-pori besar pada wajah. Ada beragam masker wajah yang dapat digunakan.

Salah satu contohnya adalah menggunakan masker tanah liat. Jenis masker ini dinilai dapat mengangkat minyak, kotoran, dan sel kulit mati pada kulit, sehingga dapat mengecilkan pori-pori wajah.

Tak hanya itu, masker wajah yang terbuat dari bahan alami lain, seperti oatmeal dan tomat, juga dapat mengurangi minyak berlebih pada wajah serta mencegah pori-pori tersumbat dan terlihat besar.

6. Hindari kebiasaan menyentuh wajah

Cucilah tangan dengan menggunakan sabun hingga bersih terlebih dahulu sebelum menyentuh wajah. Sering menyentuh wajah dengan kondisi tangan yang kotor dapat membuat kuman dan bakteri dari tangan berpindah ke wajah.

Tak hanya memicu penyumbatan pori-pori dan membuatnya tampak lebih besar, kebiasaan yang satu ini juga menyebabkan jerawat jadi lebih mudah muncul.

Selain menjaga kebersihan dan melakukan perawatan wajah dari luar, Anda juga disarankan mengatasi pori-pori besar pada wajah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Anda dianjurkan untuk minum cukup air putih dan mengonsumsi makanan yang baik untuk kesehatan kulit, seperti sayur, buah, dan biji-bijian. Selain itu, hindari konsumsi makanan yang tinggi kalori, lemak, dan garam, karena makanan jenis ini dapat membuat wajah berminyak dan pori-pori tersumbat serta tampak lebih besar.

Namun, bila cara mengatasi pori-pori besar di atas dirasa tidak efektif atau tidak kunjung menunjukkan hasil yang memuaskan, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

======

6 Penyebab Sakit di Ulu Hati dan Tips Mengatasinya

Sakit ulu hati ditandai dengan rasa nyeri di bagian tengah atas perut yang disertai mual atau perut kembung. Kondisi ini dapat disebabkan oleh masalah di beberapa organ tertentu. Meski terlihat ringan, tetapi penanganan terhadap sakit di ulu hati tetap perlu dilakukan.

Ulu hati atau epigastrium terletak di bawah tulang dada dan di atas pusar atau bagian tengah perut atas. Rasa sakit atau nyeri di bagian ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Sakit ulu hati bisa disebabkan oleh kondisi yang bersifat ringan, tetapi tak jarang juga menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius yang perlu diobati.

Penyebab Terjadinya Sakit Ulu Hati

Ada beberapa penyebab sakit ulu hati, di antaranya:

1. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka terbuka pada lapisan dinding lambung atau sebagian usus kecil. Kondisi ini terjadi ketika zat asam dalam saluran pencernaan merusak permukaan dalam lambung atau usus kecil. Zat asam tersebut bisa membuat luka terbuka yang sangat menyakitkan.

Tukak lambung dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dan penggunaan obat-obatan, seperti aspirin, ibuprofen, naproxen, ketoprofen, bisphosphonates, dan suplemen kalium.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Nyeri di ulu hati, terutama ketika perut kosong dan pada malam hari
  • Terasa kenyang, kembung, atau bersendawa
  • Intoleransi terhadap makanan berlema
  • Mual

Meski jarang terjadi, tukak lambung juga bisa ditandai dengan muntah darah, darah pada tinja, selera makan menurun, serta penurunan berat badan.

2. Sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome)

Selain rasa sakit di ulu hati, kondisi yang menyerang usus besar ini juga menyebabkan kram, perut kembung, kentut, dan perubahan frekuensi buang air besar.

Sindrom iritasi usus diduga terjadi ketika otot pada dinding usus bergerak lebih kuat dan lebih lama saat memindahkan makanan di saluran pencernaan.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang diduga berperan dalam memicu terjadinya sindrom iritasi usus, antara lain kelainan pada saraf di sistem pencernaan, infeksi bakteri atau virus, stres, atau perubahan mikroba di usus.

3. Pankreatitis

Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas. Kondisi ini dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Sakit ulu hati yang menjalar hingga ke punggung dan semakin parah seusai makan
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Perubahan warna kulit di sekitar pusar atau pinggang
  • Perut terasa lunak saat disentuh

Pankreatitis kronis bisa menyebabkan penurunan berat badan serta tekstur tinja yang terlihat berminyak.

4. Penyakit kantong empedu

Kantong empedu adalah kantong kecil yang berada di bawah organ hati. Kantong ini menyimpan cairan yang membantu tubuh mencerna lemak atau disebut dengan cairan empedu.

Jika kantong empedu bermasalah, Anda akan merasakan sakit perut luar biasa secara konstan yang dapat disertai demam, mual, muntah, tubuh gemetar, tinja berubah warna, dan nyeri dada.

Beberapa jenis penyakit empedu yang perlu diwaspadai adalah radang dan infeksi empedu, batu empedu, serta kanker empedu.

5. Preeklamsia

Preeklamsia merupakan masalah kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pada ibu hamil, adanya protein pada urine, serta pembengkakan pada kaki dan tangan.

Kondisi ini bisa merusak organ tubuh, umumnya hati dan ginjal.

Sakit di ulu hati akibat preeklamsia akan terasa sangat menyakitkan jika kondisinya sudah parah atau disertai muntah.

6. Kanker lambung

Risiko terjadinya kanker lambung dapat meningkat, jika Anda mengalami kondisi berikut ini:

  • Riwayat infeksi bakteri pylori di lambung
  • Gastritis atau radang usus
  • Anemia pernisiosa, yaitu anemia yang dipicu oleh kakurangan vitamin B12
  • Polip di lambung
  • Kebiasaan merokok
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Konsumsi makanan yang tinggi kandungan garamnya

Selain sakit di ulu hati, kanker lambung juga akan membuat penderitanya tidak dapat makan dalam porsi besar, muntah, dan terjadi penurunan berat badan.

Tips Mengatasi Sakit Ulu Hati

Jika tidak parah dan hanya terjadi satu atau dua kali, rasa sakit di ulu hati bisa diatasi dengan mudah dan dapat dilakukan di rumah. Ada beberapa cara mengatasi sakit ulu hati yang bisa Anda lakukan secara mandiri di rumah, antara lain:

Mengonsumsi obat

Mengonsumsi obat antasida bisa menetralkan asam lambung sekaligus mengurangi rasa sakit. Konsumsi obat ini setidaknya 1 jam setelah makan dan sebelum tidur. Anda pun lebih disarankan untuk mengonsumsi obat antasida cair daripada tablet.

Namun, ada baiknya bila Anda berkonsultasi dengan dokter lebih dulu sebelum mengonsumsi obat-obatan atau suplemen herba untuk mengatasi sakit ulu hati.

Mengatur pola makan

Saat mengalami sakit ulu hati, coba konsumsi makanan yang ringan dan makanan sehat, seperti buah-buahan serta sayuran. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol, berkafein, dan makanan yang dapat mengiritasi perut.

Selain itu, atur pola makan agar lebih teratur. Anda dianjurkan untuk membiasakan makan dalam porsi kecil, tetapi lebih sering untuk mencegah peningkatan asam lambung berlebih.

Segera periksakan diri ke dokter jika sakit ulu hati yang Anda alami tidak membaik atau bahkan bertambah parah setelah 2 hari atau disertai pembengkakan pada perut, demam, muntah, lemas, pingsan, atau sulit bernapas.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan sesuai penyebab sakit ulu hati yang Anda alami.

Tags: #cara mengatasi penyakit ulu hati #cara mengatasi pori-pori besar pada wajah #penyebab sakit ulu hati #potret haru ibu temani anak saat tes cpns #pria ditemani ibu saat tes cpns