Pria Ini Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Bahkan Malam Pertamanya Pun Bersamaan

843 views


Pernikahan unik kembali menjadi perbicangan jagad media sosial (medsos) dan menjadi viral. Seorang pria berhasil mempersunting dua perempuan sekaligus dan menikahinya di waktu yang sama. Ketiganya duduk di pelaminan dengan damai.

Mengenakan batik warna kuning plus kopiah, Ardi, begitu pria bernama lengkap Ardiansyah di sapa, terlihat gagah diapit dua orang istrinya. Kedua wanita yang merebut hati pria yang berprofesi sebagai petani itu, tak lain Pegi Melati Sukma (20) dan Ria (25).

Pewarna herbal alami warna merah terlihat di kuku jari jemari mereka. Senyum juga selalu menghiasi bibir ketiganya. Namun, mereka tak bisa menutupi kecanggungan satu sama lain. Sekilas Pegi lebih atraktif dibandingkan dengan Ria.

“Ya…beginilah kalau cinta,” ujar Pegi kepada Sumatera Ekspres (grup pojoksumut.com) yang mengunjungi kediamannya, di Dusun V, Desa Kasmaran, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pukul 20.00 WIB tadi malam.

Kunjungan itu, adalah yang kedua kali. Berbeda dengan kedatangan pertama kali sekira pukul 15.30 WIB. Saat itu, warga tak terlalu heboh. Nah, pada kedatangan kedua justru di rumah Ardiansyah banyak kedatangan tamu.

Maklum saja, pasangan yang dijuluki Two in One itu, sedang menjadi perbincangan hangat. Baik di media sosial, di desa, maupun Kabupaten Musi Banyuasin. Hanya, Ardi seolah terpengaruh.

“Kami yang jalani hidup ini. Keluarga juga mengizinkan,” ungkap Ardi sembari tersenyum. “Kaget juga jadi heboh seperti sekarang,” tambahnya lagi.

Tak hanya di Sumatera Selatan, ada juga penelepon dari Bandung yang menanyakan kebenaran pernikahan tersebut.

“Ya, faktanya memang seperti ini. Kami saling mencintai,” tukas Ardi yang menerima wartawan koran ini di ruang tamu rumahnya semipermanen dari kayu sekitar 5×4 meter persegi.

Di desanya, Ardi bukan pemuda yang tergolong kaya. Sehari-hari berprofesi sebagai petani karet. Penghasilan sekira Rp900 ribu per bulan. Dia selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Menghidupi ibunya Yusmiati dan keempat adiknya. Ayahnya, Asri (alm) empat lalu sudah meninggal dunia.

“Sejak itu, saya yang memikul tanggung jawab keluarga. Nah, sekarang tambah dua istri,” kata pria yang tidak tamat sekolah dasar itu, sembari mengumbar senyum. Tapi, Ardi berjanji dia akan adil. Menafkahi kedua istrinya baik secara lahir maupun batin. “Kalau sehari dapat Rp10 ribu, ya terpaksa istri diberi masing-masing 3 ribu. Sisanya buat keluarga,” kata Ardi tanpa malu.

Selain soal ekonomi, Ardi juga terus terang kalau mereka berbagi tempat di tempat tinggal yang dia sebut gubuk. “Karena rumah sempit dan tamu masih ramai, jadi belum sempat malam pertama, Mas,” katanya malu-malu.

Kok nekat nikahi dua wanita sekaligus? Ditanya demikian Ardi terdiam. “Namanya jodoh,” tukasnya. Pegi dan Ria bukan wanita satu desa dan sebelum hidup satu rumah, keduanya tidak saling kenal sama sekali.

Pegi disebut kembang desa di tempat tinggalnya, Karang Anyar, Kecamatan Lawang Wetan, Muba. Dia bertemu Ardi di sebuah pesta pernikahan warga. Saat itu, Ardi tampil dan menyumbang suara emasnya.

“Aku tertarik dengan Mas Ardi karena pintar nyanyi. Suaranya bagus,” ungkap Pegi.

Sejak perkenalan itu, keduanya intens berkomunikasi. Padahal, Ardi sudah menceritakan kalau dirinya sudah punya pacar bernama Ria (20), warga Desa Karang Ringin, Kecamatan Lawang Wetan, Musi Banyuasin.

======

Sepele Tapi Bisa Bikin Mandul, Mulai Sekarang Tolong Hentikan Kebiasaan Memangku Laptop, Ini Bahaya yang Nggak Boleh Diremehkan!

Sejak pandemi, banyak perusahaan yang memberlakukan Work From (WFH) atau bekerja dari rumah.

Karena harus berkutat dengan laptop selama seharian, tak jarang kita punya kebiasaan memangku laptop di atas paha.

Kebiasaan ini bisa disengaja karena posisi tersebut dianggap lebih nyaman atau tidak sengaja untuk sekadar mengganti posisi.

Walaupun sepele, kebiasaan memangku laptop ini ternyata tidak baik untuk kesehatan dan harus dihindari.

Seperti yang dikutip dari Sonora.id, kebiasaan memangku laptop akan membuat nyeri di sekitar punggung dan leher.

Pasalnya, posisi ini akan membuat postur tubuh menjadi bungkuk karena layar laptop yang tidak sejajar dengan mata.

Tak hanya itu, masih ada beberapa bahaya memangku laptop lainnya, salah satunya adalah mempengaruhi kesuburan.

Dalam sebuah jurnal Human Reproduction di tahun 2005, disebutkan bahwa panasnya laptop dapat mengurangi jumlah sperma.

Bahkan, jurnal ini mengungkapkan bahwa panas laptop dapat menghangatkan sperma pria sehingga tidak aktif lagi.

Melansir laman Meetdoctor via Kompas.com, skrotum tempat memproduksi sperma memang sangat sensitif terhadap panas dalam bentuk apapun.

Padahal, skrotum pria harus berada dalam suhu normal sehingga kenaikan suhu satu derajat saja dapat mempengaruhi kesuburan pria.

Belum lagi kaki yang harus dirapatkan ketika memangku laptop yang semakin meningkatkan panas yang diterima di area selangkangan.

Hal ini berbeda dengan wanita yang tidak akan mendapatkan pengaruh apa-apa dari kebiasaan memangku laptop terhadap kesuburannya.

Namun jangan senang dulu karena kebiasaan memangku laptop juga dapat mendatangkan masalah pada kulit.

Sebuah studi dalam jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa suhu laptop yang panas dapat membuat kulit menjadi kecokelatan dan berbintik-bintik.

Kondisi yang terpapar panas ini disebut dengan erythema abigne yang diakibatkan penggunaan jangka panjang memangku laptop.

Untuk itu, demi menghindari risiko-risiko di atas, selalu pastikan untuk menggunakan meja saat menggunakan laptop.

======

Tanda Anda Mengalami Happy Hypoxia. Yuk, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Nutrisi Jambu Alami!

Istilah happy hypoxia digunakan untuk menunjukkan kondisi berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala. Meski sulit dikenali, kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat berakibat fatal, terutama bagi penderita COVID-19.

Hingga saat ini, penyebab happy hypoxia belum diketahui secara pasti. Namun, ada teori yang menyebutkan bahwa happy hypoxia terjadi akibat peradangan pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi virus Corona.

Sementara itu, ada pula teori lain yang menyebutkan bahwa happy hypoxia terjadi karena gangguan pada sistem saraf yang mengatur kadar oksigen dalam darah.

Jika terlambat terdeteksi dan tertangani, kondisi berkurangnya oksigen dalam darah tentu dapat membahayakan nyawa penderitanya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui gejala happy hypoxia agar penanganan dapat segera dilakukan.

Tanda-Tanda Happy Hypoxia

Pada kondisi normal, kadar oksigen di dalam darah (saturasi oksigen) ada pada rentang 95–100% atau sekitar 75–100 mmHg. Kadar oksigen dalam darah yang berada di bawah batas tersebut mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen, sehingga menimbulkan kondisi hipoksemia atau hipoksia.

Gejala hipoksia berbeda-beda pada setiap penderitanya. Gejala kondisi ini bisa muncul secara tiba-tiba dan memburuk dengan cepat (akut) atau berkembang secara perlahan (kronis).

Ada beberapa gejala hipoksia yang umum terjadi, di antaranya:

  • Tubuh terasa lemas
  • Kulit terlihat pucat
  • Kuku dan bibir berwarna kebiruan (sianosis)
  • Detak jantung menjadi cepat atau melambat
  • Batuk-batuk
  • Sesak napas
  • Sakit kepala

Jika tidak segera ditangani, hipoksia dapat menyebabkan penderitanya mengalami linglung, penurunan kesadaran, atau bahkan koma.

Meski demikian, pada kondisi tertentu, hipoksia bisa terjadi tanpa gejala apa pun dan baru terdeteksi ketika seseorang menjalani pemeriksaan darah atau pemeriksaan saturasi oksigen menggunakan alat pulse oximeter.

Kondisi hipoksia tanpa gejala inilah yang dinamakan silent hypoxia atau happy hypoxia. Kondisi happy hypoxia dilaporkan dapat terjadi pada sebagian penderita COVID-19.

Cara Menangani Happy Hypoxia

Pada happy hypoxia, pasien COVID-19 mengalami kekurangan oksigen tanpa mengalami gejala apapun. Bahkan, ia bisa merasa sehat-sehat saja. Padahal saat itu, di dalam tubuhnya terdapat virus Corona yang tentunya harus dilawan.

Berikut adalah cara penanganan happy hypoxia jika kondisi ini ditemukan:

Pemberian oksigen

Kondisi hipoksia, baik yang menunjukkan gejala maupun tidak, perlu segera ditangani oleh dokter. Langkah penanganan umumnya bertujuan untuk mengembalikan kadar oksigen di dalam tubuh dan mengatasi penyebab terjadinya hipoksia.

Untuk hipoksia yang bersifat ringan dan membuat penderitanya masih dapat bernapas, penanganan dilakukan dengan pemberian oksigen melalui masker atau selang oksigen.

Namun, bila penderita hipoksia tidak dapat bernapas atau kesadarannya mulai menurun, dokter mungkin akan memberikan bantuan pernapasan melalui mesin ventilator. Setelah itu, pasien juga mungkin perlu dirawat di ruang ICU.

Meningkatkan daya tahan tubuh

Sebenarnya, tubuh memiliki sistem imun yang mampu melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Namun, ada beberapa hal yang membuat sistem imun melemah, seperti malnutrisi atau penyakit tertentu. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga daya tahan tubuh, misalnya dengan mengonsumsi makanan bernutrisi.

Salah satu makanan bernutrisi yang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh adalah buah-buahan yang mengandung vitamin C, seperti jambu biji. Jambu biji adalah sumber vitamin C dari alam yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga lebih kuat melawan infeksi, termasuk infeksi virus Corona, dan membantu tubuh melawan radikal bebas .

Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu yang membuat Anda rentan terinfeksi virus Corona atau Anda pernah kontak dengan orang yang positif COVID-19, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter atau hubungi nomor 119 ext. 9 untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut.

Apabila memang dianggap perlu, Anda akan diarahkan dokter untuk menjalani pemeriksaan swab atau PCR untuk mendiagnosis COVID-19.

Bila hasil pemeriksaan menyatakan Anda positif terinfeksi virus Corona, Anda dianjurkan untuk tetap waspada meski tidak mengalami gejala apa pun. Hal ini dikarenakan happy hypoxia dapat menyerang secara tiba-tiba dan tanpa gejala.

Tags: #hentikan kebiasaan memangku laptop #meningkatkan daya tahan tubuh dengan nutrisi jambu alami #pria nikahi 2 wanita sekaligus