Pria yang Menikahi Wanita Gemuk Itu Bisa 10 Kali Lebih Bahagia Lho, ini 4 Alasannya!


Mungkin bisa dipastikan hampir semua wanita ingin memiliki tubuh yang langsing dan proporsional. Biasanya banyak yang rela melakukan ide gila buat menjalankan diet hingga rela konsumsi obat berbahaya.

Padahal faktanya jarang yang benar-benar berhasil meski telah berusaha ekstra.

Tubuh yang langsing dengan lekukan yang bohai memang bikin cowok klepek-klepek. Tapi, siapa sangka justru perempuan gemuk yang ternyata bisa sepuluh kali lebih membahagiakan pria? Dikutip dari bombastis.com, sebuah penelitian sudah membuktikan hal tersebut.

Rasa percaya diri tinggi

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr. Edgardo Morales di Departemen Psikologi Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM) menyatakan bahwa pria yang menikah dengan perempuan gendut cenderung lebih banyak tersenyum.

Bukan berarti laki-laki yang menikahi perempuan kurus itu jarang tersenyum juga, sih. Cuma, dari penelitian disimpulkan bahwa wanita gendut memang dinilai lebih ekspresif dengan emosi mereka. Perempuan gendut juga lebih percaya diri.

Dr. Filemon mengatakan bahwa para lelaki yang menjadi responden mengaku menyukai istrinya memiliki p*yudara yang lebih besar dan berisi. Mereka juga suka lipatan lemak dan tidak mempersoalkan tentang bobot dan bentuk tubuh pasangannya.

Justru wanita cubby lebih banyak bikin pasangannya tertawa karena dianggap menggemaskan. Dilansir dari Your Tango, wanita gemuk juga memiliki kecenderungan memikirkan orang-orang tercinta daripada dirinya sendiri, hal itu karena mereka lebih bersyukur telah diterima apa adanya oleh pasangan.

Bahagia dan menerima diri apa adanya

Littlewoods.com juga pernah melakukan survei yang melibatkan 2000 responden wanita. Hebatnya, dari 72% partisipan bertubuh gemuk mengaku jika mereka bahagia dengan bentuk tubuh mereka. Hasil survei yang dua kali lebih besar dari jawaban para perempuan kurus.

Banyak perempuan kurus yang mengaku jika mereka ingin memiliki bentuk tubuh lebih gemuk agar lekuk tubuhnya terlihat lebih s*ksi. Nah, perempuan gemuk biasanya akan terbiasa dan menerima bentuk tubuhnya. Tentu aura positif tersebut juga akan membuat pasangan lebih bahagia, tanpa ada pertanyaan, “Pakai ini, aku keliatan gendut nggak?”

Lebih mudah bereproduksi dan hamil

Masih dari hasil studi tentang perempuan, mereka yang bertubuh gemuk diketahui lebih mudah bereproduksi dan hamil. Terlebih, dengan adanya temuan data wanita curvy yang cenderung punya lebih banyak anak daripada wanita kurus.

Istri gemuk lebih mudah hamil via Hubungan

Dalam sebuah rumah tangga, tentu adanya buah hati bakal bikin kebahagiaan makin sempurna. Nggak heran kalau wanita gemuk dinilai bisa bikin pria 10 kali lebih bahagia. Seperti yang dituturkan oleh salah seorang seleb Indonesia, Putri Titian yang dinilai gendut oleh netizen. Bukannya geram, Tian justru menegaskan kalau dia bahagia.

Mau perempuan gemuk atau kurus, itu pilihan masing-masing. Yang namanya cinta itu memang sulit ditebak. Tapi, setidaknya alasan di atas membuat perempuan gemuk bisa percaya diri dengan bodinya. Nggak perlu deh terobsesi dengan diet yang bikin diri sendiri tersiksa. Karena yang gemuk itu bisa bikin pasangan 10 kali lebih bahagia.

======

Jangan Takut dengan Kista Ovarium

Kista ovarium sering kali dikaitkan dengan kanker ovarium. Padahal, tidak semua kista ovarium berpotensi menjadi ganas atau kanker. Dengan penanganan yang tepat, kista ovarium bisa diatasi dan dicegah agar tidak semakin parah.

Kista ovarium tergolong umum dialami oleh wanita. Kista ini biasanya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Hal yang membuat kista ovarium berbahaya adalah ketika pecah, berukuran sangat besar, atau menghalangi suplai darah ke ovarium.

Selain itu, kista ovarium yang tidak terdeteksi dan diobati sejak dini juga berpotensi berkembang menjadi ganas atau kanker.

Faktor Risiko Kista Ovarium

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita untuk menderita kista ovarium, di antaranya:

  • Kelainan hormon
  • Efek samping obat-obatan, misalnya pil KB atau terapi pengganti hormon
  • Penyakit tertentu, seperti endometriosis dan infeksi atau radang panggul
  • Riwayat kista ovarium sebelumnya
  • Riwayat operasi pada ovarium

Pada kasus tertentu, kista ovarium jinak bisa berpotensi menjadi kanker ovarium. Hal ini lebih berisiko terjadi pada wanita yang memiliki faktor risiko tertentu, seperti:

  • Berusia di atas 50 tahun atau telah menopause
  • Memiliki gen mutasi BRCA1 dan BRCA2
  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kanker ovarium, kanker payudara, atau kanker usus besar
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
  • Menjalani terapi hormon setelah menopause
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Menderita kanker payudara
  • Mengonsumsi obat untuk meningkatkan kesuburan, misalnya terapi hormon

Kenali Beragam Gejala Kista Ovarium

Kista ovarium biasanya sulit terdeteksi atau terdiagnosis karena umumnya tidak bergejala. Kista ini baru menyebabkan gejala ketika telah berukuran besar, pecah, atau menganggu fungsi ovarium.

Meski demikian, sebagian kista ovarium dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Sering buang air kecil
  • Nyeri saat buang air besar dan melakukan hubungan seksual
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Nyeri payudara
  • Mudah kenyang padahal hanya makan sedikit
  • Nyeri panggul sebelum atau selama menstruasi dan menyebar sampai ke punggung bawah dan paha

Jika Anda mengalami gejala di atas, terlebih jika memiliki faktor risiko untuk mengalami kista ovarium, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Cara Mendeteksi Kista Ovarium

Kista ovarium bisa dideteksi melalui pemeriksaan oleh dokter. Untuk mendeteksi dan mendiagnosis kista ovarium, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa:

Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan USG merupakan salah satu langkah utama dalam mendiagnosis kista ovarium. Dengan USG, dokter dapat melihat ukuran, bentuk, lokasi, dan meninjau apakah kista berisi jaringan padat atau cairan.

Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk memantau perkembangan kista ovarium dan memandu dokter ketika hendak melakukan pemeriksaan biopsi pada ovarium.

Biopsi

Biopsi adalan prosedur pengambilan sampel jaringan ovarium untuk kemudian diperiksa di laboratorium guna menentukan apakah kista bersifat jinak atau berpotensi menjadi ganas.

Tes darah

Dokter juga akan melakukan tes darah, jika hasil USG atau biopsi menunjukkan bahwa kista berpotensi menjadi ganas atau memiliki ciri kanker ovarium.

Salah satu metode pemeriksaan yang bisa dilakukan melalui tes ini adalah pemeriksaan protein CA-125. Zat ini biasanya meningkat atau terdeteksi pada wanita yang memiliki penyakit tertentu, seperti kanker ovarium, penyakit radang panggul, endometriosis, atau fibroid rahim.

Laparoskopi

Melalui sebuah sayatan kecil, dokter akan memasukkan alat laparoskop, yaitu selang yang ujungnya dilengkapi lampu dan kamera. Dengan laparoskopi, dokter bisa melihat langsung rongga panggul dan organ-organ reproduksi untuk mendeteksi adanya kelainan.

Umumnya, kista ovarium akan ditangani secara medis jika ukurannya besar, menimbulkan nyeri, menyebabkan sering buang air kecil, atau membuat menstruasi terganggu.

Namun, tidak semua kista ovarium memerlukan penanganan medis. Jenis kista fungsional yang berkaitan dengan siklus menstruasi umumnya tidak berbahaya. Kista ini dapat hilang dengan sendirinya dalam 2–3 siklus menstruasi.

Bila Anda merasakan adanya gejala atau memiliki faktor risiko kista ovarium yang telah disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter.

Melalui pemeriksaan dan penanganan dini, dokter dapat memastikan jenis kista yang Anda alami dan mengobatinya agar tidak berkembang menjadi kanker ovarium. Dengan demikian, kista ovarium bisa ditangani dengan baik dan risiko terjadinya komplikasi pun lebih rendah.

======

Kenali Potensi Kista Ovarium Jinak Berubah Menjadi Ganas

Kista ovarium umumnya bersifat jinak. Namun, pada beberapa kondisi, kista ovarium jinak bisa berpotensi menjadi kista ovarium ganas atau kanker. Bila terlambat terdeteksi dan tidak cepat ditangani, kista ovarium bisa semakin parah hingga menjadi kanker ovarium.

Kista ovarium adalah sebuah kantung berisi cairan yang tumbuh di indung telur atau ovarium. Kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya dan bisa menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus.

Kehadirannya pun sering kali tidak disertai gejala dan baru terdeteksi bila kista tersebut sudah besar, parah, atau berkembang menjadi ganas. Kista ovarium yang bersifat ganas membutuhkan penanganan medis secara cepat dan tepat.

Berbagai Gejala Kista Ovarium

Gejala kista ovarium biasanya baru dirasakan ketika kista telah membesar, pecah, atau mengganggu aliran darah ke ovarium. Pada sebagian kasus, kista ovarium dapat menyebabkan gejala berupa:

  • Perut kembung
  • Sering buang air kecil
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Lemas
  • Nyeri saat buang air besar
  • Nyeri panggul
  • Sakit atau perih saat melakukan hubungan s*ksual

Gejala kista ovarium jinak dan ganas sering kali sulit dibedakan karena bisa mirip. Namun, jika Anda mengalami gejala di atas disertai gejala lain, seperti penurunan berat badan, demam, kaki bengkak, dan sesak napas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Selain itu, risiko terjadinya kista ovarium yang bersifat ganas atau kanker juga lebih tinggi pada wanita yang telah menopause. Meski demikian, tidak menampik kemungkinan kista ovarium ganas juga bisa terjadi pada wanita yang berusia muda.

Jenis-Jenis Kista Ovarium

Sekitar 70 persen kista ovarium bersifat jinak dan hanya sekitar 6 persen kista ovarium tergolong ganas dan memiliki sel kanker. Berikut ini adalah beberapa jenis kista dan penjelasannya:

Kista fungsional

Kista fungsional merupakan jenis kista ovarium yang paling umum terjadi pada wanita, khususnya selama siklus menstruasi. Kista fungsional terbagi menjadi dua jenis, yaitu kista folikel dan kista korpus luteum.

Pada umumnya, kista jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit dan akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan tanpa perlu pengobatan khusus.

Kista jinak

Ada beragam jenis kista ovarium jinak, di antaranya:

  • Kista dermoid, yaitu kista yang mengandung jaringan tubuh, seperti rambut, kulit, atau gigi, dan jarang berkembang menjadi kanker.
  • Kista cystadenoma, yakni kista yang muncul dari permukaan indung telur dan berpotensi memiliki sel kanker.
  • Kista endometrioma, yaitu kista yang disebabkan oleh endometriosis dan pada kasus tertentu, kista ini bisa berkembang menjadi sel kanker.

Setiap kista jinak sebenarnya berpotensi berkembang menjadi kanker ovarium. Oleh karena itu, kista umumnya diangkat melalui operasi atau dipantau secara berkala karena ada yang bisa hilang dengan sendirinya tanpa penanganan medis.

Kista ganas

Kista ovarium ganas mengandung sel-sel kanker yang dapat menyebabkan kanker ovarium. Pada umumnya, kista ovarium ganas berasal dari kista jinak yang sudah tumbuh terlalu lama, sehingga berubah menjadi ganas karena terlambat diobati.

Cara Mendeteksi Kista Ovarium Jinak atau Ganas

Untuk mendeteksi apakah Anda mengalami kista ovarium jinak atau ganas, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Dalam mendiagnosis kista ovarium dan menentukan jenisnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik disertai pemeriksaan penunjang, seperti:

Tes darah

Dokter dapat melakukan pemeriksaan darah untuk mencari protein CA-125 yang menjadi penanda kanker tertentu, termasuk kanker ovarium. Kadar CA-125 pada penderita kanker ovarium umumnya tinggi. Namun, hal ini tidak bisa menjadi satu-satunya patokan.

Kadar CA-125 wanita juga bisa meningkat ketika sedang menstruasi, hamil, atau menderita kondisi tertentu, seperti radang panggul dan endometriosis.

Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan USG dapat dilakukan untuk mendeteksi jenis, bentuk, ukuran, dan letak kista ovarium. Pemeriksaan ini juga bisa dilakukan saat dokter hendak melakukan pemeriksaan lain, seperti biopsi.

Biopsi

Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel sejumlah jaringan dari bagian tubuh untuk diperiksa lebih lanjut dengan mikroskop. Melalui pemeriksaan ini dokter dapat menilai dan menentukan apakah kista atau kelainan yang muncul bersifat jinak atau ganas.

Laparoskopi

Terkadang, dokter melakukan prosedur bedah laparoskopi untuk mengambil salah satu jaringan ovarium dan memeriksa apakah ada tanda-tanda kanker pada ovarium tersebut.

Tidak semua kista ovarium bisa menjadi ganas, tetapi Anda tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter bila mengalami gejala-gejala kista ovarium.

Hal ini penting agar dokter dapat memastikan bahwa kista tersebut jinak dan tidak berpotensi menjadi ganas. Jika hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa kista yang ditemukan bersifat ganas, Anda bisa mendapatkan penanganan secepatnya, sehingga peluang sembuhnya pun akan lebih besar.

Tags: #jangan takut dengan kista ovarium #menikahi wanita gemuk bisa 10 kali lebih bahagia #potensi kista ovarium dari jinak menjadi ganas