Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah, Dilakukan Tiga Hari Sebelum Idul Adha 1442 H, Ini Waktu dan Bacaan Niatnya


Ini waktu Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang dikerjakan selama tiga hari, sebelum Hari Raya Idul Adha 1442 H.

Dengan keutamaan luar biasa, Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah dilakukan selama tiga hari sebelum Idul Adha 1442.

Tentu saja, Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang dianjurkan selama tiga hari sebelum Idul Adha 1442 H, memiliki ganjaran pahala yang berbeda-beda.

Dikutip kabarbanten.pikiran-rakyat.com dari Youtube Instaqwa, Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah lebih disarankan bagi umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Jadi bagi Anda yang tidak bisa mewujudkan ibadah haji tahun ini, bisa puasa Tarwiyah agar dapat menikmati yang sama seperti jamaah haji.

Itulah keutamaan yang sangat luar biasa bagi orang yang mampun menjalankannya.

Jika merujuk pada kalender Masehi, Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Djulhijah 1442 H bertepatan dengan tanggal 2021 Juli 2021.

Puasa Tarwiyah

Merujuk kalender Masehi, maka Puasa Tarwiyah pada 8 Djuhijah atau bertepatan dengan Minggu, 18 Juli 2021.

Rasulullah pernah mengatakan bahwa orang yang tidur Tarawiyah akan diampuni dosanya pada satu tahun silam.

Bacaan niatnya :

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan Lillahi ta’ala.

Artinya : Saya niat puasa Sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.

Puasa Arafah:

Sedangkan Puasa Arafah Puasa 9 Djulhijah pada Senin 19 Juli 2021 dinamakan puasa Sunnah Arafah

Rasulullah pernah bersabda bahwa orang yang berpuasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun.

Bacaan niat puasa Arafah:

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya : Saya niat puasa sunnat Arafah karena Allah Ta’ala.

Bacaan doa berbuka puasanya:

Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin.

Artinya: Ya Allah karena-Mu aku percaya, kepada-Mu aku percaya, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa) dengan Tuhan rahmat-Mu Ya Allah Maha Pengasih.

Semoga Allah mudahkan kita untuk menjalankan ibadah Sunnah di bulan Dzulhijjah ini. Aamiin.***

Niat Sholat Idul Adha Hingga Hukum Melaksanakannya Saat PPKM Darurat

Pemerintah mengimbau bahwa pelaksanaan sholat Idul Adha pada masa PPKM Darurat dilaksanakan di rumah masing-masing.

Kebijakan pelaksanaan sholat Idul Adha 1442 H dilakukan pemerintah lantaran kasus Covid-19 yang semakin melonjak.

Dalam konferensi pers Kementerian Agama (Kemenag) bersama Porli, MUI, Menaker, Kemenpan RB seerta Dewan Masjid Indonesia, Mentri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa sholat Idhul Adha di Zona PPKM Darurat ditiadakan.

“Takbiran kita larang di zona PPKM Darurat, dilarang ada takbiran keliling, arak-arakan baik jalan kaki maupun kendaraan ditiadakan begitupun kegiatan takbiran di dalam masjid juga ditiadakan. Takbiran di rumah masing-masing. Kemudian sholat Idul Adha di zona PPKM darurat ditiadakan,” ujar Yaqut.

Namun hal ini tentu saja tidak menghalangi niat menunaikan ibadah sholat Idul Adha yang bisa dilakukan di rumah baik sendiri maupun berjamaah dengan keluarga.

Berikut Niat Sholat Idul Adha:

“Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati lillaahi ta’aalaa”.

Artinya: Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.

Niat sholat Idul Adha berjamaah:

“Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati (makmuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa”.

Artinya: Aku berniat sholat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.

Hukum Sholat Idhul Adha

Jumhur ulama menerangkan jika hukum sholat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, berarti sunnah yang sangat dianjurkan.

Pendapat sunnah dan bukan wajib ini berdasarkan dari jawaban Rasulullah ketika seseorang bertanya kepadanya, Beliau bersabda:

“Sholat lima waktu sehari semalam.” Orang itu bertanya lagi, “Apakah ada kewajiban (sholat) lain?” Beliau menjawab, “Tidak, kecuali engkau mengerjakan sholat sunnah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi menjelaskan dalam kitab Fiqih Empat Madzhab, menurut Mazhab Hambali, hukum sholat Idul Adha adalah fardhu kifayah bagi mereka yang diwajibkan untuk sholat Jumat.

Sehingga jika di suatu masyarakat muslim sudah ada yang mengerjakannya, maka gugurlah kewajiban bagi orang lain.

Sedangkan menurut mazhab Hanafi, hukumnya fardhu ‘ain bagi mereka yang diwajibkan untuk Sholat Jumat. Sehingga yang tidak mengerjakannya akan mendapat dosa.

Sedangkan menurut mazhab Hanafi, hukumnya fardhu ‘ain bagi mereka yang diwajibkan untuk Sholat Jumat. Sehingga yang tidak mengerjakannya akan mendapat dosa.***

Tags: #dilakukan tiga hari sebelum idul adha #puasa arafah #puasa sebelum idul adha #puasa sunnah sebelum idul adha #puasa tarwiyah