Ramai-ramai Kejar Hidup Abadi, Usia Tua Dianggap Penyakit

192 views


Startup di Silicon Valley mulai ramai mengembangkan teknologi anti penuaan, bahkan hidup abadi. Terbaru, startup bernama Altos Labs yang salah satu investornya orang terkaya dunia, Jeff Bezos, ingin meremajakan sel-sel manusia. Mungkinkah ambisi itu tercapai?

Usia tua rupanya diyakini sebagai penyakit dan bisa disembuhkan. “Penuaan adalah masalah medis. Ini sangat serius dan berdampak pada setiap orang. Namun pada prinsipnya, kita mampu memecahkan (masalah ini),” kata Dr Aubrey de Grey, pendiri SENS Research Foundation.

Berbagai potensi untuk menangkal usia tua membuat dana mengalir dari para orang kaya Silicon Valley yang ingin panjang usia. Selain Bezos, Google sudah cukup lama punya Calico, perusahaan yang juga ingin ‘mengobati’ penuaan.

Dr Gray pun meramal bisnis memperpanjang usia nantinya akan menjadi industri terbesar di dunia. Tentu banyak yang skeptis, di mana menghambat usia tua tantangannya sangat besar, apalagi hidup abadi. Namun demikian, perkembangan teknologinya juga memunculkan optimisme.

Ilmuwan saat ini mencoba mengungkap penyebab kompleks penuaan dalam rangka memperlambat, mencegah atau bahkan membalik prosesnya. Contohnya Dr Steve Horvart, pakar dari University of California, mengidentifikasi proses sel bernama methylation dalam penuaan.

Pola methylation ini memainkan peran penting menentukan umur hewan. “Tiap spesies punya usia maksimum dan methylation ini berhubungan dengannya. Potensi besarnya adalah kita mungkin bisa memodifikasinya di DNA kita dan mungkin bisa mengubah umur spesies kita,”kata Dr Steve.

“Mungkin tidak cuma sampai usia 122 tahun, barangkali kita bisa memperpanjangnya sampai 130 tahun atau 150 tahun,” tambahnya seperti dikutip detikINET dari ABC, Jumat (10/9/2021).

Di pihak lain ada David Sinclair, pakar biologi di Australia, beberapa waktu lalu melakukan upaya mengubah gen tikus yang buta dan mengklaim berhasil melakukannya. “Penglihatan tikus ini kembali,” katanya.

“Setidaknya ada dua lusin perusahaan di seluruh dunia mengembangkan obat yang bisa memperlambat atau di beberapa kasus, membalikkan usia organ dan mungkin suatu hari, seluruh tubuh. Jadi hal ini tidak di luar ilmu biologi,” paparnya.

Belakangan ini, dana untuk teknologi anti penuaan semakin melimpah sehingga ilmuwan yang terlibat makin optimistis. “Industri ini, bahkan 5 tahun lalu, pada dasarnya tidak eksis. Sekarang ada ratusan perusahaan melakukan pekerjaan bioteknologi ini,” kata Dr Gray.

Tentu banyak yang cemas dengan perkembangan tersebut. Pantaskah secara etika manusia hidup sangat panjang? Lagipula dengan usia panjang, belum tentu mereka bahagia.

“Masalah dengan sains adalah bahwa para ilmuwan rasa-rasanya mengemukakan semua cerita bagus, kita akan hidup selamanya, kita akan bahagia,” kata pakar sosiologi di Australia, Profesor Bryan Turner.

“Kecuali kita punya semacam tujuan tambahan atau makna dalam hidup, berada di sini tanpa batas waktu mungkin bukan prospek yang diinginkan orang. Apa yang akan kita lakukan selama 100 atau 200 tahun lagi, nonton televisi atau semacamnya?” tanya dia.

Namun menurut Dr Horvart, orang bisa memilih apa yang mereka inginkan dan sains harus membantu untuk meraihnya. Jika manusia ingin hidup panjang dan merasa akan tetap bahagia, menurutnya hal itu bukan masalah. Ia punya misi memperpanjang umur manusia dan di sisi lain mereka tetap bisa produktif.

======

Elon Musk Ejek Jeff Bezos yang Ingin Hidup Abadi

Jeff Bezos dikabarkan berinvestasi sampai jutaan dolar pada startup bernama Altos Labs untuk memperpanjang usia, bahkan hidup abadi. Elon Musk yang belakangan jadi rival sengit sang pendiri Amazon melayangkan sindirannya.

Startup ini mengerjakan teknologi untuk meremajakan sel-sel manusia dan memperpanjang usia. Terobosannya disebut sebagai teknologi reprogramming yang berpotensi merevitalisasi sel apapun. Teknologi ini mungkin dapat memperbaiki penglihatan rabun, cedera tulang belakang, cedera otak dan persoalan lain akibat penuaan tubuh.

“Dan jika hal ini tidak berhasil, dia akan menggugat kematian!” tulis Elon di Twitter pribadinya, seperti dikutip detikINET dari Futurism.

Musk belakangan gencar menyindir Bezos yang tengah melancarkan gugatan hukum atas NASA lantaran memenangkan SpaceX sebagai produsen sistem pendaratan di Bulan. Akibat gugatan ini, SpaceX harus menunda proyek tersebut dan rencana NASA mengirim astronaut ke Bulan pada 2024 terancam mundur.

Di pihak lain, Amazon pekan ini melayangkan pula protes kepada Federal Communications Commissions (FCC) untuk membatalkan rencana SpaceX menerbangkan lebih banyak satelit untuk layanan internet satelit Starlink. Itu yang membuat Elon Musk semakin sebal kepadanya.

“Ternyata Besos (sic) pensiun untuk melakukan pekerjaan penuh waktu melayangkan gugatan hukum terhadap SpaceX…,” kata Musk dalam cuitannya belum lama ini.

Tidak seperti Jeff Bezos, Musk belum diketahui apakah juga berusaha untuk memperpanjang umurnya, untuk menikmati kekayaan atau mengejar ambisi-ambisinya. Tapi sempat ada kabar dia melakukan cangkok rambut agar bisa tampil lebih muda. Jika melihat foto-fotonya di zaman dulu, Elon Musk pernah mengalami kebotakan parah tapi sekarang seolah sudah tidak ada jejaknya.

======

Kenalí Tanda-Tanda Kamu Kelebíhan Gula Dí Dalam Tubuh!

Karena rasanya yang manís, semua orang menyukaí gula. Tanpa dísadarí, gula yang masuk ke dalam tubuh anda dalam jumlah yang banyak, baík dalam bentuk makanan/mínuman bísa menyebabkan masalah bagí kesehatan anda

Sebelum hal ítu terjadí, sebaíknya anda mengetahuí beberapa tanda-tanda bahwa tubuh anda sudah kelebíhan gula.

Dílansír darí laman hellosehat.com (12/10/2018), beríkut íní adalah beberapa tanda-tanda yang harus anda kenalí sebelum berdampak buruk bagí kesehatan.

Mudah Lemas

Konsumsí gula berlebíh bísa menyebabkan gula darah berfluktuasí. Sehíngga tubuh mudah lemas atau kekurangan energí. Hal íní bísa pula terjadí karena resístensí ínsulín.

Perubahan Suasana Hatí

Konsumsí gula berlebíh dapat menyebabkan sugar crush, yaítu suasana hatí mudah berubah dan gampang marah. Hal íní dísebabkan gula bísa meníngkatkan ínflamasí.

Ketagíhan Gula

Alpert menjelaskan bahwa gula juga memílíkí efek candu. Orang yang sudah terbíasa mengkonsumsí akhírnya ketagíhan untuk terus mengonsumsí makanan atau mínuman yang mengandung gula.

Tídak Merasa Puas

Saat konsumsí gula berlebíh, índera pengecap menjadí kurang sensítíve terhadap rasa manís. Akhírnya tubuh sulít terpuaskan sehíngga membutuhkan konsumsí gula yang lebíh banyak lagí.

Berat Badan Bertambah

Karena sífat gula yang bísa membuat ketagíhan, membuat orang yang konsumsí gula berlebíh jadí doyan makan. Karena ítu, ía butuh porsí banyak untuk terpuaskan yang akhírnya berat tubuh bertambah.

Jerawat

Ketíka seseorang mengkonsumsí banyak gula, tubuh meníngkatkan produksí ínsulín untuk merubah gula jadí energí. Kandungan ínsulín yang tínggí bagí sebagían yang sensítíf bísa menímbulkan jerawat.

Nah, jíka anda mengalamí salah satu tanda-tanda díatas sebaíknya anda dapat mengurangí mengkonsumsí gula sebelum berdampak buruk bagí kesehatan anda.

Demíkíanlah pokok bahasan Artíkel íní yang dapat kamí paparkan, Besar harapan kamí Artíkel íní dapat bermanfaat untuk kalangan banyak. Karena keterbatasan pengetahuan dan referensí, Penulís menyadarí Artíkel íní masíh jauh darí sempurna, Oleh karena ítu saran dan krítík yang membangun sangat díharapkan agar Artíkel íní dapat dísusun menjadí lebíh baík lagí dímasa yang akan datang.

Tags: #ingin hidup abadi #manusia ingin hidup abadi #tanda tanda tubuh kelebihan gula