Selain Sering Nahan Kencing, Ginjal Bisa Rusak Jika Terus Lakukan 10 Kebiasaan Ini


Menjaga kesehatan ginjal sama pentingnya dengan menjaga organ tubuh lain.

Ginjal adalah sepasang oragn yang hanya berukuran sekepal tangan orang dewasa.

Meski begitu, fungsi ginjal sangatlah besar dan vital untuk kesehatan, dari mulai menyaring darah, membuang limbag, mengontrol keseimbangan cairan tubuh, membantu produksi sel darah merah, sampai menjaga tekanan darah.

Apabila seseorang mengalami gagal ginjal, kondisi ginjalnya berarti sudah rusak dan organ vital ni tidak bisa berfungsi secara optimal.

Salah satu penyebab kerusakan ginjal ialah sering melakukan kebiasaan pola hidup yang buruk dan bahkan sering tidak disadari.

Beriktu sederet kebiasaan sederhana namun bisa menyebabkan ginjla rusak yang perlu dihindari, seperti dikutip PortalJember.com dari laman Kabar Lumajang dalam artikel 10 Kebiasaan Tak Terduga yang Ternyata Merusak Ginjal Anda, Salah Satunya Sering Menahan Buang Air Kecil.

1. Sering Mengkonsumsi makanan olahan

Makanan olahan mengandung banyak fosfor dan natrium, dua penyebab utama yang menyebabkan kerusakan ginjal.

Orang dengan atau tanpa penyakit ginjal harus membatasi kelebihan asupan makanan olahan seperti burger, kue kering dan pie, sosis, sayuran kaleng, dan lain-lain.

2. Sering Mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit

Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen, aspirin, dan asetaminofen dapat meredakan nyeri, tetapi juga dapat merusak fungsi ginjal Anda pada saat yang bersamaan.

Parahnya, kebiasaan ini dapat memperburuk masalah ginjal Anda jika Anda sudah menderita penyakit ginjal.

Antibiotik tertentu seperti bacitracin, amfoterisin B, sefalosporin, dll., Juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

3. Kurang Minum Air Putih

Jika tubuh Anda terhidrasi, ini membantu ginjal Anda mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Itulah salah satu alasan mengapa dokter menganjurkan Anda untuk minum banyak air untuk menghindari batu ginjal.

Menurut National Health Service di Inggris, dehidrasi merupakan salah satu penyebab utama kerusakan ginjal dan batu ginjal.

Hal itu karena dehidrasi dapat menyebabkan penumpukan racun yang tidak mudah dihilangkan oleh ginjal.

4. Konsumsi Garam Berlebih

Makanan tinggi garam mengandung natrium tinggi dan mengkonsumsinya meningkatkan tekanan darah.

Ini dapat membahayakan ginjal Anda, karena ginjal perlu bekerja lebih keras untuk mengeluarkan kelebihan garam.

Hal ini, pada gilirannya, dapat menyebabkan retensi air di dalam tubuh, yang meningkatkan risiko penyakit ginjal.

5. Begadang

Tidur sangat penting bagi tubuh Anda karena dapat melemaskan otot-otot otak Anda dan menyembuhkan serta memperbarui sel-sel tubuh.

Tidur malam yang nyenyak diperlukan untuk kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk ginjal.

Fungsi ginjal diatur oleh siklus tidur dan bangun, yang membantu mengkoordinasikan beban kerja ginjal selama 24 jam.

6. Makan Terlalu Banyak Protein Hewani

Setelah dikonsumsi, daging merah menghasilkan asam dalam jumlah tinggi di dalam darah.

Ini bisa berbahaya bagi ginjal dan menyebabkan asidosis.

Asidosis adalah suatu kondisi di mana ginjal tidak dapat mengeluarkan asam secara memadai.

Protein hewani diperlukan untuk tubuh, tetapi konsumsi berlebihan bisa berakibat fatal bagi ginjal.

7. Tidak mengobati infeksi

Jika Anda menderita infeksi umum seperti pilek, flu, tonsilitis, dll, segera mulai minum antibiotik.

Jika infeksi tidak ditangani tepat waktu, dapat membahayakan ginjal Anda.

Selain itu, jika infeksi virus tidak ditangani, dapat merusak ginjal Anda.

8. Minum alkohol

Minum alkohol dalam jumlah yang berlebihan dapat menggandakan risiko penyakit ginjal kronis.

Inilah sebabnya mengapa peminum berat biasanya memiliki peningkatan risiko masalah ginjal.

selain itu, alkohol sangat membuat dehidrasi yang selanjutnya dapat menghambat kinerja ginjal.

9. Sering Menahan buang air kecil

Buang air kecil adalah cara di mana racun dikeluarkan dari tubuh.

Jika Anda tidak sering buang air kecil, ini bisa berbahaya bagi ginjal Anda dan seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal dan menyebabkan penyakit ginjal.

10. Konsumsi gula berlebih

Gula adalah makanan lain yang berkontribusi terhadap obesitas, yang meningkatkan risiko terkena diabetes.

Gula yang dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan penyakit ginjal.

Hindari minuman manis, permen, dan soda.

Itulah beberapa kebiasaan buruk yang tanpa sadar sering kita lakukan dimana kebiasaan tersebut justru dpat memicu kerusakan ginjal.

Jadi mumpung belum terlambat, mari kita ubah kebiasaan buruk ini.

Kira-kira mana kebiasaan tersebut yang sering kalian lakukan?

Sekian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat.

======

Tak Hanya Meredakan Batuk, Inilah 6 Manfaat Daun Bangun-bangun bagi Kesehatan Tubuh

Daun bangun-bangun merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional. Daun yang juga dikenal dengan nama daun jinten ini diketahui memiliki beragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Daun bangun-bangun mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Daun yang memiliki nama latin Coleus aromaticus ini berasal dari Afrika Selatan dan Afrika Timur. Kini daun bangun-bangun mulai dibudidayakan secara luas, termasuk di Indonesia.

Selain dikenal dengan nama daun jinten, tanaman ini juga sering disebut daun aceran, daun kucing, daun kambing, majha nereng, atau daun iwak.

Kandungan Nutrisi Daun Bangun-bangun

Daun bangun-bangun tergolong sebagai tanaman herbal yang diyakini memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan tubuh. Hal ini karena daun bangun-bangun memiliki kandungan nutrisi yang meliputi:

  • Protein
  • Karbohidrat
  • Serat
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Magnesium
  • Fosfor
  • Kalium
  • Sodium
  • Zinc
  • Vitamin, termasuk vitamin A, vitamin B, dan vitamin C

Manfaat Daun Bangun-bangun untuk Tubuh

Mengingat banyaknya nutrisi yang terkandung di dalam daun bangun-bangun, tak heran bila daun ini dapat memberikan beragam manfaat untuk kesehatan. Berikut ini adalah manfaat daun bangun-bangun yang dapat Anda peroleh:

1. Menguatkan sistem kekebalan tubuh

Daun bangun-bangun mengandung vitamin C, vitamin A, aneka mineral, serta antioksidan yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat. Selain itu, kandungan antioksidan pada tanaman herba ini juga diketahui baik untuk mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas.

Tak hanya itu, beberapa riset bahkan menyebutkan bahwa kandungan antioksidan pada daun bangun-bangun juga dapat mencegah pertumbuhan sel tumor atau kanker.

Sayangnya, manfaat daun bangun-bangun tersebut masih terbatas pada studi berskala kecil di laboratorium, sehingga masih perlu diteliti lebih lanjut.

Agar daya tahan tubuh tetap terjaga, Anda juga perlu menjalani gaya hidup sehat, yaitu dengan istirahat yang cukup, kurangi stres, olahraga secara rutin, dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

2. Melancarkan ASI

Ibu menyusui perlu mencukupi asupan nutrisi dan cairan tubuhnya agar produksi ASI bisa berjalan lancar. Selain itu, untuk memperlancar ASI, ibu menyusui juga bisa mencoba mengonsumsi beberapa jenis makanan atau tanaman herbal, termasuk daun bangun-bangun.

Tanaman ini telah digunakan secara turun-temurun sebagai obat alami untuk memperlancar ASI. Ini dikarenakan daun bangun-bangun mengandung senyawa galaktagog yang dapat meningkatkan suplai ASI.

3. Melegakan saluran pernapasan

Secara tradisional, daun bangun-bangun telah banyak digunakan untuk mengatasi batuk dan membersihkan saluran napas dari lendir. Beberapa riset menyebutkan bahwa daun bangun-bangun memiliki sifat antibakteri dan efek ekspektoran yang dapat mengencerkan dahak.

Efek tersebut menjadikan daun bangun-bangun baik dikonsumsi sebagai obat batuk alami untuk mengatasi batuk berdahak akibat flu atau ISPA.

4. Meredakan demam

Tanaman herbal yang satu ini diketahui dapat meredakan demam berkat kandungan zat antiradang di dalamnya. Tak hanya itu, daun bangun-bangun juga memiliki efek antibakteri, sehingga dapat mengatasi infeksi kuman yang dapat menimbulkan demam.

Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai dosis yang tepat, efektivitas, serta keamanan daun bangun-bangun sebagai obat pereda demam.

5. Melancarkan buang air kecil

Daun bangun-bangun merupakan tanaman herbal yang juga dikenal memiliki efek diuretik alami, sehingga dapat merangsang pembentukan dan pembuangan urine. Dengan lebih banyak mengeluarkan urine, zat beracun dan cairan berlebih dalam tubuh pun dapat dikeluarkan.

Efek ini membuat daun bangun-bangun baik dikonsumsi untuk memelihara kesehatan ginjal dan mencegah infeksi serta pembentukan batu di saluran kemih.

6. Menjaga kesehatan tulang

Daun bangun-bangun mengandung asam lemak sehat, seperti omega-3 dan omega-6, yang baik untuk kekuatan tulang dan sendi. Sebuah studi mengungkapkan bahwa kandungan omega-3 dan omega-6 bermanfaat untuk mencegah dan meringankan radang sendi serta memperbaiki kerusakan tulang dan sendi akibat penuaan.

Bersama dengan kalsium dan vitamin D, kandungan asam lemak sehat dalam daun bangun-bangun tersebut juga baik untuk mencegah penyakit osteoporosis, terutama pada lansia.

Beberapa manfaat daun bangun-bangun di atas bisa Anda peroleh jika mengonsumsinya sebagai suplemen atau jamu. Meski demikian, masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan daun bangun-bangun bagi kesehatan, terutama jika hendak dimanfaatkan sebagai obat.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsi daun bangun-bangun, terlebih jika Anda menderita penyakit tertentu, seperti gagal ginjal.

Tags: #dampak buruk sering menahan kencing #manfaat daun bangun bangun bagi kesehatan tubuh