Seperti ini Maksud Allah Membeberkan Ngerinya Dosa Z*na, Seperti Mudahnya Proses Kelahiran Hasil Perz*nahan


Sepertinya suatu kebanggaan bila wanita hamil dalam naungan pernikahan. Padahal itu seharunya menjadi hal wajar. Kenapa? Karena di lingkungan kita sekarang ini, wanita hamil serta melahirkan di luar nikah alias zina sudah begitu banyaknya dan sepertinya kejadian berlumur dosa ini terlihat wajar.

Rasul sudah mengatakan bahwa di akhir zaman memang akan terjadi banyak perzinahan.

“Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada banyak yang membandingkan bahwa ternyata perempuan yang hamil dan melahirkan anak hasil zina itu lebih mudah melalui prosesnya jika dibandingkan dengan wanita yang telah menikah.

Coba saja perhatikan. Biasanya, wanita yang hamil karena zina tidak begitu terlihat perubahan fisiknya. Tahu-tahu sudah tiga atau lima bulan. Rata-ratanya wanita yang hamil namun belum menikah ini dapat bersalin dengan mudahnya di lokasi manapun tanpa bantuan siapapun.

Kadang-kadang, tanda-tanda sebagai orang hamil juga tidak terlihat. Perutnya tidak terlihat besar, dapat pula berjalan dengan gagahnya. Kadang, bisa pergi ke sekolah dan membuat kegiatan lapangan sebagaimana siswa lainnya, sedangkan sebenarnya sedang mengandung.

Dikutip dari mozaik.inilah.com, ternyata, ketakutan yang amat sangat membuat seorang wanita dapat melahirkan anaknya dengan mudah. Mulai dari hubungan yang salah, ketika hamil tidak timbul kesusahan sebagaimana wanita-wanita biasa ketika sedang hamil. Allah SWT mencabut rasa kesusahan itu sehingga tidak mendapatkan pahala sebagaimana wanita-wanita lain yang bersusah payah ketika hamil hasil pernikahan yang sah.

Kemudian ketika melahirkan, mudah saja anak itu keluar. Maka, pahala sakit karena melahirkan anak itu telah diangkat darinya. Wanita biasa, pada keadaan begini harus dibantu oleh bidan yang terampil, itu pun susah dan sakit untuk melahirkan anak, tetapi wanita yang telah berzina tidak demikian adanya.

Setelah anak itu lahir, tidak jarang bayi itu dibunuh agar tidak meninggalkan jejak. Mengapa sampai begitu kejam? Karena perasaan kasih sayang sudah dicabut juga darinya. Allahualam bishawwab.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang),” (al Israa`/17 : 32)

======

3 Manfaat Belimbing Wuluh yang Sayang untuk Dilewatkan

Meski berukuran kecil, manfaat belimbing wuluh ternyata begitu besar. Beragam kandungan nutrisi di dalam buah ini baik untuk kesehatan tubuh, mulai dari memelihara kesehatan jantung hingga mempercepat penyembuhan luka.

Belimbing wuluh merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Karena rasanya yang asam, manis, dan getir, buah ini kerap dijadikan sebagai bahan masakan untuk berbagai macam makanan.

Selain menambah cita rasa masakan, nutrisi yang terkandung dalam buah belimbing wuluh memiliki beragam manfaat untuk tubuh. Buah ini juga mengandung kandungan nutrisi yang mirip dengan buah belimbing.

Dalam 100 gram belimbing wuluh, terkandung sekitar 30 gram kalori dan beragam nutrisi berikut ini:

  • 2,8 –3 gram serat
  • 6,7 gram karbohidrat
  • 60 IU vitamin A
  • 35 miligram vitamin C
  • 0,15 miligram vitamin E
  • 12 mikrogram folat
  • 130 miligram kalium
  • 10 miligram magnesium
  • 0,12 miligram zinc

Belimbing wuluh juga mengandung vitamin B dan beragam jenis antioksidan, seperti lutein, zeaxhantin, dan flavonoid.

3 Manfaat Belimbing Wuluh untuk Kesehatan

Berikut ini adalah beberapa manfaat belimbing wuluh untuk kesehatan yang dapat Anda peroleh:

1. Mengontrol kadar gula darah

Kadar gula yang tinggi dan tidak terkontrol di dalam darah dapat menimbulkan terjadinya resistensi insulin. Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menyebabkan penyakit diabetes tipe 2.

Penyakit ini erat kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular, kerusakan saraf mata, hingga gangguan saraf dan ginjal.

Beberapa riset menunjukkan bahwa konsumsi belimbing wuluh diyakini dapat mengontrol kadar gula dalam darah. Hal ini diduga berkat kandungan antioksidan dan serat di dalam belimbing wuluh yang diketahui baik untuk menjaga gula darah tetap stabil.

2. Mempercepat penyembuhan luka

Ketika Anda terluka, tubuh membutuhkan kolagen untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Agar dapat memproduksi kolagen, tubuh membutuhkan asupan vitamin C yang cukup.

Sama halnya dengan buah belimbing biasa, belimbing wuluh juga kaya akan kandungan vitamin C. Vitamin ini diketahui dapat merangsang pembentukan kolagen yang baik untuk kesehatan kulit dan proses pemulihan luka.

3. Memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah

Belimbing wuluh diketahui bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Manfaat ini dapat diperoleh berkat kandungan antioksidan, serat, vitamin C, dan kalium di dalamnya.

Kalium berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, sedangkan serat dapat menurunkan kadar kolesterol dan gula darah. Kandungan vitamin C di dalam belimbing wuluh juga dapat mengurangi peradangan dan mencegah penyumbatan di pembuluh darah (aterosklerosis).

Tak hanya itu, buah belimbing wuluh juga termasuk sebagai sumber antioksidan yang baik. Ini artinya, belimbing wuluh dapat mencegah kerusakan sel tubuh dan pertumbuhan sel kanker akibat paparan radikal bebas.

Secara umum, belimbing wuluh baik dikonsumsi sebagai tambahan dalam menu makan sehat Anda sehari-hari. Namun, efektivitas dan keamanan penggunaan belimbing wuluh sebagai obat-obatan atau suplemen hingga kini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Berbahaya bagi Penderita Gangguan Ginjal

Meski memiliki banyak manfaat untuk tubuh, ternyata tidak semua orang boleh mengonsumsi buah belimbing wuluh. Berbagai penelitian menunjukan bahwa konsumsi belimbing wuluh dapat menyebabkan efek berbahaya bagi mereka yang memiliki penyakit atau gangguan ginjal.

Hal ini dikarenakan buah belimbing, baik belimbing wuluh maupun belimbing biasa, memiliki senyawa yang disebut caramboxin. Pada orang dengan kondisi ginjal yang sehat, senyawa ini mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.

Namun, bagi mereka yang memiliki gangguan fungsi ginjal, senyawa caramboxin akan sulit atau bahkan tidak bisa dikeluarkan dari tubuh. Akibatnya, racun ini akan menumpuk di dalam tubuh dan bisa menimbulkan gangguan saraf.

Keracunan buah belimbing wuluh maupun belimbing biasa dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti cegukan dan kejang. Bahkan, pada beberapa kasus yang bersifat serius, keracunan belimbing dapat menyebabkan kematian.

Perhatikan Hal-Hal Berikut Sebelum Mengonsumsi Belimbing Wuluh
Agar lebih aman, Anda disarankan untuk mengikuti beberapa tips berikut ini saat hendak mengonsumsi belimbing wuluh:

  • Pastikan buah belimbing wuluh sudah cukup matang untuk dikonsumsi.
  • Cuci buah belimbing wuluh di bawah air mengalir hingga bersih.
  • Pastikan tidak ada ulat atau kotoran yang tertinggal sebelum dikonsumsi.

Jika Anda tidak memiliki gangguan ginjal, belimbing wuluh layak dicoba sebagai salah satu pilihan menu makanan sehat sehari-hari.

Namun, jika Anda mengalami gangguan ginjal atau masalah kesehatan setelah mengonsumsi belimbing wuluh, segera periksakan diri ke dokter agar penanganan yang tepat dapat dilakukan.

======

Kapan Bayi Boleh Minum Air Putih?

Minum air putih memang baik untuk kesehatan, bahkan sangat dianjurkan. Namun, anjuran ini tidak berlaku untuk bayi. Bayi yang masih terlalu kecil belum boleh minum air putih. Jadi, kapan bayi boleh minum air putih, sih?

Peran air putih sangat penting untuk menjaga kesehatan organ dalam, menjaga kesegaran kulit, mendukung kerja otot dan sendi, serta melindungi saraf.

Walau memiliki segudang manfaat, nyatanya pemberian air putih pada bayi ada aturannya, lho. Sejak lahir hingga berusia 6 bulan, bayi hanya boleh mendapatkan pasokan cairan yang berasal dari ASI atau susu formula.

Waktu Terbaik Memberikan Air Putih kepada Bayi

Memberikan air putih atau menambahkan air putih pada ASI atau susu formula kepada bayi berusia kurang dari 6 bulan bisa menimbulkan risiko pada kesehatannya, meliputi perut kembung, kurangnya minat untuk menyusu, kekurangan gizi, diare, hingga hiponatremia.

Oleh karena itu, Bunda baru boleh memberikan air putih kepada Si Kecil jika ia sudah berusia 6 bulan atau sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Sejak usia ini, bayi memang sudah membutuhkan lebih banyak energi dan cairan dari makanan atau minuman selain ASI.

Namun, jumlah air putih yang boleh diminum masih perlu diperhatikan, ya, Bun. Takaran air putih untuk bayi berusia 6 bulan ke atas adalah sekitar 60 ml, sedangkan bayi berusia 12 bulan ke atas diperbolehkan minum air putih sebanyak 450 ml per hari. Takaran ini akan meningkat, seiring bertambahnya usia bayi. Selain air putih, Bunda juga bisa memberikan Si Kecil air tajin sesekali, terutama ketika ia sedang diare.

Bunda juga tidak dianjurkan terlalu banyak memberikan air. Hal ini dikarenakan badan bayi yang kecil lebih berisiko mengalami kelebihan air dan ketidakseimbangan elektrolit, seperti hiponatremia, yang dapat berdampak fatal.

Gejala yang timbul bila bayi mengalami keracunan air adalah muntah tanpa mual, kejang, penurunan kesadaran, mengantuk, dan kebingungan. Tanda-tanda ini disertai dengan lebih sering buang air kecil (> 8 kali), warna urine putih seperti air saja, dan pembengkakan pada wajah, lengan, atau kaki.

Memberikan air putih kepada bayi boleh-boleh saja, tapi pastikan Bunda memperhatikan takarannya, ya. Selain itu, penting juga bagi Bunda untuk memperhatikan anak selama ia berenang atau mandi. Pastikan ia tidak terlalu sering berada di bawah air atau menelan air.

Bila Bunda masih belum yakin kapan bayi boleh minum air putih, bingung dengan aturan pemberian air putih kepada bayi, atau jika Si Kecil mengalami gangguan kesehatan setelah diberikan air putih, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Tags: #manfaat belimbing wuluh bagi kesehatan #ngerinya dosa zina #waktu bayi boleh minum air putih