Sering Datang Malam Pulang Subuh, Warga Duga Kasatpol PP Kota Makassar ‘Cuci Botol’ Di Rumah Rachmawaty


Kasus pembunuhan seorang anggota Dishub Kota Makassar yang terbongkar karena faktor cinta segitiga antara Kasatpol PP, M. Iqbal Isnan dengan Kabid Transportasi Publik, Rachmawaty Prilly memang membuat gempar pemberitaan di berbagai media.

Najamuddin Sewang, seorang anggota Dishub Kota Makassar tewas setelah ditembak orang suruhan Kasatpol PP Kota Makassar tersebut. Terungkap motif pembunuhan karena cemburu akibat cinta segitiga.

Sempat dikira motif perampokan, terungkap ternyata Kasatpol PP Kota Makassar itu cemburu karena cinta segitiga antara mereka. Menyewa orang bayaran yang ternyata seorang polisi, Iqbal Isnan mengeluarkan uang puluhan juta untuk menyingkirkan Najamuddin.

Kedekatan antara Kasatpol PP Kota Makasaar, M. Iqbal Isnan dengan Rachmawaty Prilly seorang pejabat Dishub Kota Makassar diduga sudah terjalin lama.

Hal tersebut seperti dilansir dari akun Instagram @makasar.iinfo yang mengungkap pernyataan seorang penjaga keamanan komplek rumah Rachmawaty Prilly tinggal.

Fajar, seorang Satpam di komplek perumahan tersebut mengatakan sering melihat ada pejabat yang sering berkunjung ke rumah Rachmawaty Prilly.

“Saya langsung ingat kalau ada pejabat sering berkunjung ke rumah Rahma, di komplek ini, pria itu kayaknya adalah Iqbal Isnan. Ada yang bilang pacarnya Rahma, ada juga yang bilang mereka sudah nikah siri,” ucap Iqbal, seperti dikutip Hops.ID, Sabtu, 7 Mei 2022.

Dia mengungkap jika kunjungan pria ke rumah Rachmawaty Prilly dalam seminggu bisa 2 kali. Bahkan menurutnya warga ada yang menduga kedatangan orang itu untuk ‘cuci botol’ karena sering datang malam dan pulang subuh.

“Biasa datang malam pulang subuh. Atau datang siang pulang malam. Kami tak berani menegur karena katanya sudah menikah,” ucapnya.

Fajar juga menjelaskan jika semenjak kasus pembunuhan yang melibatkan Kasatpol PP Kota Makassar, Iqbal Isnan terbongkar, Rachmawaty Prilly sudah tidak pernah pulang ke rumahnya sejak dua minggu lebih.

Terekam oleh CCTV, terlihat bagaimana Najamuddin Sewang ditembak oleh orang tak dikenal saat berada di jalan. Sempat ditolong warga, nyawa anggota Dishub Kota Makassar itu tak bisa diselamatkan.

Polisi berhasil membongkar kasus tersebut yang ternyata dilatarbelakangi cinta segitiga dan orang yang menjadi eksekutor juga berhasil diungkap yaitu seorang anggota kepolisian yang dibayar puluhan juta oleh tersangka.***

Istri Najamuddin Sewang tak kalah cantik dengan Rachmawati Prilly gebetan Kasatpol PP Makassar

Kasus pembunuhan Najamuddin Sewang petugas Dishub Kota Makassar yang diotaki Kasatpol PP Kota Makassar, M. Iqbal Asnan, sangat menggemparkan publik.

Apalagi diketahui, motif pembunuhan sendiri lantaran cinta segitiga antara mereka berdua dengan seorang janda cantik yang juga kerja di Dishub Makassar bernama Rachmawaty.

Kasatpol PP Makassar M. Iqbal merasa tersaingi oleh Najamuddin Sewang dan mengambil tindkan dengen merencanakan pembunuhan terhadap Najamuddin.

Kasus ini sendiri terungkap, setelah Polrestabes Makassar yang menangkap 3 pelaku pada 16 April 2022 lalu. Polisi pun turut menangkap M. Iqbal di rumahnya tanpa perlawanan.

Namun kasus ini cukup menarik perhatian, karena permasalahan ini hanya karena memperebutkan seorang janda. Namun berujung pada pembunuhan.

Untuk diketahui, Kasatpol PP Makassar M. Iqbal sendiri telah mempunyai seorang istri, begitu juga dengan Najamuddin Sewang yang mempunyai istri bernama Rovida Setya Ikhsani.

Bahkan Rovida istri Najamuddin juga mempunyai wajah yang tak kalah cantik dengan Rachmawati, janda yang diperebutkan Najamuddin dan M.Iqbal.

Rovida dan almarhum Najamuddin tinggal di Perumahan Recidence Alauddin, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Rovid selama ini tinggal bersama suami dan dua anaknya di rumah tersebut. Korban Najamuddin Sewang sendiri di makamkan di Kelurahan Papa, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar.

Raut wajah sedih masih terlihat jelas di wajah Rovida yang ditinggal sang suami untuk selama-selamanya. Suaminya Najamuddin Sewang masih mengenakan seragam Dinas Perhubungan Kota Makassar (Dishub) saat tewas ditembak saat itu.

Awalnya dia menduga suaminya kena serangan jantung lalu mengalami kecelakaan tunggal di lokasi tersebut.

“Yang pastinya atas meninggalnya suami saya, saya ikhlas, ridho apa lagi dia meninggal dalam keadaan puasa lagi cari nafkah untuk keluarganya,” kata Rovida dikutip Hops.ID dari Jambi Ekspres Rabu 20 April 2022.***

Pantas jadi rebutan, ini daya tarik Rachmawaty Prilly yang bikin Kasatpol PP Makassar nekat habisi NS

Rachmawaty Prilly menjadi salah satu nama yang banyak diperbincangkan pada beberapa waktu terakhir.

Hal itu karena dugaan keterlibatannya dalam kasus pembunuhan yang dilakukan Iqbal Asnan pada pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang.

Santer dikabarkan Najamuddin ditembak oleh Iqbal Asnan yang menjabat sebagai Kasatpol PP Pemkot Makassar karena permasalahan cinta segitiga.

Lantas, apa daya tarik Rachmawaty sehingga ia begitu diperbutkan oleh dua lelaki tersebut? Simak ulasan berikut.

Berparas rupawan dan modis

Dalam unggahan-unggahan Instagram pribadinya di akun @rahmawatyprilly, Rachmawaty kerap memperlihatkan kegiatan sehari-harinya. Termasuk saat ia sedang berlibur di sebuah pantai.

Pada foto tersebut nampak janda satu anak ini mengenakan pakaian casual dan tersenyum ke arah kamera. Ia nampak cantik dengan kulit putih bersih yang dimilikinya.

Pada foto lain pun ia nampak mahir mamdupadankan busana hingga terlihat modis. Terlihat pula beberapa aksesoris dikenakannya.

Wanita karier

Berstatus sebagai janda satu anak, membuat Rachmawaty menjadi seorang wanita karier. Ia bertugas sebagai kepala seksi (kasi) Transportasi Publik Dinas Perhubungan Makassar.

Masih dalam unggahannya, Rachmawaty kerap membagikan kegiatannya saat bekerja. Termasuk dengan seragam lengkap kedinasannya.

Bisa karate bersabuk hitam

Ia diketahui sebagai salah satu pengurus persatuan atlet karate di Makassar. Ia pun sering mengunggah foto saat dirinya sedang menggunakan pakaian karate lengkap dengan sabuk berwarna hitam.

Wanita bisa bela diri menjadi salah satu daya tarik yang tak banyak dimiliki wanita lain.***

Ada kaitan dengan teroris, rebutan janda pegawai Dishub Makassar oleh Kasatpol PP yang tewaskan Najamudin

Ditemukan fakta baru terkait kasus pembunuhan yang didalangi oleh Kasatpol PP Makasar M. Iqbal Asnan yang tewaskan pegawai Dishub, Najamudin Sewang.

Dalam kasus yang diduga karena adanya cinta segitiga yakni perebutan janda, kepala seksi (kasi) Transportasi Publik Dinas Perhubungan Makassar, Rachmawaty Prilly ini diduga ada kaitan dengan jaringan teroris.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Budhi Haryanto mengungkap pistol yang digunakan pelaku untuk menembak pegawai Dishub Makassar Najamudin Sewang dibeli dari jaringan teroris.

Pistol yang dipakai membunuh Najamudin dibeli secara online dari jaringan teroris

“Pistol jenis revolver itu dibeli secara online (daring) oleh tersangka dan ternyata belinya sama jaringan teroris,” kata Kombes Pol. Budhi Haryanto saat merilis pengungkapan kasus penembakan di Makassar, Sulsel, dikutip Hops.ID dari jaringan Media Pikiran Rakyat pada Selasa, 19 April 2022.

Pembelian senjata atau pistol secara online dari jaringan teroris itu diketahui setelah dilakukan uji forensik pada Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Cabang Makassar.

Dimana ditemukan menyebutkan pistol yang dipakai untuk pegawai Dishub, Najamudin Sewang, bukan rakitan tetapi adalah senjata yang dibuat secara pabrikan.

Disamping itu, dari hasil penyelidikan pada proyektil berkaliber 33 dan 38 adalah buatan pabrik.

Pistol dan peluru buatan pabrik atau bukan rakitan

Saat kejadian, kata dia, tiga butir peluru ditembakkan pelaku kemudian selongsong dari peluru tersbut sudah disita. Demikian halnya dengan peluru utuh yang berjumlah 53 butir, termasuk senjata jenis pistol revolver tersebut.

“Setelah didalami tempat mendapatkan senjatanya, pelaku mengaku membeli secara online. Setelah ditelusuri, ternyata itu adalah jaringan teroris. Ini sementara didalami lagi,” terangnya.

Namun, Kapolrestabes enggan memerinci terkait jaringan teroris yang terlibat karena menjual senjata pada pelaku penembakan.

Pihaknya beralasan masih dalam tahap terus mendalami dan melakukan pengembangan terhadap jaringan tersebut.

Sementara itu, pada kasus pembunuhan yang didalangi oleh Kasatpol PP Makasar M. Iqbal Asnan yang tewaskan pegawai Dishub, Najamudin Sewang perkara itu polisi telah menetapkan lima orang tersangka yang masing-masing berinisial MIA (Kasatpol PP Makassar), SU, CA, AS, dan SL.

MIA atau Iqbal Asnan sendiri bertindak sebagai otak dari pembunuhan dibantu empat orang lainnya sebagai perencana dan eksekutor.