Setelah Diteliti, Ternyata Mertua yang Tak Menyukai Menantu Punya 7 Ciri ini, Nomor 2 Paling Sering Dilakukan


APAKAH MERTUAMU SALAH SATUNYA…!

Sebagai wanita, Memiliki rumah tangga yang harmonis dan hidup tentram baik dengan mertua itu hal yang sulit. Karena butuh waktu untuk melakukannya. Dan juga tergantung dengan orangnya. Tapi banyak juga yang gagal untuk menjalani hidup yang harmonis dengan mertua. Dan bisa jadi malah mertuamu jadi tak baik denganmu baik itu secara diam-diam maupun terang-terangan.

Mengutip popbela, kalau sampai mertuamu bicara atau melakukan 7 hal ini, maka sebaiknya kamu bicarakan dengan suamimu untuk mengatasinya dan mencari jalan keluarnya.

1. Selalu membicarakan mantan dari pasanganmu

Rasanya sedih ketika mendengar ibu mertua membicarakan mantan dari suamimu, selalu setiap waktu. Bahkan, kata-katanya seakan membandingkan dirimu dengan perempuan sebelumnya. Ketika sudah membuatmu merasa nggak nyaman, utarakanlah pada pasanganmu.

2. Mengkritikmu secara berlebihan

Kritik yang baik adalah yang membangun diri kita. Namun jika ibu mertua memberikan pendapat keras pada penampilanmu, ambisimu, bahkan pada keluargamu, itu sudah menjadi pertanda bahwa dia nggak menyukaimu.

3. Mengabaikan dan melupakanmu

“Jika ibu mertua nggak menyukaimu, ia akan mengabaikanmu,” ujar Davis April, relationship expert dan CEO LUMA, “Dia nggak akan melibatkanmu dalam diskusi keluarga dan nggak akan mengajakmu. Ketika membahas rumah tanggamu, ia hanya menyebutkan nama pasanganmu. Lebih jelas lagi, ia terus membicarakan hal-hal di masa lalu.”

4. Nggak peduli denganmu atau kehidupanmu

Bertanya mengenai kabar atau hobi adalah salah satu bentuk perhatian yang bisa ditunjukkan ibu mertua padamu. Jika ia nggak melakukannya, adalah pertanda bahwa ia nggak tertarik denganmu.

5. Bersikap dingin saat kamu ada

Jika Beliau berhenti berbicara saat kamu datang mendekat, bersikap dingin padamu namun akrab pada orang lain, atau nggak menceritakan kehidupannya padamu, dia sudah menunjukkan tanda ketidaksukaannya padamu.

6. Enggan meminta maaf

Kalau kamu dan ibu mertua terlibat dalam perdebatan dan ia menjawab seperti, “Maaf jika kamu berpikir aku menyakitimu,” tandanya dia nggak sepenuhnya meminta maaf padamu. Dia menyalahkan kesalahpahamanmu daripda menyesali dirinya yang melukai hatimu.

7. Perasaan aneh dalam hatimu

Mungkin kamu merasa terlalu berlebihan untuk berpikir bahwa ibu mertua nggak menyukaimu. Namun boleh jadi intuisimu benar, Bela. “Intuisi adalah alat yang paling kuat dalam diri setiap orang, gunakan dan dengarkan. Kamu merasa ibu mertua hanya bertoleransi padamu demi anaknya, bukan karena menyayangimu dengan tulus? Perasaanmu mungkin benar,” ujar Psikologist Dr. Anjhula Mya Singh Bais.

Ketika mengalami hubungan yang nggak harmonis seperti ini, diskusikanlah dengan pasanganmu. Ia harus mendukungmu secara penuh. Dr. Jes O’Reiliy, Ph.D., resident seksologi Astroglide mengatakan, “Jika pasanganmu nggak ingin terlibat di antara kamu dan ibunya, katakan bahwa dirinya memang harus melakukannya. Kamu dan dirinya adalah satu tim.” Terlepas dari rasa sedih karena adanya jarak dengan ibu mertua, kita tetap harus memberikan yang terbaik sebagai menantunya, Bela.

Seorang Ibu Bisa Merawat 10 Anak. Tapi 10 Anak Belum Tentu Bisa Merawat Seorang Ibu

Tulisan ini di ambil dari timeline facebook. Entah siapa yang membuatnya.satu-ibu

Percakapan di Angkot (copas)
Baru berapa saat saya naik, “kiri sep…” kata ibu tua di depanku sambil berkemas. Mobil pun minggir. Sopirnya masih muda, mungkin belum sampai 25 usianya.

Sopirnya bertanya : “ibu turunnya bisa? pelan-pelan aja bu….” katanya.

Si ibu menjawab, “turunnya mah pelan pelan bisa sep, tapi nyeberangnya ibu takut.”

Sopir pun turun dari mobil menuju pintu belakang penumpang, “sini bu saya tolongin” katanya.

Sopir itu membimbing ibu tua itu turun, lalu membantu menyeberangkan pelan pelan karena ibu tua itu jalan tertatih tatih.

Setelah kembali ke mobil, saya iseng bertanya… “ibu nya mas?”

“bukan..” jawabnya..

“oh.. saya kira ibunya, manggilnya sep..saya kira mas nya namanya asep..” kataku ringan. “baik banget mas mau ngurusin sampai nyebrangin segala…”

“kalau itu ibu saya bu, gak bakalan saya biarin pergi-pergi sendiri. Kalau jatuh, ketabrak, atau sakit di jalan gimana coba?

Saya suka sedih bu lihat ibu-ibu tua, ngapa-ngapain sendirian. Padahal dulu pasti lagi mudanya pergi-pergi anaknya selalu dibawa, dijagain takut anaknya jatuh , diurusin siang malem waktu anaknya sakit. ya gak bu?” tanyanya….

“iya jawabku singkat…” (Tenggorokan rasa terkunci)

“Iya bu..Orang kadang gak ngehargain ibunya… kalau senang lupa, kalau susah pasti nyari ibunya…. padahal bu.. saya ini gak punya ibu, ibu saya meninggal dari saya kecil.

Saya diasuh orang lain, barangkali kalau saya punya ibu, nasib saya gak begini… karena pasti ada ibu yang ngedoain supaya jadi anak yang sukses. Orang lain di doain ibunya, belum tentu juga inget dan sadar kalau itu tuh hasil doa sama jeripayah ibunya… yaa gak bu?”

“iya..” jawabku lemah…

“kiri depan yaa… saya doain mas selalu dimudahkan rejekinya dan bisa sukses yaa mas. jangan lupa ibunya dikirimin doa. makasih yaa..”

saya buru buru ambil Hp di tas…
“asalamualaikum. ..
mama..lagi apa? sehat ma? sama siapa di rumah? …..”

# maafkan aku mama.

Satu pelajaran yang paling berharga dalam Hidup ini adalah “SATU Orang Tua Bisa Merawat 10 Anak sekaligus, Namun Belum Tentu 10 Orang anak Bisa Merawat SATU Orang Tua”.

Begitu juga dengan, ” Rumah Ibu dan Ayah sudah tentu rumah anak-anaknya, tapi rumah anak-anaknya belum tentu rumah Ibu dan Ayahnya. ”

Harapan orang tua sebenarnya tidak terlalu muluk-muluk pada anak-anak mereka. Bukan harta benda yang mereka inginkan, karena apa yang mau dipamerkan dengan harta bahkan untuk bersolek atau memamerkan harta mereka saja sudah begitu payah karena usianya yang telah renta, tubuhnya yang lemah dan nafasnya yang sering sesak.

Beberapa orang tua hanya menginginkan anak-anak mereka selalu dalam keadaan sehat dan baik, bisa menyentuh mereka, bisa mendengar suara mereka, bisa memeluk mereka bahkan jika bisa mereka ingin menyuapi anak-anak mereka yang telah dewasa.

Karena jika Anda tahu, sebesar atau sedewasa apa pun kita sekarang, para orang tua kita akan selalu memandang kita seperti kita anak kecilnya yang dulu digendong dan diperhatikan dengan penuh kasih sayang.

Terakhir, jangan sampai Anda menyesali ketika Anda tak punya lagi kesempatan untuk bisa mencium tangan dan kaki orang tua Anda karena mereka telah tiada.

Jika disadari tak akan mungkin kita bisa membalas semua perjuangan mereka pd kita. Jadi jangan sia-siakan waktu yang tersisa dengan ketidakpedulian kita kepada orang tua.

Karena kesuksesan Anda di dunia tak pernah sedikit pun lepas dari doa restu orang tua, ibu dan ayah kita.

Berbahagialah wahai engkau yang masih memiliki orang tua, berbahagialah wahai engkau yang bisa selalu dekat dan mencium tangan orang tua kita, berbahagialah wahai engkau yang bisa menjaga orang tua kita, menyuapi mereka, membersihkan badan mereka, menggantikan baju mereka, bahkan membersihkan kotoran mereka orang tua kita yang sudah renta dan tinggal menunggu giliran ketika Tuhan memanggil mereka.

**terima kasih yg sdh berbagi pengalaman dan share tulisan ini, silakan share jika bermanfaat**