Solusi Tepat agar Anak Perempuan Tidak Pacaran, Dijamin Berhasil!

299 views


Kehidupan sosialita remaja sepertinya tak bisa ditolak oleh orangtua mereka. Terutama orangtua yang mempunyai remaja putri, ada cowok yang mengajaknya berpacaran, seperti yang dilakukan teman-temanya. Mirisnya orangtua mendukung hal itu.

Apa yang seharusnya dilakukan oleh orangtua?

Apa harus mengancamnya agar tidak pacaran?

Tidak, karena bukannya dia akan patuh. Tapi malah takut dan bisa saja berbohong dibelakang. Pacaran secara sembunyi-sembunyi. Dan itu bukan sesuatu yang baik sama sekali.

Apa harus mengurungya sepulang sekolah?

Mungkin itu akan jauh lebih buruk. Dia akan terisolasi dari dunia luar yang bisa menyebabkan sudut pandangnya menjadi sempit. Kemampuan sosialnyapun akan rendah sehingga dia menjadi tipe yang tidak berani mendobrak sesuatu yang salah.

Hanya ada dua cara yang bisa kulakukan.

Pertama, sebagai ayah jadilah standar utama baginya untuk pacaran dengan seseorang.

Ayah yang sholeh, yang kuat pemberani, dan tentunya tak melakukan hal-hal yang dilarang agama, di depan anak, masyarakat atau kapanpun juga.

Dan tentunya orangtua berharap secara otomatis, putrinya akan mengisolasi dirinya dari pria manapun yang tidak lebih baik dari sosok ayahnya.

Dia akan membandingkan kecerdasan gebetannya dengan ayahnya, dia akan menilai kelembutan gebetannya dengan perlakuan ayahnya, dia akan melihat kealiman gebetannya dengan membandingkan sosok ayahnya.

Dia akan memerhatikan karakter gebetannya dengan kerja keras ayahnya, dan dia akan merasakan cinta gebetannya dengan kasih sayang ayahnya.

Jika nanti dia jatuh hati pada pria yang telah melampaui Ayahnya, bahkan anda tak akan ragu sedikitpun.

Kedua, memberikan perhatian, pengertian, disiplin, dan kepercayaan penuh padanya. Agar dia tidak lagi membutuhkan ‘cinta-cintaan’ dari seorang pacar mengingat semua perasaan itu telah dipenuhi ayah dan ibunya. Sehingga, hanya ada sedikit sekali ruang kosong di hatinya yang bisa diisi oleh laki-laki manapun selama masa remajanya itu.

Selain itu, contohkan kedisiplinan dan berikan putri anda kepercayaan penuh (tanpa banyak memberi ancaman), karena itu akan menimbulkan rasa segan.

Dia akan menolak dengan tegas siapapun yang mencoba merayunya bukan karena takut, tapi karena tidak ingin merusak kepercayaan dari kedua orang tuanya.

Semoga solusi ini tepat buat anda yang bingung melarang anak pacaran.

======

Cara Mencuci Sayur dan Buah yang Benar agar Terhindar dari Berbagai Penyakit

Mencuci sayur dan buah penting dilakukan untuk menjaga kebersihan makanan tersebut sebelum dikonsumsi. Jika tidak dicuci, disimpan, atau diolah dengan benar, buah dan sayuran bisa terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit yang dapat menyebabkan penyakit.

Buah dan sayuran merupakan jenis makanan sehat yang banyak mengandung serat, antioksidan, serta nutrisi penting lainnya, termasuk karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Namun, jika tidak dicuci dan diolah dengan baik, makanan sehat ini bisa terkontaminasi bakteri serta menjadi sumber penyakit dan bahkan membuat Anda mengalami keracunan makanan.

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa pun, tetapi umumnya lebih sering terjadi pada ibu hamil, lansia, bayi dan anak-anak, serta orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya penderita HIV, kanker, atau kurang gizi.

Orang yang mengalami keracunan makanan biasanya akan mengalami berbagai gejala, seperti mual, diare, muntah, sakit perut, lemas, dan demam. Gejala ini bisa muncul dalam waktu beberapa jam setelah orang tersebut mengonsumsi buah atau sayur yang tidak dicuci dengan baik.

Proses Penyebaran Kuman ke Buah dan Sayuran

Berbagai mikroorganisme penyebab penyakit, seperti bakteri, virus, dan parasit, bisa mencemari buah dan sayuran dari berbagai sumber, di antaranya:

  • Air yang digunakan untuk irigasi di kebun atau sawah
  • Pupuk organik atau pupuk kandang
  • Kotoran hewan atau tanah
  • Proses pengemasan buah dan sayuran yang tidak higienis

Kuman yang mencemari buah dan sayur juga bisa berasal dari tangan yang kotor atau tidak dicuci, misalnya ketika seseorang tidak mencuci tangan, lalu menyentuh buah dan sayuran tersebut.

Selain itu, pemakaian alat dapur yang kotor, seperti pisau, talenan, dan panci, atau alat dapur yang digunakan bersamaan untuk mengolah daging mentah atau makanan laut juga bisa menyebarkan kuman ke buah dan sayuran.

Ingat 4P Sebelum Konsumsi Buah dan Sayuran

Tak hanya cara mencuci sayur dan buah yang harus diperhatikan dengan baik dan benar, Anda pun harus teliti dalam memilih, menyimpan, serta mengolah sayur dan buah sebelum disantap.

Lakukanlah 4P di bawah ini agar Anda terhindar dari keracunan makanan saat mengonsumsi buah dan sayuran. Langkah 4P yang dimaksud meliputi:

1. Pemilihan buah dan sayuran

Cermatlah saat memilih buah dan sayuran di pasar atau supermarket. Jangan memilih produk yang kelihatan sudah mulai rusak atau busuk.

Saat membeli buah dan sayuran yang telah dipotong dan dibungkus plastik kedap udara, pilihlah yang ditempatkan di rak pendingin. Jangan lupa untuk memeriksa tanggal kedaluwarsanya.

Selain itu, simpan buah dan sayuran di dalam plastik atau area kulkas yang berjauhan dari daging mentah atau makanan laut.

2. Pencucian sayur dan buah

Sesampainya di rumah, cuci buah dan sayuran di bawah air mengalir atau air hangat hingga benar-benar bersih guna menghilangkan kotoran dan kuman pada buah dan sayuran. Ingat, jangan mencuci sayur dan buah menggunakan sabun atau detergen.

Setelah dicuci, keringkan dengan handuk bersih atau tisu. Buah dan sayuran pun siap untuk dikonsumsi atau diproses. Sehabis dicuci, Anda juga bisa mengupas kulit sayur dan buah untuk menghilangkan bakteri.

3. Penyimpanan harus di tempat dingin

Jika Anda berniat menyimpan buah dan sayuran setelah dicuci, letakkan di wadah yang bersih dan simpan di dalam kulkas. Menyimpan buah dan sayuran di lemari pendingin dapat menjaga kesegarannya saat dikonsumsi nanti.

4. Proses dengan benar

Faktor penting ketika ingin memproses buah dan sayuran adalah kebersihan tangan. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mencuci tangan hingga bersih sebelum dan sesudah mengolah buah dan sayuran.

Hindari menggunakan peralatan dapur yang sama ketika mengolah daging mentah atau makanan laut dengan sayuran dan buah guna menghindari kontaminasi.

Selain melakukan 4P, ada hal penting lain yang harus Anda perhatikan, yaitu selalu jaga kebersihan dapur agar makanan terbebas dari kuman. Jangan lupa juga untuk membersihkan kulkas secara teratur.

Mencuci sayur dan buah penting dilakukan untuk mencegah Anda dari keracunan makanan. Namun, jika Anda mengalami diare, sakit perut, mual, muntah, atau demam setelah mengonsumsi sayur dan buah yang telah dicuci, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

======

Memahami Pentingnya Minum Air Mineral saat Hamil dan Menyusui

Air mineral merupakan pilihan yang sangat baik untuk memenuhi kebutuhan cairan ibu hamil dan ibu menyusui. Air mineral sendiri adalah air minum dari sumber air alami dengan berbagai kandungan mineral yang dibutuhkan ibu hamil, misalnya magnesium dan kalsium.

Sesuai dengan namanya, air mineral mengandung berbagai mineral esensial yang bermanfaat bagi kesehatan ibu dan anak, baik saat anak masih di dalam kandungan maupun ketika ia sudah lahir. Berbagai nutrisi esensial yang terkandung di dalam air mineral antara lain kalsium, magnesium, bikarbonat, sulfat, fluorida, dan sodium.

Manfaat Minum Air Mineral bagi Ibu Hamil

Ada beragam manfaat minum air mineral yang bisa diperoleh ibu hamil. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Saat hamil, tubuh membutuhkan cairan yang lebih banyak untuk menghasilkan darah dan air ketuban guna menunjang perkembangan janin di dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil perlu minum air mineral sekitar 10 gelas air setiap harinya.

Kurang minum air mineral saat hamil bisa menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Dehidrasi kemudian bisa menyebabkan ibu hamil merasakan berbagai macam keluhan, mulai dari sakit kepala, mood swings, kelelahan, hingga tidak bisa berkonsentrasi.

2. Mencegah infeksi saluran kemih

Dengan minum banyak air mineral, ginjal dan saluran kemih akan selalu teraliri urine. Hal ini dapat meningkatkan proses pembuangan limbah dari seluruh tubuh, sekaligus “pembilasan” saluran kemih dari kotoran atau bakteri sehingga mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

3. Mendukung pertumbuhan janin

Tidak hanya bermanfaat bagi ibu hamil, mencukupi kebutuhan air mineral juga bermanfaat untuk janin. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, air mineral sangat dibutuhkan dalam pembentukan air ketuban yang sangat penting untuk mendukung perkembangan janin.

Kandungan kalsium pada air mineral juga dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan kalsium ibu hamil. Hal ini penting untuk mendukung pembentukan tulang, jantung, saraf, dan otot janin yang sehat. Ibu hamil yang rutin minum air mineral berkalsium juga terbukti memiliki risiko lebih rendah untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah yang kurang.

4. Menurunkan risiko kelahiran prematur

Magnesium yang terkandung dalam air mineral dapat membantu menurunkan risiko terjadinya kelahiran prematur. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi magnesium dalam jumlah yang cukup selama kehamilan dapat mencegah rahim mengalami kontraksi sebelum waktunya, yang pada akhirnya dapat memicu kelahiran prematur.

Manfaat Minum Air Mineral bagi Ibu Menyusui

Tidak hanya bermanfaat untuk ibu hamil, air mineral juga bermanfaat untuk ibu menyusui. Jika ibu hamil harus mengonsumsi air mineral sekitar 10 gelas per hari, ibu menyusui harus mengonsumsi lebih banyak air mineral, yakni sekitar 13 gelas air mineral setiap harinya.

Menjaga kecukupan asupan air mineral saat menyusui adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Selain untuk mempertahankan produksi ASI yang dibutuhkan bayi, asupan air mineral yang cukup juga dapat menjaga tubuh ibu tetap terhidrasi dan bugar.

Ibu menyusui yang kurang asupan cairan akan rentan mengalami dehidrasi yang umumnya ditandai dengan gejala sakit kepala, kelelahan, kram otot, mual, hingga perubahan suasana hati yang buruk.

Minum air mineral yang cukup selama menyusui juga dapat membantu memenuhi kebutuhan kalsium yang merupakan salah satu nutrisi utama dalan produksi ASI.

Jika ibu menyusui tidak mengonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup, tubuh akan menggunakan cadangan kalsium dalam tulang untuk diberikan kepada bayi melalui ASI. Hal ini kemudian bisa menyebabkan tulang ibu menyusui menjadi lemah dan meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis di kemudian hari.

Perhatikan Kualitas Air Mineral Ibu Hamil dan Menyusui

Masa kehamilan adalah momen yang indah dan penting. Khususnya pada masa ini, sebaiknya Anda menjaga asupan cairan dengan air yang kualitasnya terjaga. Hal ini karena apa pun yang ibu konsumsi bisa memberikan efek positif maupun negatif pada janin.

Jadi, pilihlah air mineral yang berkualitas. Pastikan kemurnian mineralnya tetap terlindungi, mulai dari proses pengambilan dari sumber air hingga proses produksi di pabrik. Dengan begitu, kekayaan mineralnya pun akan terjaga untuk hidrasi yang menyegarkan.

Selain minum air mineral, ibu hamil dan ibu menyusui juga juga harus mengonsumsi berbagai makanan bergizi, seperti sayur dan buah, biji-bijian, kacang-kacangan, susu berikut produk olahannya, dan daging tanpa lemak, untuk memenuhi kebutuhan energi dan mendukung tumbuh kembang bayi.

Ibu hamil dan ibu menyusui adalah kelompok yang perlu memprioritaskan kesehatan. Mencukupi kebutuhan air mineral adalah salah satu cara mudah untuk mencapainya. Apabila Anda masih memiliki pertanyaan terkait konsumsi air mineral, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Tags: #cara mencuci buah dan sayur yang benar #pentingnya minum air mineral bagi ibu hamil dan menyusui #solusi agar anak perempuan tidak pacaran