Suami Kesal Dengan Istri: Masa Uang Belanja Rp500 Ribu Habis Sebulan

222 views


Curhatan seorang suami mengeluh istri terlalu boros karena menghabiskan Rp500 ribu sebulan ramai diperbincangkan di media sosial.

Pasalnya, publik menganggap si suami tersebut terlalu pelit karena hanya memberi Rp500 ribu kepada istri selama sebulan.

Curhatan tersebut diunggah oleh akun Instagram nyonya_gosip, Kamis (20/5).

Seorang lelaki bernama Thoyiib Thoyiib curhat di grub Facebook Komunitas Peduli Malang Raya tentang istrinya yang dianggap terlalu boros.

Dalam curhatannya itu, lelaki yang berasal dari Malang itu mengaku istrinya merupakan perempuan galak.

Bahkan, ia menganggap sang istri seperti sepeda motor RX King yang selalu berisik. Menurutnya, sifat tersebut sangat tidak ia sukai.

Selain itu, Thoyiib juga tidak suka dengan sang istri yang dianggap sangat boros. Ia sampai tak habis pikir lantaran istri tercinta menghabiskan Rp500 ribu selama sebulan

Menurutnya, jumlah nominal uang tersebut masih bisa tersisa jika hemat.

Punya istri kok kayak RX King. Sudah berisik, borosnya minta ampun. Masa uang belanja Rp500 ribu habis dalam sebulan. Istri macam apa ini,” bunyi tulisan di postingan tersebut.

Begitulah pengakuan seorang suami bernama Thoyiib yang menganggap istrinya sangat boros dengan menghabiskan uang belanja Rp500 ribu sebulan.

Hal itulah yang membuatnya kesal lantaran sang istri dianggap tidak bisa berhemat.

Di samping itu, ia juga terganggu dengan sifat istri tercinta yang selalu ngomel bak sepeda motor RX King.

Sontak, dari curhatannya tersebut, para warganet pun tampak naik pitam membaca status lelaki asal Malang bernama Thoyiib itu.

Menurut warganet, suami tersebut dianggap sangat pelit.

Bahkan, banyak yang menganggap Thoyiib merupakan lelaki yang tidak bertanggung jawab lantaran hanya memberi uang belanja ke istri Rp500 ribu selama sebulan.

Padahal, di era saat ini, mereka menyebut uang belanja dengan nominal tersebut tidak akan cukup untuk membiayai kebutuhan rumah tangga selama sebulan.

Beberapa menganggap suami tersebut harus lebih bekerja keras ketimbang mengeluh karena hanya mampu memberi Rp500 ribu ke istri per bulan.

“Lu laki macam apa?” tulis puputput26.

“Rp500 ribu nggak berarti sekarang woiiii. Coba lu sendiri yang belanja ke pasar. Beli ini itu buat masakan di rumah biar lu tahu,” sahut @ria_a90.

“Uang makan aku aja lebih dari segitu. Laki gini pensiunin aja jadi laki, nggak tahu malu,” timpal @hanisya1016.

Jika Anda Sering Disalahkan Suami, Baca dan Amalkan Ayat Ini, Begini Hasilnya

Dalam hidup rumah tangga, sebagai suami atau istri, kita harus sering mengalah. Mengalah tidak pernah bermakna benar-benar kalah.

Dalam banyak konteksnya, mengalah merupakan stretegi jitu untuk mendapatkan kemenangan bersama, bukan mempertahankan egoisme.

Sebagai suami, laki-laki sering merasa kuat hingga bisa melakukan apa saja, termasuk perkataan dan tindakan kasar atau tak layak lainnya.

Ada begitu banyak laki-laki yang tidak memahami kewajibannya sebagai pemimpin sehingga mudah melakukan tindakan-tindakan sewenang-wenang atas nama ketegasan.

Saat itu, seorang istri harus mampu bersikap sabar. Ialah kesungguhan menerima takdir dengan sepenuh syukur, lantas melakukan serangkaian upaya untuk membenahi kerusakan yang terjadi di dalam rumah tangga.

“Apabila Anda sebagai istri merasa disalahkan atau dikritik,” demikian nasihat Ustadz Salim A Fillah dalam Bahagianya Merayakan Cinta, “mengadulah kepada Allah Ta’ala terlebih dahulu.”

Mengapa harus mengadu kepada Allah Ta’ala sebagai solusi mula-mula? Lanjut dai muda asal Yogyakarta ini, “Agar ruh kita lebih terasah, perasaan kita lebih lembut, dan hati kita lebih tenang.”

Inilah akhlak yang seharusnya ada dalam setiap kita sebagai seorang Muslim. Senantiasalah mengadu kepada Allah Ta’ala atas persoalan yang menimpa.

Jangan pernah fokus apalagi menuhankan solusi. Sebab hanya Allah Ta’ala yang layak dijadikan tempat bergantung atas seluruh persoalan.

“Sesudah itu,” lanjut beliau di buku yang sama halaman 249, “barulah kita berbicara (mengajak bicara) kepada suami.”

Sebagai akhir yang menenangkan, ustadz muda beranak dua ini mengutip firman Allah Ta’ala surat Yusuf [12] ayat 86 yang bermakna,

“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.”

Mengadulah hanya kepada Allah Ta’ala sebelum melabuhkan kisah kepada sesama manusia, pun kepada pasangan kita.

Sampaikan semua yang kita hajatkan pada-Nya. Kisahkan kelemahan-kelemahan diri kita sebagai pasangan kepada-Nya, meski Dia Mahatahu sebelum kita menyampaikan aduan.

Berharaplah hanya kepada-Nya. Mintalah kepada Allah Ta’ala. Agar Dia melembutkan hati suami sehingga bertutur selembut mungkin dan berperilaku sebaik mungkin kepada kita, istrinya.

Berdoalah pula agar kita senantiasa diberi kekuatan untuk mengabdikan diri kepada-Nya dengan taat kepada suami dalam kebaikan-kebaikan dan mampu mengingatkan ketika suami bersalah.

Semoga Allah Ta’ala memberkahi keluarga kita. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Wanita Terhormat dan Punya Hati Tak Akan Mencintai Pria Beristri…

Istilah ‘pelakor’ atau akronim dari perebut lelaki orang semakin gencar dibicarakan warganet, terutama para istri yang setiap hari menyimak lini masa media sosial. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana di sekitar kita ternyata ada banyak wanita yang harus kehilangan suami mereka lantaran jatuh di pelukan wanita lain. (foto cover: ilustrasi wanita menangis)

Yang terbaru mungkin isu yang menyerang seorang Laki-laki dan teman perempuannya yang dikabarkan adalah selingkuhannya. Beliau meninggal, pada satu kecelakaan mobil yang konon dikendarai oleh sang perempuan, di kawasan Magetan, Jawa Timur. Seminggu koma, sang perempuan pun akhirnya menyusul dan menghempurkan nafas terakhirnya pada dua hari lalu.

Begini, bicara cinta memang seringkali di luar logika. Ketika seseorang sudah dibutakan oleh cinta, mungkin dia bisa saja tak peduli pada dunia dan mengabaikan segala hal demi memperjuangkan cintanya. Sayangnya, seringkali orang terperangkap pada cinta yang salah.

Sudah jelas-jelas berstatus menikah, tapi masih mencari hati yang lain. Percayalah, tak ada orang yang mau diselingkuhi. Terutama untukmu wanita, melihat fenomena yang sedang marak belakangan ini, setidaknya kita bisa belajar bahwa wanita terhormat tak akan mengambil sesuatu apa lagi seseorang yang bukan miliknya.

Wanita Itu Dikaruniai Daya Tarik Untuk Memikat Lawan Jenis, Hanya Saja, Bukankah Lebih Baik Mengincar Pria Lajang Dibanding Jadi Perusak Kebahagiaan Orang?

Menjadi wanita terhormat memang sebuah pilihan. Kamu mau atau tidak, ya semua itu keputusanmu. Kalau kamu pada akhirnya memilih mengedepankan ego demi merengkuh kebahagiaanmu sendiri, pada akhirnya prinsip hidupmu mungkin perlu dipertanyakan.

Wanita terhormat bukanlah sosok yang angkuh. Justru mereka yang mampu menunjukkan dirinya bernilai dengan tidak menginterupsi kebahagiaan wanita lain dan mengganggu rumah tangganya. Lagi pula, masih banyak pria lajang yang bisa kamu dapatkan. Setidaknya buktikanlah kalau paras, sikap, dan sifatmu pun sejatinya masih bisa menarik hati pria lajang yang jauh lebih baik di luar sana.

Carilah Kesibukan Yang Lebih Berfaedah Dibanding Hanya Merusak Kebahagiaan Orang Lain Sampai Kamu Jadi Hilang Arah

Coba tanyakan pada dirimu sendiri, sejatinya hal-hal apakah yang bisa membuatmu bahagia? Carilah kebahagiaanmu sendiri tapi dengan cara yang baik-baik, maka dengan demikian kebahagiaan itu akan selalu utuh ada di dekatmu.

Begini, apa iya kamu tega melihat kebahagiaan orang lain nyatanya rusak hanya karena keberadaanmu? Mungkin awalnya kamu merasakan kebahagiaan bersama dia—yang berstatus suami orang, adalah satu-satunya kebahagiaan yang kamu cari selama ini.

Tapi ingatlah, hal itu hanya berlaku sesaat. Bak mimpi di siang bolong, ada saatnya kamu akan menyadari semuanya terasa semu.

Saat Kamu Mencintai Pria Beristri, Sejatinya Bukan Satu Orang Saja Yang Kamu Sakiti

Ketika kamu mencintai pria beristri, ingatlah juga seisi keluarganya. Ada anak-anaknya yang tak tahu apa-apa juga jadi korban atas keegoisanmu. Bagaimana jika anaknya tak hanya satu?

Bagaimana jika mereka tak lagi anak-anak melainkan sudah remaja atau dewasa dan mengerti bagaimana rasanya dikecewakan? Mereka hanya akan melihat ayahnya sebagai sosok yang merusak kebahagiaan keluarga. Tegakah kamu sampai berbuat demikian?

Sementara istrinya terpuruk, anak-anaknya pun dirundung pilu karena kehadiran wanita yang telah merebut ayahnya.

Belajarlah Mengendalikan Diri Dengan Menghentikan Perasaanmu Terhadapnya. Kalau Kamu Masih Punya Perasaan, Kamu Tak Akan Mau Untuk Selalu Berada Di Dekatnya

Jalan terbaik adalah melupakan dia yang pernah singgah dihatimu. Ingatlah dia bukanlah milikmu sebab sudah ada yang memilikinya terlebih dahulu. Wanita terhormat akan mampu mengendalikan diri dan berusaha sekeras mungkin untuk menghentikan perasaan terhadap pria tersebut.

Wanita terhormat bukanlah wanita yang angkuh dan ingin menang sendiri, tetapi wanita yang masih memiliki kepekaan dan perasaan dimana dia memilih meninggalkan sekalipun hatinya diliputi sendu namun ia tahu hal itu adalah sebaik-baiknya cara untuk mendamaikan semuanya.

Sekali Lagi, Wanita Terhormat Tahu Caranya Mempertahankan Martabat

Coba ingat lagi, siapakah bayangan wanita terhormat yang kamu kagumi selama ini? Jika jawabannya adalah ibumu, coba bayangkan kembali bagaimana ibu yang telah melahirkan serta membesarkanmu dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Belajarlah darinya yang menjadi wanita terhormat serta berhasil mempertahankan martabat. Kamu adalah wanita yang selayaknya menjaga kesucian. Sekali lagi, kamu perlu tahu, setiap orang tentu memiliki hak atas hidup dan kebahagiaannya. Jangan sampai kamu mengambil milik orang lain. Percaya tak percaya, ada karma yang berlaku di kehidupan ini.