Suami Meninggal, Istri Menikah Lagi, Siapa Pasangan di Akhirat? Ini Penjelasannya


Kematian tidak ada yang bisa memastikannya. Dia datang kapan pun, bahkan ketika seseorang sedang dalam kondisi tubuh yang sangat sehat.

Kematian juga jadi salah satu sebab cerai pasangan suami istri. Sudah banyak kasus istri harus hidup sendiri lantaran ditinggal meninggal suaminya.

Ketika sang suami sudah meninggal, berlaku masa iddah bagi para istri. Setelah itu, seorang wanita dibolehkan menerima pinangan dan menikah dengan pria lain.

Konsep pernikahan dalam Islam tidak hanya mengikat di dunia namun hingga ke akhirat. Ketika istri menikah lagi, lantas siapa pasangannya di akhirat kelak?

Dikutip dari NU Online, wanita yang menikah beberapa kali karena cerai maupun ditinggal mati maka tetap bertemu dengan suaminya kelak di akhirat. Tetapi mengenai siapa pasangannya nanti, terdapat empat pendapat mengenai hal ini.

4 Pendapat Mengenai Pasangan di Akhirat

Pendapat pertama disampaikan Syeikh Abdul Wahab Asy Sya’rani dalam kitabnya Mukhtasar Tadzkiratul Qurthubi.

Ulama ini menyebut pasangan di akhirat dari seorang wanita yang menikah lebih dari satu kali adalah suami pertamanya.

Dasar pendapat ini adalah riwayat dari Abu Bakar As Shiddiq yang menasehati putrinya, Asma binti Abu Bakar dalam menghadapi sang suami, Zubair bin Awwam.

Zubair dikenal sebagai ahli ibadah namun ringan tangan kepada istrinya.

” Putriku, sabarlah. Zubair adalah laki-laki shaleh. Bisa jadi dia adalah suamimu kelak di surga. Sebuah hadis sampai kepadaku, ‘Laki-laki yang mengambil keperawanan seorang perempuan kelak akan menjadi suaminya di surga’,” demikian kata Abu Bakar kepada Asma.

Pendapat kedua, si wanita dibolehkan memilih salah satu dari pria yang pernah kawin dengannya untuk menjadi pasangan di akhirat kelak. Ini adalah pandangan Imam Abu Bakar Ibnul Arabi.

Imam Ibnul Arabi mendasarkan pandangannya pada hadis Rasulullah Muhammad SAW yang artinya demikian, ” Perempuan yang memiliki beberapa suami dipersilakan untuk memilih salah satu dari mereka untuk menjadi pasangannya (di akhirat).”

Suami Yang Mana?

Pendapat ketiga menyebutkan wanita menikah beberapa kali kelak akan berpasangan dengan suami terakhirnya di akhirat. As Sya’rani menyebutkan dasar pandangan ini adalah riwayat dari Hudzaifah Ibnul Yaman.

” Hudzaifah Ibnul Yaman mengatakan kepada istrinya, ‘Jika kau ingin aku menjadi suamimu di surga, jangan kau menikah sepeninggalku karena perempuan di surga adalah bagian dari suami terakhirnya di dunia’.”

Juga terdapat hadis dari Rasulullah Muhammad SAW yang menjelaskan pandangan ini. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

Perempuan yang ditinggal mati suaminya, lalu menikah lagi sepeninggal suaminya, maka ia (di akhirat) adalah bagian dari suami terakhirnya di dunia.

Sedangkan pandangan keempat menyebut wanita menikah beberapa kali akan berpasangan dengan pria yang paling baik akhlaknya ketika di akhirat kelak.

Dasar pandangan ini adalah hadis riwayat Imam Thabrani dan Al Bazzar dari Ummu Habibah yang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW.

Ummu Habibah bertanya kepada Rasulullah, ” Ya Rasul, seorang perempuan memiliki dua suami di dunia. Keduanya wafat dan berkumpul di akhirat. Siapakah yang akan menjadi suami perempuan itu?” Rasul menjawab, ” Perempuan itu akan menjadi istri laki-laki yang paling baik akhlaknya terhadap perempuan itu saat di dunia.” Rasul kemudian melanjutkan, ” Wahai Ummu Habibah, laki-laki dengan akhlak yang baik pergi membawa kebaikan dunia dan akhirat.”

======

Nikmatnya Memang Bikin Merem Melek, Tapi Mulai Sekarang Tolong Jangan Terlalu Sering Mengonsumsi Ikan Asin, Bahayanya Bisa Fatal!

Orang Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan ikan asin yang sering dijadikan lauk sehari-hari.

Rasanya yang gurih bercampur nasi yang hangat pun menjadi kenikmatan tersendiri bagi sebagian orang.

Ikan asin sendiri terbuat dari ikan yang melalui berbagai proses pengolahan seperti pembersihan, pemotongan, pengasinan, dan penjemuran.

Proses pengasinan ini penting karena selain membuat cita rasa asin, proses ini juga merupakan pengawetan alami.

Melansir Tribunnewswiki.com, ikan asin juga bernutrisi karena mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, dan zat besi.

Dengan kandungan ini, ikan asin bermanfaat untuk kesehatan tulang, gigi, termasuk mencegah osteoporosis.

Namun tahukah kamu bahwa dibalik rasanya yang asin dan gurih serta kandungan gizinya, ada bahaya yang siap mengintai?

Melansir Kompas.com, ikan asin juga memiliki kandungan karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.

Prof. Dr. dr. Aru W Sudoyo, Sp.PD-KHOM FINASIM FACP dari Yayasan Kanker Indonesia pun menyebutkan dua hal yang tidak baik dari ikan asin:

Kandungan garam yang tinggi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ikan asin terbuat dari ikan segar yang melewati beberapa proses, termasuk proses pengasinan.

Proses ini dapat menghambat atau membunuh bakteri penyebab pembusukan pada ikan.

Menurut Prof. Aru, proses inilah yang membuat ikan asin mempunyai kandungan garam yang sangat tinggi.

“Nah ikan asin, garamnya itu tinggi sekali. Garam dalam dosis tinggi itulah yang dapat memicu sel kanker. Meski daging ikannya awalnya tidak apa-apa,” kata Prof. Aru yang dikutip dari Kompas.com.

Proses penjemuran ikan asin

Setelah melalui proses pengasinan atau penggaraman, ikan asin akan dijemur di bawah sinar matahari langsung.

Rupanya, dalam proses ini terdapat perubahan pada sel-sel daging ikannya dan muncul bahan-bahan nitrat yang dikenal sebagai nitrosamine.

“Dalam ikan asin itu ada namanya nitrosamin (tobacco specific nitrosamin-TSNA), nah nitrosamin itukan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker,” imbuhnya.

Kanker yang bisa jadi disebabkan terlalu banyak mengonsumsi ikan asin adalah kanker karsinoma nasofaring (KNF).

“Karena kebiasaan orang kita makan ikan asin dengan nasi panas, jadi nitrosaminnya juga terbawa uap, makanya yang biasa kena esofagus dan lambung,” lanjutnya.

Prof. Aru pun menyarankan untuk membatasi konsumsi ikan asin yaitu jangan melebihi tiga kali dalam seminggu.

======

Mengenal Amino Acid dan Fungsinya untuk Tubuh

Amino acid atau asam amino adalah protein yang sudah dipecah melalui proses metabolisme menjadi molekul-molekul kecil. Dengan demikian, sel-sel tubuh akan lebih mudah menggunakan zat ini untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mendukung proses pemulihan luka hingga pembentukan sel baru.

Amino acid atau asam amino adalah bentuk paling sederhana dari protein. Di dalam tubuh, protein yang Anda peroleh dari berbagai macam makanan, seperti telur, ikan, daging, dan ayam, akan diolah melalui proses pencernaan dan metabolisme.

Pemecahan protein menjadi asam amino dibantu oleh berbagai macam enzim pencernaan di dalam tubuh, seperti enzim pepsin yang ada di lambung dan enzim tripsin, karboksipeptidase, serta kimotripsin yang dihasilkan oleh pankreas.

Setelah protein tersebut dipecah menjadi asam amino, zat ini kemudian akan diserap oleh jaringan usus dan dibawa ke organ hati, lalu disalurkan ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan asam amino tersebut.

Jenis-Jenis Amino Acid

Asam amino terdiri dari berbagai jenis, tepatnya ada 20 jenis asam amino yang berperan penting bagi kesehatan tubuh. Namun, secara umum, asam amino tergolong menjadi 2 jenis utama, yaitu:

Asam amino esensial

Asam amino esensial merupakan jenis asam amino yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan atau minuman. Ada 9 jenis asam amino esensial yang memainkan peran penting untuk kesehatan tubuh, yaitu:

  • Phenylalanine
  • Valine
  • Threonine
  • Tryptophan
  • Methionine
  • Leucine
  • Isoleucine
  • Lysine
  • Histidine

Kesembilan asam amino tersebut memiliki berbagai macam fungsi di dalam tubuh, yakni:

  • Membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh, misalnya jaringan otot, kulit, kuku, jaringan ikat, saraf, dan rambut
  • Memproduksi energi
  • Menghasilkan antibodi untuk membentuk daya tahan tubuh
  • Mendukung proses tumbuh kembang bayi dan anak-anak
  • Menunjang penyerapan berbagai mineral, seperti zinc dan selenium
  • Mempercepat proses penyembuhan luka
  • Mendukung produksi hemoglobin dan sel darah merah
  • Memproduksi kolagen
  • Mengatur nafsu makan, siklus tidur, dan suasana hati atau mood

Asam amino esensial bisa Anda peroleh dari beberapa jenis makanan, seperti daging merah, ayam, bebek, ikan, telur, susu, serta keju dan yoghurt. Selain itu, beberapa jenis makanan nabati, seperti kacang kedelai dan quinoa, juga mengandung asam amino esensial.

Asam amino nonesensial

Berbeda dengan asam amino esensial, asam amino nonesensial dapat diproduksi oleh tubuh. Ada 11 macam asam amino yang tergolong sebagai jenis asam amino nonesensial, yaitu:

  • Alanine
  • Arginine
  • Asparagine
  • Aspartic acid atau asam aspartate
  • Cysteine
  • Glutamic acid atau asam glutamat
  • Glutamine
  • Glycine
  • Proline
  • Serine
  • Tyrosine

Kesebelas asam amino nonesensial tersebut memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing, yaitu:

  • Mempercepat penyembuhan luka
  • Melancarkan peredaran darah
  • Mempertahankan dan meningkatkan gairah seksual (libido)
  • Membantu penyerapan mineral, seperti magnesium, kalium, dan kalsium
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh
  • Membantu tubuh dalam memproduksi kolagen dan enamel pada gigi
  • Mencegah penuaan dini
  • Mengontrol suasana hati

Meski bisa diproduksi oleh tubuh, asam amino nonesensial juga terdapat pada makanan, seperti ikan, daging, kacang-kacangan, dan makanan laut.

Branched-chain amino acids

Selain 2 golongan utama di atas, ada juga jenis asam amino lain yang disebut branched-chain amino acids (BCAA). Asam amino yang termasuk dalam jenis BCAA adalah leucine, isoleucine, dan valine.

Asam amino jenis ini banyak digunakan oleh para atlet untuk membentuk massa otot dan mendukung proses pemulihan jaringan otot setelah cedera. Asam amino jenis BCAA juga dapat digunakan untuk memperkuat daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina.

Asam amino BCAA bisa diperoleh dari suplemen atau secara alami dari makanan tertentu, seperti jagung, kacang arab, lentil, gandum, almond, ikan, susu, dan telur.

Jika dilihat dari manfaatnya, sebenarnya semua jenis asam amino memiliki fungsi yang cukup serupa.

Meskipun penting, untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar, Anda tidak bisa hanya bergantung pada makanan yang tinggi protein atau asam amino saja. Anda juga perlu menjalani pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga secara rutin, dan mencukupi waktu istirahat.

Selain dari makanan, amino acid juga kini banyak tersedia dalam bentuk suplemen. Namun, jika Anda memang ingin menjalani pola makan tinggi protein atau mengonsumsi suplemen amino acid tambahan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

Tags: #jangan terlalu sering konsumsi ikan asin #mengenal asam amino bagi tubuh #siapa pasangan istri diakhirat saat istri menikah dua kali