Suami Ogah Disentuh Istri Padahal Sudah Sah, Tak Disangka Penyebabnya Terbongkar


Video seorang suami yang menghindari istrinya beredar di media sosial. Pria tersebut menghindar dari istrinya saat akan disentuh.

Dirinya tak ingin disentuh oleh sang istri. Padahal keduanya telah resmi menjadi suami istri.

Video tersebut dibagikan oleh akun Tiktok @cicici567.

Dalam video tersebut terlihat sang suami yang terus menghindari istrinya.

Ia tak ingin istrinya mendekat dan menyentuhnya. Sementara itu, sang istri terus menerus mendekati suaminya.

Penyebab Tak Mau Disentuh

Dalam video tersebut, pria itu tampak memakai kaus berwarna biru dan celana pendek.

Dia terlihat mencoba menghindar dari istrinya yang terus menggoda dirinya.

Sang istri selalu mendekat dan ingin menyentuh suaminya.

Akan tetapi, pria tersebut hanya bisa menghindar. Dirinya terlihat bersandar di tembok dan mencoba menghindari sentuhan sang istri.

Sementara itu, wanita tersebut tetap usil dan menggoda suaminya.

Usut punya usut, pria tersebut tak ingin disentuh lantaran dirinya sudah melakukan wudu untuk ibadah salat.

Pria tersebut takut apabila dirinya disentuh wudunya akan batal dan harus mengulangnya.

Hingga akhirnya, pria tersebut lebih memilih untuk menghindari istrinya yang terus menggoda.

Pria itu hanya bisa menghindar dan badannya meringkuk agar tak disentuh istrinya.

Penyebab pria tersebut tak mau disentuh menjadi perdebatan warganet.

Sebagian warganet mengatakan bahwa hal tersebut tidak membatalkan wudhu.

“Kalau udah sah bukannya nggak apa-apa ya,” kata warganet.

“Bukannya nggak batal ya kalau udah nikah?” tanya warganet.

“Bersentuhan biarpun sudah suami istri tetap batal wudunya, kecuali ortu bersentuhan sama anaknya nggak batal wudu,” balas warganet.

“Nggak ada dalil yang menjelaskan bahwa suami istri bersentuhan bisa membatalkan wudu,” imbuh warganet.

Hukum Menyentuh Suami usai Wudu

Dikutip dari ayobandung.com–jaringan Suara.com, fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah menjelaskan, ada perbedaan pendapat mengenai apakah menyentuh perempuan dapat membatalkan wudu atau tidak.

Pendapat yang pertama menjelaskan, persentuhan laki-laki dengan perempuan tidak membatalkan wudhu. Adanya perbedaan apakah menyentuh sebatas ‘menyentuh’ dengan menyentuh sebagai jima’ menyebabkan ulama terbagi di tiga pendapat besar.

Pendapat pertama menjadi pegangan dari mazhab Hanafi. Sementara, pendapat kedua yang mengatakan, menyentuh perempuan membatalkan wudu diamini oleh ulama dari mazhab Syafii dan Hanbali. Berbeda dari tiga mazhab tersebut, ulama Malikiyah berpendapat bahwa persentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan membatalkan wudu apabila menimbulkan syahwat.

Dalam hal ini, Majelis Tarjih Muhammadiyah berpegang kepada pendapat pertama, yakni tidak membatalkan wudu.

Meski demikian, pendapat kedua menjadi landasan bagi Imam Syafi’i untuk berfatwa bahwa memegang perempuan dapat membatalkan wudu.

Seperti ditukil dari Ibnu Rusyd, Imam Syafii berpendapat bahwa siapa yang menyentuh lawan jenisnya tanpa alat, baik menimbulkan berahi atau tidak, maka batal wudhunya.

Sementara, ada riwayat lain menyatakan bahwa dalam hal wudhu, Imam Syafi’i mempersamakan istri dengan semua mahram.

======

Inilah Manfaat Daun Suji untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat daun suji sudah dikenal sejak ratusan tahun silam. Selain dimanfaatkan sebagai pewarna makanan, daun suji juga diyakini memiliki potensi menjadi obat tradisional.

Daun suji (Dracaena angustifolia) merupakan salah satu tumbuhan yang dikenal sebagai sumber klorofil yang baik. Tanaman ini bisa dikenali dari daunnya yang berwarna hijau gelap, berbentuk pita memanjang, runcing, dan bunganya yang berwarna putih kekuningan.

Selain memberi aroma harum yang kuat dan khas pada makanan, manfaat daun suji untuk menjaga kesehatan tubuh pun tak bisa disepelekan.

Berbagai Manfaat Daun Suji untuk Kesehatan

Selain kaya akan klorofil yang sudah terkenal bermanfaat untuk kesehatan, daun suji juga mengandung banyak senyawa bioaktif yang memiliki sifat antioksidan. Senyawa bioaktif yang terkandung di dalam daun suji antara lain alkaloid, flavonoid, tannin, terpenoid, saponin, polifenol, dan glikosida.

Selain bekerja sebagai antioksidan, senyawa-senyawa tersebut juga dapat berperan sebagai antiradang, antinyeri, antibakteri, dan antijamur. Berikut ini adalah beberapa manfaat daun suji bagi kesehatan:

1. Meredakan nyeri haid

Sebagian perempuan mungkin sering mengalami nyeri perut (dismenore) sebelum atau pada saat menstruasi. Alih-alih mengonsumsi obat yang dijual bebas tapi belum tentu aman, Anda bisa memanfaatkan daun suji sebagai obat alami untuk meringankan rasa nyeri tersebut.

Nyeri haid timbul karena tubuh mengeluarkan hormon prostaglandin lebih banyak. Hormon ini dapat memicu peradangan dan kontraksi otot rahim, hingga munculah rasa sakit. Kandungan senyawa saponin dalam daun suji diketahui dapat meredakan peradangan, sehingga dinilai mampu mengurangi nyeri saat haid.

Untuk mendapatkan manfaat daun suji ini, cukup ambil daun suji yang segar sekitar 20 gram, bersihkan, kemudian rebus dengan 2 gelas air hingga air berkurang setengahnya. Setelah itu, saring air rebusan dan dinginkan. Anda bisa minum air daun suji ini sebanyak 1 gelas sehari untuk meredakan nyeri haid.

2. Mengatasi masalah pernapasan

Selain mengatasi nyeri haid, ekstrak daun suji juga telah lama dikonsumsi sebagai obat herbal di beberapa daerah di Indonesia untuk mengatasi keluhan pernapasan, seperti sesak napas dan batuk.

Manfaat daun suji ini diduga berkaitan dengan kemampuan ekstrak daun suji dalam membunuh berbagai jenis bakteri, termasuk yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan, seperti Strepcoccus pneumoniae (penyebab pneumonia) dan Mycobacterium tuberculosis (penyebab TBC).

3. Meredakan gejala syok anafilaktik

Syok anafilaktik adalah gejala reaksi alergi berat dan mengancam jiwa yang disebabkan oleh respons berlebihan sistem imun tubuh terhadap suatu pemicu, misalnya makanan atau obat-obatan. Gejala yang bisa terjadi mulai dari sulit bernapas, wajah membengkak, pusing, hingga kehilangan kesadaran.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan flavonoid yang tinggi pada daun suji dapat menurunkan gejala syok anafilaktik. Sebenarnya, manfaat daun suji ini baru terbukti pada hewan. Namun, dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrak daun suji dapat memberikan efek baik untuk sistem imun.

4. Menurunkan kadar kolesterol

Manfaat lain yang bisa Anda peroleh dari konsumsi daun suji adalah menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa ekstrak daun suji dapat menurunkan kadar kolesterol darah hingga 50%.

Dengan khasiat ini, Anda juga akan terlindungi dari banyak penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

5. Meningkatkan sistem imun tubuh

Kandungan senyawa flavonoid yang banyak dalam daun suji juga memiliki peran penting dalam mendukung kerja sel-sel imun untuk melawan infeksi dan menghasilkan antibodi yang kuat.

Tidak hanya terhadap infeksi, imunitas yang baik juga dapat melindungi tubuh dari penyakit-penyakit kronis, seperti penyakit kanker. Ditambah lagi, daun suji juga mengandung banyak senyawa triterpenat yang telah terbukti dapat membunuh sel kanker.

Selain manfaat daun suji yang telah disebutkan, kandungan senyawa aktif pada ekstrak daun suji juga diketahui mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit beri-beri, disentria, dan diare.

Meski demikian, efektivitas dan tingkat keamanan daun suji sebagai salah satu pengobatan herbal masih perlu diteliti lebih lanjut.

Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi daun suji sebagai terapi tambahan untuk kondisi yang Anda alami, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter agar Anda bisa mendapatkan manfaat daun suji dengan aman.

======

Manfaat Kumis Kucing yang Sayang untuk Dilewatkan

Kumis kucing adalah salah satu tanaman obat yang sudah lama digunakan di Indonesia. Manfaat kumis kucing yang paling umum adalah untuk mengobati asam urat. Di samping itu, masih ada manfaat lainnya yang perlu Anda ketahui.

Selain sebagai tanaman hias, kumis kucing (Orthosiphon stamineus) juga terkenal sebagai tanaman obat. Sebagian besar manfaat kumis kucing berasal dari kandungan senyawa bioaktif di dalam daunnya.

Segudang Manfaat Kumis Kucing

Kumis kucing memiliki khasiat antiradang dan antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh. Khasiat ini berkat berbagai kandungan senyawa alami dalam kumis kucing, yang meliputi flavonoid, triterpenoid, fenolik, sinensetin, eupatorin, glikosida, tanin, saponin, dan steroid.

Berkat kandungan tersebut, manfaat kumis kucing bagi kesehatan sangatlah banyak. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Mengobati asam urat

Manfaat kumis kucing sebagai obat asam urat alami diduga berasal dari kandungan flavonoid, fenolik, dan asam kafeat yang tinggi di dalamnya. Senyawa aktif tersebut diketahui memiliki sifat antiradang yang dapat menghambat pembentukan asam urat, sehingga dapat mencegah dan mengurangi risiko serangan asam urat.

Selain itu, kumis kucing juga diketahui dapat meningkatkan fungsi ginjal yang menurun dan memperbaiki kerusakan ginjal, terutama yang diakibatkan oleh kondisi asam urat tinggi.

2. Menurunkan tekanan darah

Kumis kucing juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Kandungan sinensetin di dalamnya berperan penting sebagai antioksidan dan memiliki aktivitas diuretik yang kuat. Khasiat ini akan membantu tubuh mengurangi kadar natrium berlebih melalui urin.

Dengan meningkatnya pengeluaran cairan dan natrium dari tubuh, tekanan dalam pembuluh darah juga bisa berkurang. Oleh karena itu, kumis kucing dapat dimanfaatkan sebagai obat alami bagi penderita hipertensi.

3. Mengatasi rematik

Kumis kucing juga dipercaya dapat bermanfaat sebagai obat rematik alami, terutama pada penderita rheumatoid arthritis (RA). Kebanyakan penyakit rematik, termasuk RA, disebabkan oleh reaksi autoimun. Sebagian lain tidak disebabkan oleh autoimun, tapi sama-sama didasari oleh proses peradangan.

Kandungan senyawa fenolik dan flavonoid yang tinggi pada kumis kucing diketahui mampu menurunkan reaksi autoimun pada RA. Selain itu, senyawa-senyawa ini juga diketahui dapat melindungi tulang rawan dan jaringan lunak dari peradangan akut dan kronis berkat efek antiradangnya.

4. Menurunkan kadar gula darah

Kumis kucing merupakan salah satu tanaman yang memiliki khasiat antidiabetes karena kemampuannya dalam mengendalikan metabolisme karbohidrat dan gula, lemak dan gula, serta asam amino dan gula menjadi lebih seimbang.

Khasiat ini dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil. Dengan begitu, kumis kucing bisa dijadikan pilihan obat alami untuk mencegah dan mengobati penyakit diabetes.

5. Menyehatkan jantung

Selain membantu menurunkan gula darah, pemberian ekstrak kumis kucing juga diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan trigliserida (lemak darah).

Gabungan efek antidiabetik, peningkatan kadar HDL, dan penurunan kadar lemak darah ini sangat baik untuk mencegah penyakit jantung, misalnya penyakit jantung koroner atau serangan jantung.

6. Mengatasi masalah menstruasi

Perempuan yang sering mengalami masalah menstuasi juga bisa mendapatkan manfaat dari kumis kucing. Rutin mengonsumsi ekstrak kumis kucing diketahui bisa menurunkan kadar prostaglandin sehingga bisa mengurangi nyeri menstruasi dan pendarahan berlebih saat menstruasi (menorrhagia).

Meski sejumlah manfaat kumis kucing masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tidak ada salahnya Anda melibatkan tanaman ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan Anda.

Jika Anda ingin menggunakan kumis kucing yang sudah dikemas dalam bentuk suplemen herbal, pilihlah produk yang telah teruji keamanannya.

Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk memastikan keamanannya, terutama bagi Anda yang ingin memanfaatkan kumis kucing sebagai terapi tambahan pada penyakit yang sedang Anda derita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.