Suami Pelit Menafkahi Istri Ternyata Inilah Akibat Serta Hukumnya

454 views


Dalam beragam peluang saya terlibat perbincangan dengan ibu-ibu, terkuaklah cerita yang tersembunyi serta tidak sering disibakkan mereka, lantaran cemas dikira mereka tak ridho dengan pemberian suami.

Dengan cara tersirat, bahkan juga terdapat banyak yang menyebutkan bila mereka tak di beri ‘keadilan’ suaminya terkait dengan pemberian nafkah yang layak.

Nafkah suami yaitu hal yang paling utama dalam satu pernikahan. Tak tahu nafkah lahir yang terkait dengan pemberian beberapa duit atau barang untuk kepentingan keseharian istri tersebut keluarganya, ataupun nafkah yang terkait dengan rasa aman, nyaman atau jalinan semestinya suami istri.

Dari sebagian diskusi, terkuaklah bila beberapa istri ini mengeluhkan banyak hal, satu diantaranya pemberian nafkah yang kurang layak untuk mereka.

Walau sebenarnya suami begitu berkecukupan, ada juga lantaran sang istri juga bekerja, jadi suami memberi nafkahnya dengan cara ala kandungannya, lantaran terasa ‘istri mesti untuk hasil’ untuk cukupi keperluan tempat tinggal tangganya yang pada akhirnya pembagian memenuhi keperluan rumah tangga jadi “tak adil”, istri nyatanya tempati jumlah paling banyak memenuhi keperluan rumah tangga.

Hingga ada juga istri yang mengeluh sekalipun tidak diberikan nafkah lahir lantaran terkait tak harmonisnya rumah tangga mereka.

Sesungguhnya Islam melihat nafkah untuk istri ini seperti apa? Bila beberapa suami meneliti satu saja ayat Al Qur’an pasti ia bakal mengerti manfaatnya sebagai kepala rumah tangga.

“Wajib untuk tiap-tiap suami untuk memberi nafkah serta baju pada istri, dengan sepantasnya.” (QS. al-Baqarah : 233)

Harus di sini memiliki kandungan pengertian simpel tetapi tegas, bila tidak ada yang lebih layak menafkahi istri serta anak-anaknya, memberi baju, perumahan, mencukupinya makan serta sebagian keperluan pokok yang lain.

Tetapi semua dalam tanggungan suaminya. Bila suami dalam keadaaan kurang dapat memikulnya, jadi bila istri bekerja untuk menolong memenuhi keperluan keluarganya.

Jadi itu terhitung sebagai sedekah untuk keluarga, bukanlah sebagai ‘pemberi pokok’, terkecuali bila suami sakit keras atau tak ketahuan dimana keberadaannya, atau dalam kondisi darurat yang lain, seperti lantaran satu hal mesti mendekam di penjara.

Apabila tidak ada hal penyulit atau darurat seperti itu, suami yaitu orang yang dapat bekerja dengan baik serta membuahkan duit yang begitu cukup, jadi ia harus memberi nafkah dengan cara layak pada istri serta keluarga.

Tengah suami yg tidak memberi nafkah pada istri dengan tak layak walau sebenarnya ia dapat memberinya, jadi suami sudah lakukan perbuatan zalim pada istrinya. Serta tentunya zalim itu yaitu perbuatan dosa.

Lantas, bagaimana baiknya istri menanggapi hal semacam ini, serta bagaimana sesungguhnya Islam melihat persoalan tentang nafkah ini?

Suami harus memberi nafkah pada istri, baik lahir ataupun batin. Melalaikan hal semacam ini bermakna perbuatan zalim, memungkiri ayat-ayat Allah.

Bila suami bakhil, pelit pada istrinya serta tak memberi nafkah itu dengan cara layak, walau sebenarnya ia dapat memberinya, serta suami cuma menumpuk harta serta kekayaannya untuk kebutuhannya sendiri serta melalaikan kebutuhan pokok istri serta keluarganya, jadi hal itu begitu jadi perhatian Rasulullah :

Dari ‘Aisyah kalau Hindun binti ‘Utbah berkata : “Wahai Rasulullah, sebenarnya Abu Sufyan (suamiku, Pen) seseorang lelaki yang bakhil. Dia tak berikan (nafkah) kepadaku yang memenuhi saya serta anakku, terkecuali yang saya ambillah darinya sedang dia tak tahu”. Jadi beliau bersabda : “Ambillah yang mencukupimu serta anakmu dengan pantas. ”HR Bukhari, no. 5364 ; Muslim, no. 1714 Hadits itu menyaratkan, sesungguhnya ada sisi dari istri untuk harta suami untuk nafkahnya juga kehidupan keluarga serta jumlahnya juga sewajarnya. Istri bahkan juga bisa mengambil harta suami tanpa ada izin, sesuai sama kebutuhannya.

Syaikh Shalih bin Ghanim as Sadlaan bahkan juga memberi komentar dengan cara spesial tentang masalah suami pelit pada istrinya, beliau berkata “Memang ada keharusan nafkah untuk istri. Serta nafkah itu diukur apa yang dapat memenuhi istri serta anak-anaknya dengan memberinya dengan cara ma’ruf yang bermakna nafkah itu diberikan dengan cara pantas, biasanya serta baik”. Setelah itu ia memberikan bila suami tak memberi dengan cara pantas jadi istri bisa mengambil harta suami tanpa ada sepengetahuan atau izinnya tetapi juga dengan cara ma’ruf.

Mengambil harta suami tanpa ada sepengetahuan bila suami pelit ini memanglah ada rambu-rambunya, jadi mesti dengan ma’ruf yaitu tidak berlebih-lebihan sebatas cukup untuk penuhi kebutuhannya. Bila Suami tak dapat memberi harta lantaran dalam kesulitan atau kemiskinan, jadi istri disarankan untuk ridha sekalian bersabar dengan itu, serta baiknya istri menolong untuk mencari nafkah keluarga.

Istri yang bekerja serta memiliki pendapatan, bila ia memberi pendapatannya untuk menolong kepentingan keluarga, jadi itu cuma untuk sedekah saja, serta itu tetaplah jadi pendapatan serta harta istri, tidak ada keharusan (sesungguhnya) dalam menolong keluarga dengan duit atau harta itu, sampai suami sesungguhnya sekalipun tak bisa kuasai harta atau mengambil harta istrinya tanpa ada izin istrinya.

Hal semacam ini diperkuat dengan dalilnya : hadis dari Abu Said Al-Khudri, kalau satu saat, Zainab (istri Ibnu Mas’ud) akan membayar zakat perhiasan yang dia punyai.

Lalu beliau ajukan pertanyaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Bolehkah istri memberi zakatnya pada suaminya serta anak yatim dalam asuhannya?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya, silahkan. Dia memperoleh dua pahala : pahala melindungi jalinan kekerabatan serta pahala bersedekah. ” (HR. Bukhari 1466)

Dalam soal ini tersirat bila keadaan di atas mengisyaratkan bila istri Ibnu Mas’ud begitu kaya raya, serta suaminya yaitu orang miskin. Ini tunjukkan bila Ibnu Mas’ud sekalipun tak kuasai harta istrinya, walau dia yaitu seseorang yang miskin.

Serta Istrinya juga mempunyai dedikasi baik, dapat dibuktikan untuk memberi beberapa hartanya sebagai zakat maal untuk suaminya itu. Jadi begitu terang keharusan nafkah itu sesungguhnya ada di pundak suami.

Dari uraian diatas itu jelaslah bila keperluan nafkah itu memanglah keharusan suami, melalaikan keharusan itu yaitu suatu hal yang zalim.

Bila istri bekerja, itu memanglah lakukan pekerjaan untuk menolong penuhi keperluan rumah tangga atau untuk mengaplikasikan ilmunya serta menolong sesamanya.

Pendapatan istri yaitu mutlak punya istrinya. Bila ia membagi pendapatan itu untuk keluarga, itu sebagai sedekah baik untuk dia, suami dilarang mengotak-atik harta istri tanpa ada ridhanya.

Bahkan juga demikian sebaliknya istri tidak butuh memerlukan ridha suami waktu suami melalaikan nafkah keluarga serta istri waktu ia berpunya, atau dapat menafkahi dengan layak, dengan catatan mesti dengan ma’ruf, mengambil sesuai sama keperluan.

Cepatlah bertobatlah suami-istri jika keduanya telah berbuat tak ma’ruf dalam kehidupan rumah tangga dalam permasalahan nafkah, karenanya kezaliman yang sangat dekat dengan neraka.

======

Anda Wajib Tahu Kenali Ciri-ciri Kelenjar Getah Bening yang Bisa Jadi Kanker, Jangan Sepelekan

Kelenjar getah bening merupakan organ tubuh yang berperan untuk menjaga imunitas atau daya tahan tubuh.

Dalam tubuh manusia, terdapat ratusan kelenjar getah bening yang tersebar dari kepala hingga ke kaki.

Kelenjar getah bening juga merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia yang bisa membantu melawan infeksi, baik disebabkan oleh bakteri, virus, atau lainnya.

Jika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda. Setelah infeksi mereda, kelenjar getah bening akan mengempis dengan sendirinya.

Kelenjar getah bening memiliki fungsi untuk menyaring cairan limfatik yang menghentikan penyebaran bakteri ke seluruh tubuh.

Hal yang umum terjadi, kelenjar getah bening bisa mengalami pembengkakan. Biasanya pembengkakan ini disebabkan karena kamu sedang mengalami flu, sakit tenggorokan, infeksi gigi, maupun infeksi telinga.

Namun, kamu harus waspadai jika ada gangguan pada kelenjar getah bening yang bisa menjadi petanda gejala kanker getah bening yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Ciri-ciri kelenjar getah bening yang bisa jadi tanda kamu menderita penyakit Kanker getah bening.

Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Gejala kanker kelenjar getah bening bisa sangat bermacam-macam. Hal tersebut tergantung lokasi kelenjar getah bening yang mengalami kanker.

Secara umum, gejala kanker kelenjar getah bening yang dapat dikenali adalah demam naik dan turun yang berkepanjangan, keringat yang berlebihan di malam hari, dan adanya penurunan berat badan yang drastis.

Lokasi kelenjar getah bening yang paling sering menjadi lokasi dimulainya kanker adalah kelenjar yang terdapat di leher. Gejalanya berupa timbulnya benjolan di leher yang makin lama makin besar.

Umumnya benjolan tersebut tidak menimbulkan rasa nyeri, sehingga sering kali penderita mengabaikan gejala tersebut.

Hal ini yang menyebabkan pengobatannya terlambat dan keberhasilan pengobatan menjadi lebih rendah.

Selain di leher, kelenjar getah bening di paru juga menjadi salah satu lokasi yang sering dipilih kanker untuk berkembang biak.

Hal ini bisa menimbulkan gejala batuk kronik atau sesak napas yang semakin lama semakin progresif.

Tak jarang, kanker kelenjar getah bening di paru menyebabkan penumpukan cairan di rongga paru. Kondisi ini bisa menyebabkan sesak napas yang berat, bahkan dapat menimbulkan kematian jika tak lekas diatasi.

Setelah timbul di leher atau paru, umumnya kanker kelenjar getah bening akan menyebar ke rongga perut, yaitu ke organ hati atau limpa.

Gejala di perut umumnya berupa perut yang makin membesar karena terisi cairan, terasa begah, diare, dan lemas.

Penyebab dan Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening

Penyakit kelenjar getah bening ini biasanya disebabkan infeksi bakteri atau virus. Dua hal ini merupakan faktor yang paling sering menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Ciri ciri kelenjar getah bening

Beberapa contoh ciri-ciri kelenjar getah bening dengan infeksi ringan tersebut adalah demam kelenjar, pilek, infeksi tenggorokan, radang amandel, infeksi gigi, infeksi telinga, dan infeksi kulit (selulitis).

Pada kasus yang jarang terjadi, ciri-ciri kelenjar getah bening juga bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti artritis reumatoid, lupus, campak, sarkoidosis, tuberkulosis, rubella, sifilis, kanker, HIV/AIDS, cytomegalovirus, dan kanker (seperti leukimia limfositik kronis dan limfoma non-Hodgkin).

Ciri-ciri kelenjar getah bening yang jadi penanda kanker adalah pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau selangkangan yang tidak terasa sakit.

Rasa sakit atau pembengkakan di perut serta merasa cepat kenyang meskipun cuman makan sedikit.

Nyeri atau perasaan tertekan di dada, sesak napas atau batuk, demam, penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya, berkeringat di malam hari dan kelelahan yang ekstrimjuga menjadi ciri-ciri kelenjar getah bening yang menyebabkan kanker.

Pengobatan Jika Terjadi Pembengakakan Kelenjar Getah Bening

1. Bawang Putih

Bawang putih merupakan bahan alami yang terkenal mampu mengobati penyakit kelenjar getah bening.

Sebab bawang putih memiliki sifat anti mikroba dan anti inflamasi yang bisa mengurangi pembengkakan.

2. Memijat Dengan Lembut

Gerakan memijat kelenjar yang sedang bengkak juga bermanfaat untuk mengobatinya.

Sebab pijatan ini akan membuat kelenjar menjadi lebih tenang dan mengurangi pembengkakan.

3. Madu

Jika kamu berminat mengobati penyakit kelenjar getah bening dengan pijatan, jangan lupa pijatlah dengan madu.

Sebab madu memiliki sifat anti inflamasi yang bisa mengurangi peradangan.

4. Susu dan Kunyit

Susu dan kunyit merupakan kombinasi alami yang baik untuk meringankan peradangan karena bersifat anti inflamasi.

5. Dikompres Dengan Air Hangat

Selain dipijat, kamu juga bisa mengurangi pembengkakan kelenjar getah bening dengan mengompresnya menggunakan air hangat.

Suhu yang hangat akan meningkatkan sirkulasi darah di daerah yang bengkak serta mengurangi rasa sakit karena bengkak.

Tags: #ciri ciri kelenjar getah bening #hukum suami pelit menafkahi istri #pengobatan kelenjar getah bening #penyebab kelenjar getah bening