Suami Wajib Paham 12 Penyebab Istri Ogah Diajak Berjima` dan Solusinya

504 views


Wajib paham, mencegah keretakan rumah tangga

Istri menolak berjima’ bukannya melayani suami hukumnya wajib bagi semua istri?. Tetapi bagaimana jika suatu waktu istri Anda tidak mau melayani Anda? Bagaimana Anda sebagai suami menyikapinya?

Mungkin sebagian besar dari Anda akan merasa kesal, kecewa, bingung, tidak mood lagi bahkan marah.

Dari Abu Hurairah radliyallah ‘anhu, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Apabila laki-laki mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian ia menolak untuk datang lalu laki-laki itu tidur semalam dalam keadaan marah kepadanya, maka ia dilaknat oleh malaikat hingga shubuh.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Berdasar hadis di atas, semua ulama’ sepakat dan menyatakan bahwa haram (dosa besar) bagi seorang istri menolak ajakan suami untuk melakukan hubungan tanpa adanya alasan atau udzur yang dibenarkan oleh syara’.

Ini karena penolakan tersebut bisa menyebabkan gugurnya kewajiban suami untuk memberikan nafkah.

Namun apabila penolakan tersebut dikarenakan sebuah alasan atau udzur yang dibenarkan oleh syara’ seperti terlalu besarnya kemauan suami sekira istri tidak mampu menanggungnya atau karena sakit yang bisa membahayakan terhadap keselamatan istri.

Maka hal itu (penolakan) tidak menyebabkan seorang istri berdosa dan tidak menyebabkan gugurnya kewajiban seorang suami dalam memberikan nafkah.

Nah selain itu ada juga penyebab seorang istri menolak ajakan suaminya.

Sikap suami, tentu dalam hal ini, diharapkan bisa memahami. Tentunya setelah melakukan dialog terbuka antara suami dan istri.

Nah, apa saja sebenarnya hal-hal yang membuat istri enggan berhubungan?

Berikut beberapa di antaranya yang dirangkum dari beberapa sumber.

1. Menyusui

Perlu anda ketahui bahwa seorang istri yang sedang menyusui akan memproduksi hormon prolaktin yang cenderung menyebabkan menurunnya keinginan berhubungan.

2. Kurang tidur

Kurang tidur tentu saja akan membuat stamina menjadi tidak bagus dan hal ini sangat berkaitan dengan keinginan hubungan. Kebanyakan istri yang kurang tidur enggan berhubungan.

3. Konsumsi Pil KB

Konsumsi Pil KB memang sering mempunyai hubungan dengan menurunnya gair4h pada istri, khususnya pada saat periode awal konsumsi.

Hal ini disebabkan adaptasi tubuh yang dilakukan terhadap zat-zat yang ada pada pil KB.

4. Stress atau tertekan

Hal ini terkait dengan mental sehingga keinginan hubungan menurun.

Banyak istri yang stress karena pekerjaan, masalah keuangan, masalah keluarga dan lain-lain.

5. Bertengkar

Tidak selamanya hubungan rumah tangga bisa harmonis. Kadang pertengkaran terjadi yang menyebabkan energi masing-masing terkuras.

Energi yang tidak optimal tentu saja sangat berpengaruh pada keinginan hubungan sehingga istri enggan berhubungan

6. Lelah fisik

Capek dan lelah secara fisik memang menjadi alasan yang sering diungkapkan para istri untuk menolak ajakan suami. Pekerjaan sebagai wanita karier ataupun ibu rumah tangga tentunya akan menguras banyak tenaga. Sehingga ketika rasa lelah itu muncul, ga1rah untuk berjima’ akan hilang.

7. Datang bulan

Siklus datang bulan atau sering disebut menstruasi menjadi langganan para wanita setiap bulannya. Saat wanita dalam keadaan haid, tentu saja itu bukan saat yang tepat untuk berjima’ dengan suami. Jadi, wajarlah kalau istri menolak berjima’ dalam kondisi seperti ini.

8. Sakit

Sudah dipastikan saat istri Anda berada dalam keadaan yang tidak sehat, yang dibutuhkan adalah waktu untuk istirahat. Sebagai suami, Anda harus mengerti bahwa saat itu bukanlah waktu yang tepat untuk mengajaknya berjima’.

9. Tidak percaya diri

Beberapa istri enggan berjima’ lagi dengan alasan tidak percaya diri dengan keadaannya sekarang. Misalnya merasa tidak s3ksi lagi karena badan mulai gendut, atau usia yang semakin lanjut yang membuat penampilan terlihat tidak menarik.

10. Suasana yang tidak mendukung

Mungkin bagi pria ketika keinginan untuk berjima’ itu muncul, apa pun suasananya tidak menjadi masalah. Tetapi bagi wanita, suasana yang tidak mendukung menjadi alasan untuk menolak ajakan suami

11. Bosan

Bosan atau jenuh dengan rutinitas berjima’ yang begitu-begitu saja, akan membuat istri menjadi malas atau kurang bergairah untuk melakukan hubungan.

12. Suami tidak memvaskan

Ketika istri tidak pernah atau jarang mendapat kepuasan saat berjima’ atau dengan kata lain suami tidak mampu memuaskan.

Maka jangan heran ketika Anda mengajaknya, ia akan mencari alasan untuk menolaknya.

Istri Tak Mau Berjima’? Cari Solusi Bersama

Jika ia tak mau melayani Anda, alangkah lebih bijaknya untuk instropeksi diri.

Coba lihat beberapa poin di atas apakah ada kemungkinan penyebab ia tak mau melayani? Jika ada, cobalah cari solusi bersama.

Misal jika itu disebabkan karena ia lelah, bantulah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Atau jika memang istri terlihat stress, coba ajak dia refreshing.

Terpenting, langkah awal adalah ketahui penyebabnya, jika sudah, cobalah cari solusi.

Perlu diketahui para pria adalah, wanita tak mudah mengungkapkan perasaan.

Jadi cobalah lebih perhatian agar dapat mengetahui akar permasalahannya tanpa harus bertanya pada istri.

Beberapa informasi mengenai penyebab istri tidak mau melayani suami ini harapannya bisa bermanfaat. Semoga rumah tangga kita senantiasa diberi kekuatan dan kebahagiaan.

9 Sebab Kenapa Berjima` Harus Sering Dilakukan Suami Istri di Waktu ini

“Hub” suami istri semakin sering dilakukan semakin bertambah pula manfaatnya

Hingga bisa terhindar dari penyakit mematikan lho…

Kalau nggak percaya berikut penjelasan lengkapnya….

Jima’ bukan hanya soal kepuasan fisik dan kebutuhan biologis saja, namun sudah termasuk ibadah yang menyangkut kesehatan fisik, batin dan mental setiap orang. Ada anjuran yang mengharuskan jima’ lebih sering dilakukan bagi pasutri. Selain mendapat keberkahan juga akan mendapatkan sesuatu yang berharga.

Jima’ Tak Harus Malam Hari
Sebagian pasangan suami istri lebih dominan menjalankan aktivitas ranjangnya di malam hari.

Maklum, malam hari memang sudah dianggap sebagai waktu dimana semua aktivitas rumah selesai dan terlebih lagi anak-anak sudah tidur. Hehehe

Padahal, jima di pagi hari ataupun siang hari menyimpan keberkahan yang banyak luar biasa, apalagi di hari Jum’at.

Ibnu Qayyim pernah mengatakan, “Maka dari itu Allah melebihkan jima’ pada siang hari daripada jima’ pada malam hari, karena alasan yang sifatnya naluri, yaitu karena biasanya indera menjadi pasif pada malam hari dan menuntut untuk diistirahatkan.”

Melakukan hubungan jima di malam hari memang dianggap lebih menenangkan, karena biasanya setelah aktifitas tersebut pasutri akan lebih nyenyak untuk beristirahat.

Namun sebenarnya tak ada ruginya mencoba menjalani kebiasaan baru. Suami-istri bisa mencoba mencari waktu yang lain, misalnya berhubungan di pagi hari atau siang hari yang menggairahkan.

Tetapi sebagian ulama berpendapat lain. Jima’ sebaik-nya dilakukan pada malam hari, apalagi bagi pengantin yang baru pertama kali melakukan “tugas sakralnya”.

Lepas dari itu tidak ada batasan kapan suami-istri melakukan jima’, kecuali larangan berjima’ di siang hari pada bulan Ramadhan.

Petunjuk-petunjuk dari As-Sunnah lebih menekankan pemenuhan segera ketika suami bangkit nafsu syahwatnya, serta tidak cepat-cepat menyudahi agar istri juga bisa ikut merasakan kenikmatan hubungan.

Sebagian orang mungkin mengira jima’ hanya soal nafsu, tapi sebenarnya aktivitas ini adalah sebuah ibadah yang banyak manfaatnya.

Dan kamu perlu tahu bahwa berjima’ lebih sering akan memberi lebih banyak manfaat.

Ini alasan mengapa kamu dan pasangan perlu jima’ lebih sering.

1. Jima’ membakar banyak kalori
Jima’ termasuk aktivitas fisik yang menguras tenaga dan termasuk dalam aktivitas kardio. Tak banyak yang tahu bahwa jima’ bisa melatih otot, kesehatan jantung, dan tubuh secara umum. penelitian tahun 2013 menunjukkan bahwa berjima’ 25 menit ternyata membakar kurang lebih 101 kalori per sesinya.

2. Jima’ membuat tidur jadi nyenyak
Menurut Kristin Mark, PhD, direktur Sexual Health Promotion Lab di the University of Kentucky mengungkapkan bahwa jima’ memberikan efek relaksasi dan melepaskan hormon prolactin sehingga bisa membuat orang mengantuk dan tidur lebih nyenyak.

3. Jima’ bisa menurunkan tekanan darah
Penelitian 2005 di Scotlandia mengungkapkan bahwa mereka yang bercinta punya kadar tekanan darah lebih rendah dan stabil dibanding mereka yang tidak pernah jima’. Ini berhubungan dengan tinggi rendahnya kadar stres yang ternyata juga bisa menaikkan tekanan darah.

4. Jima’ bisa menurunkan tingkat stres
Saat jima’, apalagi ketika sudah mencapai orgasme, menjadi salah satu aktivitas fisik yang memicu pelepasan hormon oksitosin dan endorfin sehingga bisa menghilangkan hormon stres dan membuatmu lebih bahagia dan tenang.

5. Jima’ menguatkan kesehatan jantung
Penelitian di Britania Raya menemukan bahwa jima’ dua kali seminggu punya efek kesehatan menjaga diri dari penyakit jantung dibanding mereka yang hanya jima’ sekali sebulan. Karena jima’ juga termasuk olahraga kardio yang melatih jantung.

6. Jima’ bisa mencegah kanker
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jima’ rutin akan menurunkan risiko kanker prostat pada pria dan mengurangi risiko kanker payvdara pada wanita. Penelitian dari Perancis mengungkapkan bahwa wanita yang berjima’ paling tidak sekali sebulan lebih rendah risikonya mengembangkan kanker payvdara.

7. Jima’ bisa meredakan nyeri dan sakit
Ketika tingkat stres berkurang dalam tubuh, secara alami tubuhmu tidak akan merasa sakit dan nyeri. Penelitian 2013 di Jerman mengungkapkan bahwa jima’ bisa mengurangi derita migrain hingga 60 persen. Endorfin yang dilepaskan otak membantu mengurangi rasa sakit.

8. Jima’ bikin panjang umur
Beberapa penelitian, tahun 1955 dan 1980 Duke University menemukan bahwa frekuensi jima’ berhubungan erat dengan tingkat panjang umur seseorang. Menikmati hubungan bisa meningkatkan kesehatan dan panjang umur.

9. Jima’ menguatkan ikatan cinta dan kunci bahagia
Inilah hal terpenting yang bisa didapat dengan rutin jima’. Kamu dan suami jadi lebih dekat dan jima’ secara batin dan bisa menjaga kedamaian serta keharmonisan rumah tangga.

Tags: #istri ogah berjima' #penyebab istri ogah berjima' #waktu yang tepat untuk jima'