‘Suara Khasnya Terdengar Sampai Detik Ini’ Teman Bersaksi, Ini Bukti Pilot Boy Awalia Orang Baik


Peristiwa meninggalnya Captain Boy Awalia pilot Citilink saat tengah bertugas masih membekas di benak rekan sejawat.

Seorang teman sampai curhat soal kebaikan Boy Awalia semasa hidup.

Dilansir dari unggahan terakhir akun Instagram pribadinya @boyawalia terlihat sebuah komentar dari rekan kerja Capt Boy Awalia yang menceritakan bagaimana sosok Pilot Citilink tersebut yang miliki sifat tak ada jarak dan tak sombong, Sabtu (23/7/2022).

Dalam unggahan tersebut terlihat sosok Capt Boy Awalia bersama kedua putranya.

Namun banyaknya komentar duka atas kepergian dirinya justru menjadi sorotan.

Bahkan dalam unggahan tersebut terlihat adanya komentar dari salah seorang rekan kerja dari Captain Boy Awalia yang mengungkapkan sifat tak sombong dan baiknya sang Pilot.

“Capt boy gak pernah ngasih jarak pagar ke saya sebagai cabin crew. Sejak awal kenal dulu di perusahaan sebelumnya dan excited ktemu di perusahaan yg sekarang,” tulis rekan kerja Capt Boy Awalia.

“Beliau orang baik, selalu senang bercerita dan suara khasnya sangat terdengar sampai detik ini.

Keluarganya pasti bangga karena capt boy sudah melakukan banyak hal baik di hidupnya. Sampai kita bertemu lagi capt. inalilahi wainalilahi rojiun…,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, beberapa pihak lainnya juga ikut mengungkapkan duka mendalam atas kepergian Captain Boy Awalia.

“MaasyaaAllah Inna lillaahi wa innaa ilahi raaji’uun. Allahummaghfirlahu war hamhu wa‘aafihii wa’fu anhu…”.

“MasyaAllah dari wajah ny aja keliatan org baik ya mbak.. Semoga husnul khotimah. Aamiin” ungkap beberapa komentar merespon cerita rekan kerja Capt Boy.

Lebih jauh, Saat itu Captain Boy Awalia dilaporkan mengalami sakit dan dinyatakan meninggal dunia saat memimpin penerbangan pesawat nomor QG307 yang sempat 15 menit mengudara.

Namun pesawat yang membawa 171 penumpang tersebut kembali mendarat di Surabaya alias return to base karena pilot mengalami darurat kesehatan.

Usai mendarat darurat di Bandara Juanda, Surabaya, Capt Boy Awalia sempat dibawa ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Boy Awalia Pilot Citilink yang Meninggal Baru 2 Tahun Menikah, Sempat Unggah Pesan Haru untuk Istri

Captain pilot Boy Awalia Asnil yang meninggal dunia saat sedang menerbangkan pesawat Citilink ternyata baru saja menikah.

Diberitakan sebelumnya, Boy Awalia Asnil meninggal dunia karena serangan jantung pada Kamis 21 Juli 2022.

Boy Awalia Asnil terkena serangan jantung di atas pesawat yang ia terbangkan sehingga pesawat langsung putar balik untuk melakukan pendaratan darurat 15 menit setelah mengudara.

Captain Boy Awalia meninggal dunia dalam usia 48 tahun.

Boy sudah malang melintang di dunia penerbangan komersial.

Pilot yang pernah bersekolah di SMA Arun Aceh ini mendapatkan gelar pilot setelah menempuh pendidikan Ardmore Flying School of New Zealand.

Boy bekerja di dunia penerbangan sejak tahun 1994 atau sudah 28 tahun menjadi pilot komersial. Boy dikenal dengan dekat anak-anak.

Dia kerap membagikan kegiatannya bersama anak-anak.

Bahkan Boy sempat mengunggah pesan terakhir untuk anaknya yang ia posting pada 14 Juli 2022.

Berikut isi pesan Boy untuk kedua anaknya:

“Dari kecil gua rawat mereka dengan tangan sendiri.

Dari bangunin pagi, siapin untuk pergi sekolah, suapin makan, antar jemput sekolah, rawat saat mereka sakit, tidur bacain buku setiap malam, sampai cebok pun gua sendiri yang lakuin.

Bahkan pernah gua hampir berhenti jadi pilot supaya bisa merawat mereka karena saat bercerai mereka memilih untuk ikut gua.

Tapi dilarang keluarga besar.

Sekarang gua harus relain mereka mandiri di pesantren.

Inshaa Allah merka kuat, selama ini mereka belajar mandiri.

Ternyata bapake yang gak kuat…” tulis Boy.

Tak hanya itu, Boy rupanya belum lama menikah lagi setelah bercerai dari istri pertamanya.

Boy diketahui menikah pada 27 April 2020.

Hal ini diketahui dari unggahan Boy pada 28 April 2022.

Dalam unggahan itu ia memajang fotonya tengah akad nikah bersama seorang wanita.

Ia pun menulis pesan haru untuk sang istri.

“Sayang

Kamu sempurna bukan hanya karena cantik wajahmu

Kamu sempurna bukan hanya karena elok sikapmu yg memikat hati

Kamu sempurna bukan hanya karena mempesona dirimu

Tapi kamu sempurna karena Allah telah menciptakan dirimu untukku

Dengan Bismillah aku memilihmu memjadi wanita surgaku.”

Ketika ditanya di kolom komentar, Boy menyebut akad itu dilangsungkan pada 27 April 2020.

Sejumlah sahabat Boy membagikan ulang pesan terakhir pilot Citilink Indonesia yang meninggal dunia setelah mendarat darurat di Bandara Juanda Surabaya itu.

Boy mengakui dirinya begitu pecicilan alias tak bisa diam.

Namun, sahabatnya mengenang, justru sifat Boy itu membuat kenangan masa kecil mereka tetap hidup.

Foto sosoknya terus ditangisi di media sosial.

Keterangan Petugas

Kabar pilot Citilink Indonesia dengan nomor penerbangan QG307 yang sakit saat pesawat sedang mengudara sudah mendapatkan konfirmasi dari pejabat Humas PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Juanda Yuristo Ardi Hanggoro.

Yuristo telah membenarkan adanya kabar duka itu.

Pihak AP I memang mendapatkan laporan ada permintaan mendarat darurat dari Citilink QG307 rute Surabaya-Makassar.

“Pagi tadi kami mendapat report ada permintaan emergency landing dari Citilink QG307 Surabaya-Makassar karena pilot incapacity, yakni sakit di atas pesawat. Pesawat take off 06.10 WIB dan mendarat kembali pukul 06.56 WIB,” terang Yuristo pada Kamis (21/7/2022).

Tak lama kemudian beredar kabar pilot Citilink yang sakit kemudian meninggal itu adalah Capt Boy Awalia.

Yuristo enggan mengkonfirmasi data nama tersebut tapi membenarkan yang bersangkutan meninggal.

“Dari informasi terakhir yang kami dapat, kami sampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya beliau,” ujarnya.

Captain Boy Awalia meninggal dunia dalam usia 48 tahun. Boy sudah malang melintang di dunia penerbangan komersial.

Pilot yang pernah bersekolah di SMA Arun Aceh ini mendapatkan gelar pilot setelah menempuh pendidikan Ardmore Flying School of New Zealand.

SOSOK Capt Boy Awalia, Pilot Citilink Meninggal Usai Mendarat Darurat, Tinggalkan 2 Anak Laki-laki

Inilah profil singkat pilot Citilink yang meninggal dunia usai melakukan pendaratan darurat.

Kabar duka dari pihak maskapai penerbangan Citilink.

Salah satu pilot kebanggan Citilink, Capt Boy Awalia dinyatakan meninggal dunia setelah menerbangkan pesawat Citilink QG307.

Capt Boy Awalia meninggaln dunia setelah dirinya melakukan pendaratan darurat di bandara Juanda, Surabaya.

Pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG307 rute Surabaya-Makassar melakukan return to base (RTB) di Bandara Juanda Surabaya pada Kamis (21/7/2022).

Direktur Utama PT Citilink Indonesia Dewa Kadek Rai mengatakan, setelah pesawat lepas landas sekitar 15 menit, penerbangan kembali ke Bandara Juanda, Surabaya dikarenakan pilot mengalami darurat kesehatan.

“Pesawat tersebut telah mendarat kembali pukul 07.00 WIB di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya dengan baik dan selamat,” kata Rai dalam keterangannya, Kamis.

Rai mengatakan, petugas darat bersama seluruh stakeholders di Bandara Juanda Surabaya telah menyiapkannya prosedur penanganan evakuasi darurat kesehatan dengan sangat cepat dan baik.

“Pilot telah ditangani oleh pihak dokter di rumah sakit terdekat,” ujar Rai.

Sosok Capt Boy Awalia.

Pilot Capt Boy Awalia merupakan pira kelahiran 48 tahu silam.

Ia sudah masuk dunia penerbangan sejak tahun 1994 atau sudah 28 tahun di dunia penerbangan.

Capt Boy Awalia memiliki dua orang putra.

Capt Boy Awalia menyelesaikan pendidikan di Ardmore Flying School of New Zealand

Pengalaman Kerja

Citilink Indonesia
Des 2016 – Saat ini5 tahun 8 bulan

Captain PT Lion Air
Mei 2010 – Des 20166 tahun 8 bulan

Senior First Officer Asia Air
Mei 2009 – Mei 20101 tahun 1 bulan

Senior First Officer Sriwijaya Air
Okt 2008 – Mei 20098 bulan

Senior First Officer Malaysia Airlines
Okt 2005 – Okt 20083 tahun 1 bulan

Senior First Officer PT. Merpati Nusantara Airlines
Mar 1994 – Okt 200511 tahun 8 bulan

Senior first officer for CN235, FOKKER 27, BOEING 737-200

Sosok Istri Allan Safitra Pilot Pesawat Jatuh, Baru 10 Bulan Dinikahi, Kini Ditinggal Selamanya

Sementara itu, belum lama ini seorang pilot pesawat tempur TNI AU juga meninggal dunia usai melakukan tugas terbang malam.

Lettu Pnb Allan Safitra pilot pesawat tempur yang jatuh di Blora, Jawa Tengah pada Senin 18 Juli 2022 dipastikan gugur.

Allan Safitra gugur saat melaksanakan tugas terbang malam dari Pangkalan Udara (Lanud) Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur.

Allan Syafitra lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2015.

Sebelum masuk AAU, Allan tercatat sebagai pelajar di SMA Taruna Nusantara.

Kemudian melanjutkan pendidikannya sebagai taruna AAU.

Lulus dari AAU tahun 2015, Allan Syafitra menjadi mengikuti Sekolah Penerbang TNI AU angkatan 91.

Pada Tahun 2017, ia dikukuhkan sebagai penerbang di Lanud Iswahjudi, Jawa Timur.

Allan lalu ditempatkan di Skadron Udara 15 yang mengoperasikan pesawat T-50 Golden Eagle, setelah menjalani pendidikan transisi.

Pada Oktober 2018, Allan Syafitra lulus sebagai penerbang tempur TNI AU dengan menggunakan pesawat T-50i Golden Eagle.

Dalam pengoperasian pesawat T-50i Golden Eagle, Lettu Pnb Allan Syafitra Indera W bersama rekannya Lettu Pnb Laksamana Hasnan Tri Pamungkas.

Ayah Lettu Pnb Allan Syafitra Indera Wahyudi seorang kolonel dari Korps Perbekalan TNI AU bernama Mujianto.

Pada Selasa 24 Agustus 2021 Allan menikah dengan seorang wanita bernama Dianka Firsta Brestianti, anak seorang jenderal Angkatan Laut Laksda Budi Setiawan.

Pesta pernikahannya pada saat itu digelar di salah satu hotel mewah di Jakarta.

Foto-foto pernikahan Allan dan Dianka masih dapat ditemukan di web wedding organizer yang mereka gunakan, The Hybrid Wedding.

Dalam foto tersebut, Allan dan Dianka melakukan foto prewed dalam berbagai pose.