Tak Ingin Anak Jadi Bodoh? Jangan Lagi Beri Anak 3 Makanan dan Minuman Ini

462 views


Tak Ingin Anak Jadi Bodoh? Jangan Lagi Beri Anak 3 Makanan dan Minuman Ini

Makanan sangat penting bagi tubuh sebagai sumber energi. Tapi makanan bisa membuat badan sehat atau malah sebaliknya. Termasuk berpengaruh terhadap fungsi otak.

Memang faktor gen sangat menentukan kecerdasan otak anak. Tapi jangan salah, makanan ternyata bisa juga-lho mempengaruhi.

Nah kita semua pasti tak mau kan anak menjadi bodoh? Berikut contoh makanan dan minuman yang harus dihindari demi mencegah hal tersebut seperti dilansir dari tribunnews.com (03/07/18).

1. Soda dan minuman kemasan lainnya

Minuman soda dan kemasan, umumnya mengandung pengawet dan gula yang tinggi. Karena itulah sering membiarkan anak mengonsumsi ini akan berpengaruh buruk tidak hanya terhadap gigi tapi juga fungsi otak.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh University Southern of California menunjukkan ada kaitan erat antara minuman soda dan kemampuan otak dalam mengingat dan mengolah informasi ketika si kecil beranjak dewasa.

Jadi jangan lagi dibiasakan ya bunda, si kecil jajan minuman kemasan.

2. Daging olahan

Makanan seperti nugget, sosis, atau kornet memang sangat memudahkan ibu di rumah ketika harus menyiapkan bekal buat si kecil. Tapi terlalu sering mengonsumsi daging olahan bisa berakibat buruk terhadap kemampuan mengingat dan mengolah informasi si kecil.

Daging olahan banyak mengandung pengawet seperti nitrosamine dan bahan kimia lain yang bisa mempengaruhi fungsi otak.

3. Permen dan makanan manis

Permen dan makanan manis jadi makanan kesukaan semua anak-anak. Tapi sebaiknya para orangtua jangan biarkan anak terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi kandungan gula.

Penelitian yang dilakukan oleh University of California Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa tingginya kadar fruktosa bisa menyebabkan resistensi insulin. Padahal insulin tak hanya berperan penting untuk mengontrol kadar gula darah tapi juga mengatur fungsi otak.

Itulah beberapa jenis makanan yang sering dikonsumsi anak-anak tapi ternyata berdampak tidak baik bagi kinerja otak si kecil.

======

Kotoran Telinga Anak Kering dan Keras, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kotoran telinga biasanya lembut dan mudah keluar dengan sendirinya. Namun, sebagian kotoran telinga anak ada yang kering dan keras, Bun. Bila dibiarkan, kotoran telinga tersebut bisa menumpuk dan menyumbat saluran telinga Si Kecil, lho.

Kotoran telinga atau serumen dihasilkan oleh kelenjar dalam saluran telinga. Kotoran ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu kotoran telinga basah dan kering. Walau namanya kotoran, benda ini sebenarnya memiliki peranan penting.

Kotoran telinga berfungsi untuk melumasi saluran telinga, mencegah pertumbuhan bakteri di telinga, dan melindungi organ pendengaran dari benda asing yang masuk ke dalam telinga.

Kotoran telinga umumnya memiliki tekstur yang lembut dan mudah keluar dengan sendirinya dari telinga. Meski demikian, sebagian orang memiliki kotoran telinga yang keras dan kering, sehingga mudah menumpuk dan menyumbat liang telinga.

Dampak Kotoran Telinga Kering dan Keras pada Anak

Tekstur dan jumlah kotoran telinga yang dihasilkan setiap orang berbeda-beda. Umumnya kotoran telinga ini tidak perlu dibersihkan secara berkala, karena bisa bergerak dan keluar dengan sendirinya.

Namun, kotoran telinga anak yang kering dan mengeras terkadang sulit untuk bergerak keluar dari telinga. Selain itu, saluran eustachius pada telinga anak juga belum berkembang secara optimal dan bentuknya lebih pendek dibandingkan orang dewasa.

Karena alasan itulah, kotoran mudah terjebak di saluran telinga anak dan akhirnya menumpuk. Kondisi ini secara medis dikenal dengan sebutan serumen prop.

Tumpukan kotoran telinga bisa menyumbat saluran telinga anak dan menimbulkan keluhan, seperti telinga gatal atau nyeri, telinga terasa penuh, dan sulit mendengar.

Alhasil, keluhan tersebut membuat anak sering memasukkan jarinya dan menggaruk-garuk telinganya atau menggunakan cotton bud untuk mengeluarkan kotoran telinga yang keras dan menyumbat liang telinganya.

Kedua cara tersebut sebenarnya bukanlah cara yang baik karena justru bisa menyebabkan kotoran semakin masuk ke dalam saluran telinga dan terjebak tidak bisa kemana-mana. Kotoran telinga yang menumpuk juga lama kelamaan bisa meningkatkan risiko anak untuk terkena infeksi telinga atau otitis media.

Ini Cara Mengatasi Kotoran Telinga Anak Kering dan Keras

Guna mengatasi kotoran telinga yang kering dan keras pada Si Kecil, Bunda bisa menggunakan larutan air garam (cairan saline), minyak zaitun, atau obat tetes telinga khusus anak. Obat tetes telinga tersebut biasanya mengandung beberapa bahan, seperti minyak mineral, asam asatat, atau hidrogen peroksida.

Obat tetes telinga anak bisa dibeli bebas di apotek atau dengan resep dokter. Cara penggunaannya adalah dengan meneteskan atau menyemprotkan cairan obat tersebut ke liang telinga Si Kecil, lalu biarkan selama beberapa saat hingga kotoran telinga lunak dan keluar sendiri.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah panduan membersihkan kotoran telinga anak kering dan keras dengan menggunakan obat tetes telinga:

  • Cuci tangan Bunda sebelum memegang obat tetes telinga.
  • Kocok perlahan botol kemasan obat tersebut.
  • Jangan langsung tempelkan ujung pipet pada telinga Si Kecil karena bisa menyebabkan kuman menempel ke pipet.
  • Miringkan kepala Si Kecil, lalu tarik dan tahan daun telinganya saat hendak meneteskan obat.
  • Tekan pipet perlahan dan teteskan obat pada telinga yang akan diobati.
  • Miringkan telinga Si Kecil beberapa saat setelah obat masuk ke telinganya.

Kotoran telinga yang jumlahnya sedikit bisa lebih mudah melunak dan cepat keluar. Namun, untuk melunakkan kotoran telinga yang sudah menumpuk, biasanya dibutuhkan waktu lebih lama.

Oleh karena itu, pastikan Bunda menggunakan obat tetes telinga secara rutin dan sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan produk, ya.

Setelah membaca informasi di atas, sebenarnya kotoran telinga anak kering dan keras bukanlah perkara yang harus Bunda pusingkan. Cara di atas umumnya efektif untuk melunakkan kotoran telinga anak yang keras dan membuatnya keluar dari dalam telinga.

Namun, apabila kotoran telinga yang kering dan keras sudah menumpuk terlalu banyak, terlebih jika Si Kecil sudah mengalami nyeri pada telinga, gangguan pendengaran, demam, rewel, atau sampai susah makan, Bunda sebaiknya membawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

======

Inilah Fakta dan Manfaat Rum bagi Kesehatan

Meski memiliki kandungan alkohol yang cukup tinggi, manfaat rum bagi kesehatan sangatlah beragam. Namun, manfaat rum ini baru bisa diperoleh jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan.

Rum merupakan jenis minuman beralkohol yang diolah dari penyulingan dan fermentasi air tebu. Kandungan alkohol dalam rum cukup tinggi, yaitu sekitar 40 %. Minuman ini banyak diproduksi di daerah Kepulauan Karibia, seperti Jamaika, Barbados, Guyana, Trinidad, dan Dominika.

Ada dua jenis rum yang umum dikonsumsi, yaitu dark rum dan light rum. Dark rum memiliki warna yang lebih gelap dan melalui tahap fermentasi lebih lama, sedangkan light rum berwarna lebih terang dan umumnya diolah melalui proses fermentasi yang lebih singkat.

Kandungan Nutrisi Rum

Di dalam 44 ml rum atau setara dengan 1 gelas sloki, terkandung sekitar 100 kalori dan beragam nutrisi berikut ini:

  • 0,017 miligram zat besi
  • 1,7 miligram fosfor
  • 0,8 miligram kalium
  • 0,4 miligram natirum
  • 14 gram alkohol

Rum juga mengandung antioksidan. Namun, kandungan antioksidan ini lebih banyak ditemukan di dalam dark rum. Selain rum, ada pula jenis minuman beralkohol lain yang banyak mengandung antioksidan, yaitu wine.

Fakta dan Manfaat Rum bagi Kesehatan

Meski tergolong sebagai minuman beralkohol, rum juga baik dikonsumsi untuk kesehatan, asalkan jumlahnya tidak berlebihan. Batas aman konsumsi rum yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 1 gelas sloki per hari.

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh bila Anda mengonsumsi rum secara tidak berlebihan:

1. Meredakan stres

Hampir semua orang pernah mengalami stres, entah karena masalah pekerjaan, keluarga, ekonomi, atau hubungan asmara. Konsumsi minuman beralkohol, seperti rum, diketahui bisa mengurangi stres dan memberikan rasa tenang.

Namun, perlu diingat bahwa manfaat rum tersebut hanya berlaku bila Anda mengonsumsinya secara tidak berlebihan. Jika dikonsumsi terlalu banyak atau sering, minuman beralkohol justru bisa menimbulkan gangguan psikologis, seperti kecanduan alkohol, gangguan cemas, susah tidur, dan depresi.

Oleh karena itu, Anda tidak disarankan hanya mengandalkan rum atau minuman beralkohol lainnya untuk meredakan stres, apalagi hingga menggunakan obat-obatan terlarang.

2. Menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung

Ada studi yang menunjukkan bahwa konsumsi minuman beralkohol, termasuk rum, dalam jumlah yang sesuai, dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi.

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, rum atau minuman beralkohol jenis lainnya justru bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

Oleh karena itu, untuk menjaga kesehatan jantung, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsi alkohol secara berlebihan dan tetap jalani gaya hidup sehat, seperti olahraga secara rutin, konsumsi makanan bergizi, dan tidak merokok.

3. Menjaga kesehatan tulang

Penting untuk selalu menjaga tulang agar tetap sehat dan kuat. Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi minuman beralkohol dengan dosis ringan, yaitu 2-3 kali seminggu, dapat memperkuat jaringan tulang tubuh dan mengurangi risiko osteoporosis.

Sebaliknya, dari riset yang sama diketahui pula bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan atau terlalu sering justru bisa meningkatkan risiko osteoporosis. Oleh karena itu, konsumsinya perlu dibatasi.

Selain itu, Anda tetap perlu mencukupi asupan nutrisi, seperti kalsium dan vitamin D, agar kesehatan dan kekuatan tulang tetap terjaga. Asupan tersebut bisa diperoleh dari makanan dan minuman tinggi kalsium atau suplemen.

4. Menjaga gula darah tetap stabil

Salah satu manfaat rum yang bisa Anda peroleh adalah untuk menjaga gula darah. Rum termasuk salah satu minuman yang hampir tidak mengandung gula dan indeks glikemiknya 0. Ini artinya, konsumsi rum tidak akan meningkatkan kadar gula darah.

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, rum bisa merusak pankreas dan hati. Efek ini justru bisa membuat kadar gula darah naik dan sulit terkontrol karena terganggunya kinerja hormon insulin.

5. Meningkatkan jumlah kolesterol baik

Konsumsi minuman beralkohol secara tidak berlebihan juga diketahui baik untuk meningkatkan kolesterol baik (HDL). Semakin tinggi jumlah HDL, semakin baik pula kesehatan pembuluh darah dan jantung Anda.

Namun, minuman beralkohol juga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), bila dikonsumsi secara berlebihan.

Agar lebih sehat, Anda tidak hanya mengandalkan rum atau minuman beralkohol untuk menjaga kadar kolesterol tubuh. Anda juga perlu rutin berolahraga dan menjalani pola makan sehat.

Risiko Konsumsi Rum Secara Berlebihan

Segala sesuatu yang dikonsumsi secara berlebihan, tentu tidak baik untuk kesehatan. Begitu pula dengan rum atau jenis minuman beralkohol lainnya. Jika dikonsumsi secara berlebihan atau terlalu sering, rum justru dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit atau gangguan kesehatan, di antaranya:

  • Penyakit hati, seperti hepatitis dan sirosis
  • Pankreatitis
  • Gangguan otak, seperti stroke dan dementia
  • Kanker
  • Keracunan alkohol
  • Kecanduan

Pada ibu hamil, konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan, bisa mengganggu tumbuh kembang janin dan menyebabkan janin terlahir cacat. Kondisi ini disebut fetal alcohol syndrome.

Efek alkohol juga bisa membuat Anda sulit konsentrasi, sehingga lebih berisiko mengalami kecelakaan saat berkendara atau mengoperasikan mesin tertentu. Hal ini bisa menimbulkan cedera yang fatal dan bahkan kematian.

Karena bisa menimbulkan efek samping berbahaya, tidak semua orang boleh mengonsumsi minuman beralkohol, termasuk rum. Berikut ini adalah beberapa kelompok yang tidak dianjurkan untuk mengosumsi alkohol:

  • Ibu hamil atau menyusui
  • Anak-anak dan remaja
  • Penderita penyakit tertentu, seperti penyakit hati atau pankreas, penyakit jantung, dan kanker
  • Orang yang pernah mengalami kecanduan alkohol
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan secara rutin, karena bisa menimbulkan efek interaksi obat

Manfaat rum untuk kesehatan bisa Anda peroleh, jika minuman ini dikonsumsi secara tidak berlebihan. Agar lebih aman, batasi konsumsi rum hingga tidak lebih dari 1 gelas sloki per hari dan tidak lebih dari 3 kali seminggu.

Apabila Anda mengalami masalah kesehatan tertentu karena terlalu banyak mengonsumsi rum atau minuman beralkohol lainnya, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Tags: #makan yang membuat anak bodoh #manfaat rum bagi kesehatan #mengatasi kotoran telinga anak keras dan kering