Tak Perlu Panggil Kiai dan Dukun, Berikut Cara Ampuh Usir Jin dengan Garam Diungkap Syekh Ali Jaber


Tak Perlu Panggil Kiai dan Dukun, Berikut Cara Ampuh Usir Jin dengan Garam Diungkap Syekh Ali Jaber

Syekh Ali Jaber ungkap cara ampuh usir jin dari rumah dengan garam. /Instagram.com/@syekh.alijaber

Berikut ini adalah penjelasan Almarhum Syekh Ali Jaber tentang cara mengusir jin di rumah dengan garam tanpa bantuan kiai dan dukun.

Cara mengusir jin dengan garam dari Almarhum Syekh Ali Jaber ini sudah dibuktikan ampuh dan efektif.

Untuk itu, bagi yang merasa ada jin di dalam rumahnya dan suka mengganggu, cara berikut ini bisa dilakukan.

Dilansir dari unggahan video di kanal YouTube menjelaskan hal tersebut.

Jin sering sekali mengganggu manusia dengan berbagai cara seperti tinggal di ruangan-ruangan di dalam rumah.

Biasanya sesekali jin-jin teresebut mengganggu pemilik rumah dengan suara atau pun penampaka

Ada beberapa pemilik rumah yang terbiasa dengan hal tersebut. Namun, ada juga yang merasa sangat terganggu, hingga ketakutan.

Untuk itu, Almarhum Syekh Ali Jaber memberikan cara untuk mengusir jin tersebut dari rumah dengan garam.

Caranya cukup mudah, yakni hanya dengan mencampurkan air di dalam ember dengan garam.

Kemudian air tersebut dipakai untuk mengepel lantai rumah. Maka dengan sendirinya jin akan keluar dari rumah tersebut.

“Mulai hari ini kalau pel rumah pakai air yang sudah terisi dengan garam,” ujarnya kepada jamaah.

Menurutnya, garam mengandung energi positif yang bisa dibenturkan dengan energi negatif dari jin.

Dengan demikian, jin tidak akan pernah lagi masuk ke rumah yang dibersihkan dengan air garam.

“Garam itu di dalamnya ada energi positif, setan dan jin memiliki energi negatif, jika bersihin rumah dengan air garam setan gak bisa masuk ke rumah itu,” katanya.

Namun, tidak cukup hanya air garam biasa untuk mengusir jin tersebut. Menurut Almarhum Syekh Ali Jaber air garam tersebut harus didoakan terlebih dahulu.

Doa yang disebutkannya ialah baca Al Fatihah tujuh kali, lima ayat pertama Al Baqarah satu kali, Ayat Kursi tujuh kali, tiga ayat terakhir Al Baqarah satu kali.

Kemudian dilanjutkan dengan Al Ikhlas tiga kali, Al Falaq tiga kali, dan An Nas tiga kali.

Setiap kali selesai membaca satu paket ayat, ditiupkan tiga kali ke air yang telah terisi garam tersebut.

Setelah itu air tersebut bisa langsung digunakan untuk mengepel lantai rumah agar jin tidak berani masuk.

======

Melunasi Hutang Itu Mudah, Al-Qur’an Sudah Memberi Solusi, Begini Caranya

Di zaman sekarang ini banyak orang mengeluh tentang masalah hutang.

Biasanya karena terjerat dengan tuntutan hidup atau untuk gaya hidup mewah mereka rela berhutang pada pihak perorangan maupun bank tanpa melihat jumlah hutang yang harus dibayar perbulan.

Sehingga tak jarang di kemudian hari mereka menyesal karena terjerat dengan sistem ribawi.

Lalu bagaimana cara melunasi hutang jika sudah terlilit masalah ini? Berikut adalah solusi yang telah disebutkan dalam al-Qur’an agar kita bisa membayar hutang secepatnya.

Sebagaimana diceritakan oleh Habib Umar bin al-Hafidz, Suatu ketika Seorang lelaki mendatangi kediaman Syaikh Sya’rawi.

Kepada Syaikh, ia menjelaskan masalahnya. bahwa ia bekerja di tempat yang syubhat (tidak jelas antara halal dan haramnya pekerjaan tersebut).

Pun dengan berbagai produk yang dihasilkan ditempat kerjanya.

Akibat pekerjaannya tersebut, lelaki itu menjalani kehidupan yang sangat jauh dari ketenangan.

Rumah tangganya tidak bahagia. Istri dan anaknya banyak makar. Dan berbagai keburukan lainnya.

Setelah mendengarkan penuturan lelaki tersebut, Syaikh Sya’rawi berkata, “Wahai anakku, Keluarlah dari pekerjaanmu.”

“Bagaimana mungkin aku keluar dari pekerjaanku, sementara hutangku kian menumpuk? Anak, istri dan beberapa orang keluargaku masih membutuhkan nafkah dari diriku.” jawab lelaki tersebut.

“Wahai anakku,” ujar Syaikh Sya’rawi, ketahuilah bahwa dalam al-Qur’an dijelaskan,

“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, maka dijadikan baginya jalan keluar (atas semua persoalan).” (QS. ath-Thalaq[65]: 2)

Syaikh Sya’rawi melanjutkan pertanyaannya, “Mana yang lebih dulu disebutkan? Jalan keluar atau Taqwa?”

Sangat jelas disebutkan dalam ayat diatas, Bahwa Allah Ta’ala lebih dulu menyebutkan kata ‘taqwa’, baru kemudian ‘jalan keluar’.

Lalu bagaimana mungkin kita mengharapkan jalan keluar terlebih dahulu sementara diri kita berada dalam kemaksiatan dan berbagai amal keburukan lainnya?

Akhirnya, lelaki itu mau mengikuti nasihat Syaikh Sya’rawi, atas hidayah dari Allah Ta’ala.

Tak lama kemudian, ia keluar dari pekerjaannya dan melamar pekerjaan yang lebih baik, bayarannya pun jauh lebih besar hingga akhirnya bia untuk menyicil hutangnya.

Beberapa bulan selanjutnya, lelaki itu dipindahkan ke Kuwait, kemudian dipindah ke Arab Saudi, dekat dengan Masjidil Haram dan Ka’bah.

“Dia,” terang Habib Umar bin al-Hafidz, “mau memperbaiki dirinya, kemudian Allah Ta’ala melunasi hutangnya, kehidupannya pun menjadi lebih baik. Maka dari itu, wahai Saudaraku, Bertaqwalah kepada Allah, insyaallah dengan izin Allah jalan keluar akan terbuka. Bagaimana mungkin engkau minta jalan keluar sementara dirimu tidak bertaqwa (berada dalam kemaksiatan)?”

Mungkin, banyak di antara kita yang pernah membaca ayat diatas bahkan menghafal dengan maknanya. Namun, ada begitu banyak yang masih tenggelam dalam berbagai persoalan, padahal sudah mengetahui solusinya.

Bukankah Allah Ta’ala dengan sangat jelas menyebutkan, bertaqwalah maka akan diberikan jalan keluar. Dan amatlah mustahil diberi jalan keluar sementara diri masih bergelimang dalam sia-sia, dosa, dan maksiat.

======

Ke Pasar itu Adalah Tugas Suami jadi Jangan Dibebankan ke Istri, Ini Penjelasannya…

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

KEPASAR ITU ADALAH TUGAS LELAKI.

Pasar itu tempat berkumpulnya syaithan, jangan biarkan istrimu memasukinya dan berdesak-desakan di dalamnya…

Istrimu adalah ratu dalam rumah tanggamu…

Ia dilayani oleh suaminya akan keperluannya

Apapun tugas yang berat, mengganti galon, membenahi rumah, atau bahkan menjemur baju di luar yang panas, jangan bebani istrimu dengan tugas-tugas yang berat baginya…

Istrimu bukanlah pembantumu, meski ia membantumu dalam rumah tanggamu…

Muliakanlah istrimu, sebagai ratu, dia dilayani, kemanapun dia pergi maka engkau sebagai pengawal yang mengantarnya, menjaganya, menjadikan dirimu sebagai pelindung dari bahaya yang mengintainya, menjadikan tubuhmu sebagai tameng jika ada yang hendak melukainya…

Dan seandainya engkau meminta tolong kepadanya membuatkan sesuatu, mintalah dengan sopan dan penuh cinta, dengan mengormatinya…

Sungguh indah keadaan suami yang sholih… jika dia mencintai istrinya, dia memuliakan istrinya, jika dia tidak menyukai istrinya, dia tidak akan mempersusah keadaan istrinya, Islam itu indah, karena Allah menyukai keindahan….

Allahul musta’an

Tags: #cara ampuh usir jin dengan garam #cara melunasi hutang dengan mudah #kepasar adalah tugas suami