Tak Ragu Ceraikan Suami Berondongnya, Muzdalifah Dapat Omongan Miring Soal Fadel Islami: Pasti Pisah


Belakangan ini, Muzdalifah, pengusaha kaya asal Tangerang kembali ramai jadi perbincangan. Wanita ini dikabarkan bakal menggelar pesta pernikahan keempat kalinya dengan brondong, Fadel Islami Rakhmat.

Buat kamu yang belum tahu seluk-beluk kehidupan Muzdalifah dan seberapa banyak harta kekayaannya, yuk simak ulasan berikut:

Muzdalifah sebelumnya pernah menikah dengan Nurman (alm), penyanyi dangdut Nassar, dan seorang pria bernama Khairil Anwar.

Namun, di pernikahan ketiganya, Muzdalifah mengajukan pembatalan menikah lantaran mantan istri Nassar “KDI” itu merasa dibohongi.

Ibu berusia 40 tahun ini digadang-gadang sebagai salah satu janda terkaya di Tangerang. Ia menjalankan bisnis di bidang jual-beli besi bekas atau rongsokan.

Dari sanalah Muzda, begitu ia biasa disapa, mendapatkan uang berlimpah dan memiliki rumah megah yang berlapis emas seperti istana.

Selain bisnis besi bekas, janda beranak lima ini juga memilliki investasi dalam bentuk tanah dan properti yang jumlahnya tak sedikit. Tak heran, itu membuatnya mendapat julukan sebagai janda kaya raya.

Bisnis jual beli besi bekas yang dijalankan Muzdalifah merupakan milik almarhum suami pertamanya, Haji Nurman.

Setelah meninggal, seluruh kepemilikan bisnis tersebut jatuh ke tangan Muzdalifah. Bisnisnya pun semakin moncer dan mendapatkan keuntungan di tangannya.

Rumah tangga Muzdalifah dan Fadel Islami memang sering jadi perbincangan.

Meski bersuami berondong, ternyata Muzdalifah tegas tak ragu ceraikan Fadel Islami.

Pro dan kontra pun muncul, pasalnya usia Muzdalifah dengan Fadel Islami cukup jauh, yakni sekitar 15 tahun.

Sejumlah tudingan miring pun mengarah pada Fadel Islami pasca berhasil mendapatkan hati Muzdalifah.

Banyak yang menuding jika Fadel Islami menikahi Muzdalifah hanya mengincar harta mantan istri Nassar saja.

Tak itu saja, publik juga sempat mempertanyakan pekerjaan Fadel Islami usai menikahi Muzdalifah, apa lagi di dunia hiburan mulai sepi job.

Meski begitu, namun Muzdalifah dan Fadel Islami hingga kini masih membuktikan keharmonisan rumah tangganya.

Nah, baru-baru ini Muzdalifah menerima pil pahit karena mendapat omongan tak mengenakan soal Fadel Islami.

Bahkan omongan tersebut datang dari rekan sesam artis Muzdalifah, waduh ada apa?.

Diketahui Muzdalifah dibuat murka oleh Vicky Prasetyo beberapa waktu lalu.

Vicky Prasetyo pun berusaha menurunkan amarah ibu 5 anak tersebut dengan meminta maaf.

“Mbak, Mbak tadi bukan. Aa Bos, gimana? Sebentar dong,” kata Vicky membela diri namun sia-sia.

“Ah elunya aja, kan gue di sini diundang, nggak usah dihina-hina gitu,” jawab Muzdalifah.

Raffi dan tim kreatif pun mengajak Muzdalifah berbicara, namun istri Fadel Islami itu tetap tak terima.

“Nggak boleh dong, gua lupa sama anak apa, gua sama anak sama-sama,” ujar Muzdalifah lagi.

“Sama kayak masalah rumah (dijual) itu kan hak masing-masing,” tambahnya.

Ada isu beredar yang mengatakan jika Muzdalifah bangkrut sehingga ia memutuskan untuk menjual rumahnya.

Dikutip dari laman jual beli online, diketahui bahwa rumah super megah dan luas tersebut dihargai Rp 30 miliar lebih.

“Ya sementara ini sih sudah ada survei terus ada tawar menawar aja gitu,” ujar Fadel Islami.

Sementara itu, di tengah kabar sang ibu dan ayah sambungnya bangkrut, putri sulung Muzdalifah, Dewi Nurmania kepergok berjualan kue.

Sadar akan tudingan miring yang menimpa pernikahannya, Muzdalifah ternyata pernah blak-blakan menyindir soal mengincar harta.

Bersikaplah Bodo Amat Terhadap yang Membencimu, Agar Kamu Tetap Tenang Dalam Menjalani Hidupmu

Kamu harus memiliki ketegasan pada dirimu, terlebih ketika kamu banyak yang membenci dan selalu diusik oleh mereka yang selalu ingin melihat keterjatuhanmu. Apa? yaitu kamu harus tegas membiarkan mereka dengan bersikap bodo amat, jangan anggap penting mereka para pembenci, agar kamu tetap tenang menjalani kehidupanmu. (foto civer: mbak-mbak lagi jualan, sumber)

Tidak Usah Dipikirkan Omongan Buruk Para Pembenci, Selamanya Dia Akan Mengutukmu Hina

Ingat, mereka para pembenci hanya nompang komentar, tidak akan berpengaruh apapun, maka tidka usah kamu pikirkan omongan buruk mereka para pembenci, karena selamanya dia akan mengutukmu hina.

Dia Tidak Akan Pernah Berbelas Kasih Terhadapmu, Selama Kebencian Masih Bersarang di Hatinya

Karena dia tidak akan pernah berbelas kasih terhadapmu, meski kamu sudah melakukan banyak kebaikan. Dan selama kebencian masih bersarang di hatinya, tentu sebaik apapun kamu tetap akan terlihat buruk.

Biarkan Dia yang Gundah Dengan Terus Membencimu, Sedangkan Kamu Harus Tetap Waras Berpikir Positif

Lalu? tugasmu adalah mmebiarkan mereka dengan kebenciannya, tidak usah kamu menggubrisnya, cukup pastikan hatimu tidak pernah goyah dengan kebencian yang sama. Biarkan dia gundah dengan terus berkata dan berkomentar buruk dengan kebenciannya, sedangkan kamu harus tetap waras berpikir positif.

Anggap Saja Omongan Buruk yang Terlontar Dari Lisannya Hanya Sebuah Angin Lewat yang Melintas di Telinga

Anggaplah omongan buruk yang terlontar dari lisan mereka hanyalah sebuah an gin lewat yang melintas di telinga, jangan biarkan tinggal, atau kamu tahan berlama-lama dipikiranmu. Tahu kenapa? karena saat kamu membiarkannya lama di pikiranmu, tentu apa-apa yang tengah kamu jalani akan berantakan sebab kamu merasa kesal dengan amarah.

Jangan Diamkan Omongan Buruk Mereka Mendekam Dipikaran dan Hatimu, Jika Tidak Maka Kamu Akan Selalu Resah

Jadi intinya, biarkan orang lain berkata buruk seperti apapun terhadapmu, jangan diamkan semua itu bersarang atau mendekam di pikiran dan hatimu, jika tidak maka kamu akan selalu resah tidak karu-karuan. Sumber: humairoh

Alasan “harus” bodo amat

Banyak pesan kehidupan yang menyatakan bahwa kita harus bisa menghargai satu sama lain. Sebagai makhluk paling berakal dan punya hati, manusia pun “dituntut” untuk saling membantu. Namun, seringkali kita merasa hal itu justru menyebalkan saat sudah kelewat batas.

Contoh gampangnya adalah kita tidak bisa menghindari komentar orang-orang terhadap apa yang kita lakukan. Ya, mungkin komentar itu bisa jadi bantuan supaya kita bisa jadi lebih baik. Namun, kebiasaan ini bak pisau bermata dua—salah menangkap bisa bikin kita jadi stres.

Makanya, sejatinya kita juga harus punya sikap bodo amat. Bukan karena egois, tapi ada alasan yang lebih logis soal ini.

1. Kita yang paling bertanggung jawab atas kehidupan sendiri

Masing-masing dari kita pastinya sudah punya agenda hidup sendiri. Kita merancang perjalanan hidup sejak kecil, menentukan cita-cita, sampai mempersiapkan kehidupan di masa tua. Dalam prosesnya pasti akan ada banyak campur tangan dari orang lain.

Tapi perlu diingat, yang paling bertanggung jawab dalam kehidupan ini adalah diri kita sendiri. Dengan bersikap bodo amat, kita akan lebih fokus menjalani kehidupan yang sudah dirancang sebelumnya.

2. Selamat dari jerat drama kehidupan orang lain

Gak jarang ya, saat kita mengikuti saran orang lain untuk menyelesaikan masalah pribadi, bukannya permasalahan itu selesai malah menambah masalah lain. Jadinya drama berketerusan yang bikin diri ini lelah.

Makanya, bodo amat sebenarnya jadi solusi paling tepat jika sudah terlalu banyak orang yang campur tangan menyelesaikan masalah kita. Bodo amat di sini konteksnya adalah kita memilah mana saran yang benar-benar tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bukan serta merta menolak masukan-masukan tersebut.

3. Kita akan lebih nyaman jalani hidup

Gak mendengarkan komentar orang lain jelas akan memberi pengaruh positif terhadap pemikiran dan kesehatan mental. Kita jadi gak memikirkan hal apa yang semestinya dilakukan demi membuat orang lain puas. Ingat lagi, kebahagiaan dan kesuksesanmu itu adalah tanggung jawab diri sendiri. Orang lain sama sekali tidak punya kewajiban untuk membuatmu bahagia. Jadi, standar bahagia itu harus kita tentukan sendiri.

Kita yang paling tahu apa yang kita sukai, apa yang bikin kita senang, apa yang bikin kita bahagia. Jadi, cobalah bersikap bodo amat sesekali.