Terbongkar dari Bahan Emas Uang Koin Ini Beratnya 33,4 Gram Dinyatakan Benar oleh Bank Indonesia Langsung


Terbongkar dari Bahan Emas Uang Koin Ini Beratnya 33,4 Gram Dinyatakan Benar oleh Bank Indonesia Langsung

Sempat jadi tren uang logam atau uang koin dibikin cincin karena warnanya kekuningan seperti emas.

Terbongkar dari bahan emas uang koin ini beratnya 33,4 gram dinyatakan benar oleh Bank Indonesia langsung jadi fakta.

Namun perlu diketahui bahwa uang koin atau uang logam yang punya berat tepat 33,437 ini mesti tahu cirinya.

Kalau dilihat dari tampak depan akan sama dengan uang koin Rp 500 bergambar melati yaitu lambang burung garuda.

Namun kudu teliti ketika memperhatikan tahun yang ada di bawah dan atas lambang burung garuda tersebut.

Uang logam atau uang koin Rp 500 gambar melati, di bawah garuda tertulis tahun 1991, 1992 sampai terakhir dibikin 1997.

Sedangkan pada uang koin terbuat dari emas dengan berat 33,4 gram di atas burung garuda tertuliskan tahun 1974.

Kalau uang koin asli keluaran BI atau Bank Indonesia ini dijual dengan harga emas sekarang tinggal dikalikan.

Sekarang harga emas atau logam mulia rata-rata Rp 950.000 per gram.

Jadi per keping uang logam ini jika dijual dalam bentuk emas 33,437 x Rp 950.000 jadi Rp 31,7 juta.

Kalau dibelikan motor hampir dapat All New Yamaha NMAX Connected yang dijual Rp 34 jutaan.

Namun perlu diingat, uang berwarna emas ini bergambar burung garuda dan komodo di sisi lainnya.

Uang koin ini bikin geger sejak diposting akun instagram @wow.dunia bahwa jika dijual sekarang, harganya bisa mahal.

Warganet merespons postingan tersebut dan mengaku pernah memiliki atau melihat uang tersebut.

Penjelasan Bank Indonesia

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Junanto Herdiawan membenarkan bahwa Bank Indonesia (BI) pernah mengeluarkan uang logam Rp 100.000.

Uang tersebut dicetak pada 1974 dan merupakan uang rupiah khusus.

“Itu Uang Rupiah Khusus,” kata Junanto pada Kompas.com, Minggu (29/8/2021).

Katanya uang rupiah khusus tersebut berbeda dari uang yang beredar di pasaran.

“Uang Rupiah Khusus ini diterbitkan untuk memperingati momen-momen khusus. Kami pernah menerbitkan beberapa Uang Rupiah Khusus,” ujar Junanto.

Kadar emasnya dan bobotnya

Dilansir dari laman resmi BI, gambar muka uang tersebut adalah Lambang Negara Burung Garuda.

Selanjutnya ada teks berbunyi “BANK INDONESIA” dan tahun penerbitan “1974”.

Lalu di gambar belakang ada gambar komodo, spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Flores.

Uang logam Rp 100.000 terbuat dari emas dengan kadar 900/1000 dan berat 33,437 gram.

Mengutip Harian Kompas edisi 9 Oktober 1974, pada tahun 1974 Pemerintah Indonesia mengeluarkan uang khusus dengan berbagai nominal.

Ada tiga pecahan nominal, yaitu Rp 100.000, Rp 5.000, dan paling kecil Rp 2.000.

Bank Indonesia mengeluarkan uang logam itu dan tak diedarkan seperti uang logam biasa.

Pecahan ini muncul dalam bentuk uang logam untuk seri cagar alam.

======

Sudah Pindah Agama? Cantiknya Naysilla Mirdad Pakai Kerudung Putih, Netizen: Semoga Dapat Hidayah

Sudah Pindah Agama? Cantiknya Naysilla Mirdad Pakai Kerudung Putih, Netizen: Semoga Dapat Hidayah

ISU Naysilla Mirdad pindah agama seakan sudah terjawab lewat pernyataan yang disampaikan sang ayah, Jamal Mirdad.

Jamal menyebut jika putrinya akan masuk Islam kala menikah kelak dengan pria bernama Roestaiandi Tsamanov. Seperti diketahui bahwa calon suami Naysilla Mirdad itu beragama Islam.

“Insya Allah (Nay pindah agama). Karena dalam pernikahan kan agama yang paling pokok,” ujar Jamal.

Terlepas dari itu, panampilan Nay layaknya seorang Muslimah juga menjadi sorotan. Nay begitu cantik kala dirinya memakai hijab.

Meski kini belum ada ungkapan resmi bahwa Naysilla pindah agama dari dirinya, Nay beberapa kali sering menutupi kepalanya dengan kerudung. Seperti dalam potretnya kala main sinetron bersama Dian Nitami.

Cantik dengan kerudung dan pakaian serbaputih, Naysilla Mirdad tampil cantik sempurnah. Apakah Nay sudah siap mualaf dan berhijrah ya?

Potret Nay yang berhijab tersebut pun didukung ramai-ramai oleh netizen untuk segera mendapat hidayah. Mereka memberikan komentar positif hingga mendukungnya menjadi mualaf.

“Muda2an dapet hidayah aamiin,” tulis akun @areef_al_d*** di kolom komentar.

“Masha Allah cantiknya pake kerudung Nay,” ungkap @ardykumi***.

Bahkan netizen sudah berasumsi bahwa Nay jadi mualaf, seperti yang ditulis akun @rosalinahaber***, “Semoga kekal iman Islam-nya, tetap dikuatkan Allah. Aamiin.”

======

Hidup Susah Hingga Harus Makan Ikan Bekas Kucing, Wanita ini Sekarang Penghasilannya Rp 25 Miliar Perbulan

Tak dipungkiri, selalu ada cerita masa lalu pahit dan pilu dibalik kisah sukses seseorang. Termasuk kisah wanita muslimah berparas cantik, Fatimah Azzahra, yang kini menjadi pengusaha sukses.

Fatimah meraih kesuksesan benar-benar dari ‘0’ (Nol). Tak ada yang bisa menyokongnya selain tekadnya sendiri, sebab Fatimah hidup di panti dan juga sempat mondok di pesantren.

Dengan lingkungan hidupnya itu pula, kehidupan yang pahit dan sakit jadi batu kerikil dalam kehidupan Fatimah.

Kelaparan pun sudah menjadi sesuatu hal yang biasa dijalaninya, hingga membuatnya rutin berpuasa karena saking tak punya sesuatu yang bisa dimakan.

“Saya puasa berhari-hari dan setiap buka puasa cuma minum air mentah karena memang saat itu di pesantren,” cerita Fatimah saat tampil di acara Kopi Viral yang tayang di kanal YouTube TRANSTV Official, Selasa (14/9), dilansir dream.co.id.

Hingga pilunya, di suatu momen dirinya harus memakan ikan bekas kucing.

“Hari ketiga saat saya perihnya bukan main, nah itu saya berdoa ‘Ya Allah datangkan saya rezeki untuk buka puasa dari mana saja’,” kenang Fatimah.

Tiba-tiba ada seekor kucing membawa ikan bekas, dengan kata lain ikan mentah utuh yang belum sempat disantap si kucing.

“Begitu tiba di depan saya, kaget lihat saya jadi ikannya gak kebawa. Ikannya mentah terus saya bakar,” sambung dia.

Siapa menyangka, sulitnya hidup di masa lalu menjadikan Fatimah sebagai sosok tangguh yang kini mampu mengangkat derajat hidupnya sebagai pengusaha sukses.

Pundi-pundi rupiah masuk ke kantongnya dari hasil penjualan tanaman herbal Virgin Coconut Oil (VCO).

“Saya mempelajari herbal. Kebetulan sebelah kontrakan ada warnet, jadi saya googling. Saya menyimpulkan banyak sekali pengobatan menggunakan tanaman-tanaman yang ada di sekitar kita,” tuturnya.

Tak hanya itu, Fatimah juga menjadi pengusaha hijab dan produk kecantikan yang omzetnya bahkan hingga puluhan miliar rupiah.

“Sebelum pandemi sih (omzetnya) sudah berada di Rp 25 miliaran satu bulan. Setelah pandemi sampai sekarang belum ada kenaikan,” ungkapnya.

======

Dagang Bakso Sambil Gendong Anaknya, Ibu Ini Tetap Semangat Mencari Rejeki Halal Meski Harus Berjalan Kaki Sejauh 30 Km

Dagang Bakso Sambil Gendong Anaknya, Ibu Ini Tetap Semangat Mencari Rejeki Halal Meski Harus Berjalan Kaki Sejauh 30 Km

Sebagai negara penyumbang orang miskin terbanyak di dunia, tidak heran bila berbagai cerita pilu dan haru (maaf) dari orang miskin semakin banyak bertebaran di media sosial.

Tapi beruntungnya, jiwa menolong dan jiwa sosial masyarakat Indonesia juga tinggi. Sehingga sampai saat ini Tanah Air tidak pernah kehilangan orang baik yang berhati mulia dan dermawan.

Bersamaan dengan kisah haru dari pengguna TikTok @anthonysudarsono.

Dalam sebuah kesempatan, Anthony bertemu dengan seotang pedagang bakso tusuk keliling yang membawa serta anaknya yang masih kecil.

Melihat itu, Anthony tergugah untuk mendatangi sang ibu, dan mulai bertanya-tanya seputar dagangan dan kehidupannya.

“Muter (keliling) kemana saja bu?” tanya Anthony, memulai percakapan.

“Kalau cukup waktunya, sampai Jombor. Keliling dari Kuwarasan. Ini bosnya di Kuwarasan,” jawab sang ibu.

Tak disangka, jarah tempuh yang dihabiskan sang ibu sejauh 30 kilometer. Dan yang bikin pilunya lagi, sejauh dan selama perjalanan itu, sang ibu tidak hanya mendorong gerobak tetapi juga menggendong anaknya.

“Sambil gendong anak, enggak capek bu?” tanya Anthony lagi.

“Enggak. Sudah terbiasa mas,” jawab ibu tenang.

Karena tak tega melihat dan mendengar cerita sang ibu yang hanya mendapat upah Rp 9.000 – Rp 15.000, Anthony lantas memberikan bantuan dengan membayar dagangan baksonya selembar uang Rp 100 ribu. Yang kemudian ditambah lagi dengan beberapa lembar merah lagi.

“Ya Allah, terima kasih banyak pak. Semoga rezekinya bapak lancar, sehat-sehat,” ucap ibu berlinang air mata, melansir Merdeka.com.