Terlalu, Ibu di Usir Anaknya Saat Melangsungkan Pernikahan.

239 views


Biasanya orangtua atau mertua itu akan sangat senang jika anak dan menantunya yang baru saja menikah tinggal bersama dirinya dalam satu rumah. Namun, hal lain justru terjadi pada pasangan Leonardo Damanik dan Yohana Ranita Gultom. Pasangan yang baru saja menikah dan melakukan bulan madu di Thailand selama satu minggu ini justru keluar dari rumah orangtuanya dan tinggal di rumah kontrakan.

Banyak pertanyaan yang muncul soal kondisi rumah orangtua Leonardo yang sempit atau tak ada kamar. Namun, nyatanya bukanlah itu yang menjadi alasannya. Mereka berdua ‘diusir’ oleh Anita Martha Hutagalung, ibunda dari Leo.

Mungkin banyak orang yang akan menganggap sikap Anita ini tidak benar. Karena baru menikah kok anaknya sudah diusir dan disuruh keluar rumah oleh ibu kandungnya sendiri. Apalagi, sang anak Leo sampai berujar, “Mama ini sadis kali, belumpun kawin udah macam terusir awak”. Kalimat itu diucapkan Leonardo dua bulan sebelum pernikahannya dengan Iyo (sapaan Yohana). Bukannya sedih, namun saat Anita mendengar ucapan Leo itu ia hanya tertawa.

“Sehabis pesta, cukuplah sehari, atau 2 hari dirumah, selanjutnya urus rumah tangga masing masing”, ujar Anita pada Leo. Banyak orang yang menyalah artikan sikap Anita ini. Namun alasan Anita ini juga cukup rasional, menurutnya, “karena bagiku pribadi ,anakku kawin itu untuk “membangun” rumah tangganya. Suami dan Istri. Bukan untuk supaya ada temanku, ramai rumahku. Alasan menikah itu bagiku karena cinta.”

“Anak perempuan orang itu, dirumahnya di manja di sayang, dicukupi kebutuhannya oleh kedua orang tuanya. Bahkan ada yg hidup dengan banyak pelayan dirumahnya.
Apa apa tersedia , pokoknya senanglah hidupnya. Lalu dia tinggalkan itu semua demi hidup bersama laki laki yg dicintainya. Menurutku kalau laki lakinya tidak bisa menyenangkan, membahagiakan istrinya lebih dari , atau setidaknya sama seperti sebelum menikah. Ngapain kau kawini anak gadis orang.”

Sangat mengagumkan memang, seorang ibu seperti Anita ini bisa membiarkan anaknya keluar dari rumah untuk menjalani kehidupan rumah tangganya sendiri. Banyak orang yang memuji sikap Anita ini.

“Gaul bangat ibu mertua begini.. mertua zaman now… bisa gk ya kelak aku begitu..”
“Pemikiran dan mertua yg luar biasa”
“Indah betul klo punya mertua seperti itu,damai sentosa x hidupku”
“Ini baru pemikiran mertua dan ibu hebat… Salut aq sma ibu ini.. Pemikiran yg cemerlang.. Mantappppppppp mantappppppp”

“Salut, smoga kelak sy bs menajdi ibu yg realistis sperti ini bkn yg dramatis…. Tdk terlalu menuntut kwajiban k ank …..smoga stiap ortu dan ank ank tau hak dan kwajuban masing masing…. Sehinga melakukan hak dsn kwajiban dg ksadaran sndri dan keihklasan bkn krn tuntutan.”
“Cucok bok… Kalo anak udah membangun rmh tangga orgtua gk ikut ngurus rmh tangga anaknya, tp mendoakan n memberi masukan yg membangun utk kebahagiaan n keharmonisan rmh tangga anaknya, kelak aku bs sprti namboru ini.”
“Mama mertua yg top nih ,, jarang banget yg kaya begini …”

Mertua Suka Membedakan-bedakan Menantu?, ini 16 Jurus Menghadapi Mertua Suka Pilih Kasih.

Menghadapi mertua yang pilih kasih. Ada mertua, kita sedang kesusahan minta pertolongan tidak diberikan, sedangkan menantu lainnya mengalami hal sama dan meminta bantuan tanpa basa-basi langsung diberi, nyesekkan rasanya? atau mertua punya apa yang dikasih menantu lainnya, sedangkan kita enggak, gimana harus menghadapi mertua seperti ini?

Disaat kita berusaha untuk membangun sebuah keluarga dengan cara membina rumah tangga bahagia bersama orang yang kita cintai untuk mengarungi bahtera rumah tangga, tentunya kita juga sudah siap dengan semua latar belakang dari sang kekasih.

Dan kita juga harus siap untuk menerima semua bentuk sikap dari keluarganya yang mungkin saja ada yang tidak menyukai kita.

Terlebih lagi jika mertua kita bersikap pilih kasih kepada yang satu dibanding yang lainnya, ini akan membuat kita merasa sedih dan seperti tidak dianggap.

Untuk menyikapi hal ini kita bisa mencoba tips menjaga hubungan dengan mertua seperti dibawah ini agar mertua tak lagi membeda-bedakan menantunya.

1. Hadapi dengan sabar

Bagaimana pun juga mertua adalah orang tua dari pasangan kita yang berarti orang tua kita juga yang harus kita hormati.

Meski sang mertua bersikap tidak adil pada kita, cobalah untuk tetap bersabar sebagai menantu. Mungkin mertua kita belum melihat kelebihan yang kita miliki.

2. Cari tahu alasan kenapa mertua bersikap pilih kasih

Mertua kita bersikap tidak adil mungkin ada alasannya, apakah pernikahan kita dulu direstui? Atau mungkin kita pernah membuat kesalahan yang sangat mengecewakannya?

Atau mungkin menantu yang lain memiliki kelebihan yang tidak ada pada kita? Atau masih ada hal yang lainnya yang harus kita temukan jawabannya.

Dengan demikian kita bisa intropeksi diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik lagi di mata mertua.

3. Pererat hubungan silaturahmi dengan mertua.

Mungkin saja salah satu penyebab mertua pilih kasih karena kita yang tinggal jauh dari mereka, sehingga komunikasi kurang lancar dan mertua merasa lebih dekat dengan menantu yang lainnya yang lebih dekat dengan mereka.

Coba untuk lebih mendekatkan diri kepada mertua dengan lebih sering berkunjung ke rumahnya atau bisa melalui media komunikasi lainnya sehingga tetap bisa bertukar kabar meski berjauhan.

4. Berikan perhatian pada mertua.

Kesibukan terkadang membuat kita lupa waktu dan lupa untuk berkumpul bersama keluarga besar.

Luangkanlah waktu di akhir pekan untuk berkumpul bersama keluarga dan berikan perhatian kepada mertua yang mungkin selama ini terabaikan sehingga membuat hubungan kita dan mertua menjadi renggang di banding menantu yang lainnya.

5. Perlihatkan kelebihan kita pada mertua.

Apa kelebihan yang ada pada diri kita, coba perlihatkan kepada mertua. Mungkin kita punya kasih sayang untuk mereka, coba perlihatkan agar mereka pun bisa merasakan kasih sayang dari kita.

6. Penuhi keinginan mertua.

Mungkin mertua kita punya keinginan yang belum kesampaian, penuhilah jika keadaan kita memang mampu untuk memenuhinya.

Dengan cara membahagiakan mertua seperti ini akan membuat mereka merasa sangat senang dan akan berterima kasih pada kita.

7. Jangan membantah perkataan mertua.

Meskipun sang mertua sering pilih kasih dan membeda-bedakan, bukan berarti kita boleh membalasnya dengan cara apapun.

Termasuk membantah perkataannya, ini akan membuat mertua kita semakin tidak menyukai kita.

8. Tetap hormati mertua.

Jangan biarkan sikap mertua yang pilih kasih membuat kita tidak menghormatinya lagi, ini hanya akan memperburuk hubungan antara kita dan mertua. Dan akan membuat mertua semakin berlaku tidak adil pada kita.

9. Coba minta maaf kepada mertua.

Coba ingat kembali, apakah kita dahulunya punya kesalahan pada mertua? Atau sikap kita yang kurang baik padanya?

Apa kita memang lupa atau tidak cobalah untuk meminta maaf pada mertua. Mungkin saja ada kesalahan yang kita lupa sehingga membuat mertua tidak enak hati pada kita hingga saat ini.

10. Berikan mertua hadiah-hadiah dan kejutan kecil.

Memberikan hadiah dan surprise kepada seseorang akan membuatnya merasa bahagia, begitu juga dengan mertua.

Ia akan merasa sangat senang menerima hadiah dari menantunya, karena dengan demikian ia akan merasa disayang dan diperhatikan.

11. Bersikap baik dan santun.

Selalu bersikap sopan santun kepada mertua, ini bisa menyadarkan mertua untuk berlaku adil pada kita. Jika kita tetap baik kepada mertua, lama kelamaan akan membuat mertua menyadari kebaikan kita yang selama ini telah diabaikannya.

12. Perlakukan orang tua dan mertua dengan adil.

Sebagai anak kita memang diwajibkan untuk peduli dan perhatian pada orang tua walaupun kita sudah punya keluarga sendiri.

Begitu juga pada mertua, kita juga harus bersikap adil. Mungkin saja selama ini kita hanya peduli dengan orang tua sendiri sehingga mertua kita merasa terabaikan.

13. Rajin membantu mertua.

Jika kita rajin membantu mertua yang sedang membutuhkan pertolongan dan selalu ada saat dibutuhkan, ini dapat merubah pikiran negatif mertua tentang kita sehingga ia merasa mulai bisa menerima kita.

14. Hindari berdebat dengan mertua.

Ada saatnya dimana pendapat kita dan mertua itu berbeda yang dapat mengundang perdebatan. Hindari situasi ini terjadi, lebih baik kita mengalah dengan mengiyakan saja pendapat mertua meskipun tidak akan kita terima dari pada terus berdebat yang hanya membuat image kita makin buruk di mata mertua.

15. Komunikasikan dengan pasangan kita.

Pasangan kita adalah tempat terbaik untuk mengutarakan isi hati karena ia adalah pendamoing hidup kita.

Mintalah pendapat pasangan kita mengenai sikap orang tuanya yang pilih kasih pada kita dan kita bisa memecahkan masalah ini bersama pasangan.

16. Jangan di masukkan ke hati.

Bagaimana pun sikap mertua pada kita di maklumi saja, tidak usah di ambil hati karena lama kelamaan malah akan menimbukan rasa benci.
Semoga cara menghadapi mertua yang pilih kasih di atas dapat membantu kita untuk lebih bisa dekat dengan mertua, selain itu kita juga harus tahu cara mengambil hati mertua agar mertua pun sadar dan akan berlaku adil pada kita.