Terlihat Sepele, Ternyata Teknik Mengangkat Kaki ke Tembok Sambil Berbaring Mempunyai Banyak Manfaat


Saking sibuknya rutinitas dan padatnya jadwal sehari-hari, kadang kita jadi tak sempat untuk olahraga. Padahal kesehatan perlu dijaga dengan rutin olahraga.

Dan ternyata tidak perlu pergi ke gym atau menggunakan peralatan mahal untuk olahraga yang optimal.

Ada satu gerakan sederhana yang bisa kamu lakukan di rumah sebagai salah satu cara untuk olahraga.

Gerakan apa yang dimaksud?

Mudah saja, cukup mengangkat kaki ke tembok sambil berbaring. Lakukan ini selama 20 menit setiap hari. Kamu akan mendapat banyak manfaat luar biasanya.

  • Cari posisi paling nyaman, bisa di tempat tidur atau beralaskan matras.
  • Angkat kedua kaki lalu sandarkan ke tembok, kedua tangan rileks di samping badan.
  • Tahan posisi selama 15-20 menit.

Pastikan kamu mengenakan pakaian yang nyaman, ya Moms. Jangan sampai salah memakai baju yang terlalu ketat dan menghambat sirkulasi darah. Ada lima manfaat yang bisa kamu dapat dengan gerakan ini.

Seperti yang dilansir dari brightside.me, kalau kamu rutin melakukan gerakan ini setiap hari, akan ada banyak perubahan positif yang akan dirasakan oleh tubuhmu.

1.Langkah kaki akan terasa lebih ringan

Kaki yang terasa berat atau bengkak bisa disebabkan oleh sirkulasi darah yang buruk. Bisa juga karena gangguan jantung dan ginjal, berat badan berlebih, dan pola makan buruk. Dengan rutin menyisihkan waktu 20 menit untuk mengangkat kaki ke tembok, sirkulasi darah bisa lebih lancar dan langkah kaki pun terasa makin ringan.

2. Nggak gampang capek saat pakai high-heels

Buat kamu yang sehari-hari dituntut pakai sepatu high-heels atau berhak tinggi, meluangkan waktu 20 menit untuk mengangkat kaki ke tembok bisa jadi penolongmu. Kamu nggak akan gampang capek dan sirkulasi darah bisa kembali lancar.

3. Memperlancar sistem pencernaan

Kinerja sistem pencernaan bisa makin lancar. Suplai darah ke organ-organ dalam bisa meningkat melalui aliran dari kaki. Sirkulasi darah yang meningkat bisa mengoptimalkan sistem pencernaan. Bila dilakukan dengan rutin, sebagian besar nutrisi yang kita cerna bakal diserap dengan lebih cepat.

4. Mencegah stres

Saat berbaring dengan posisi kaki terangkat ke tembok, tubuh akan lebih rileks dan bisa bernapas dengan lebih tenang. Jaringan tubuh akan mendapat lebih banyak oksigen dan sirkulasi darah makin lancar, nutrisi bisa diedarkan ke seluruh organ dalam. Hal ini kemudian bisa membuat sistem saraf lebih baik, mengurangi tekanan di sekitar kening, leher, dan perut. Jadinya nggak bakal gampang stres lagi.

5. Tidur jadi lebih nyenyak

Sering mengalami insomnia? Coba rutin lakukan gerakan ini. Dengan mengangkat kaki ke tembok selama 15-20 menit, otak akan mendapat lebih banyak oksigen dan sirkulasi darah lebih lancar. Saat tidur pun jadi lebih nyenyak dan berkualitas.

Bila diimbangi dengan pola makan sehat dan olahraga rutin, maka manfaatnya akan lebih luar biasa. Tapi nggak ada salahnya untuk mulai dari gerakan sederhana yang bisa langsung dilakukan saat ini juga. Semoga infonya bermanfaat ya Moms.

Enam Jenis Sayuran yang Tidak Dianjurkan untuk Penderita Diabetes, Salah Satunya Sering Direbus Buat Camilan

Kita selalu dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan sayuran demi kesehatan tubuh.

Ini karena buah dan sayuran mengandung vitamin dan serat yang baik untuk tubuh.

Meski tergolong menyehatkan, namun tidak semua sayuran boleh dimakan oleh penderita diabetes.

Alasannya, karena sayuran ini secara tidak langsung memiliki kadar gula yang cukup tinggi atau biasa disebut indeks glikemik.

Gula tersebut bisa terlihat pada rasa sayuran yang manis atau juga pada sayuran berpati yang biasanya bercita rasa manis.

Pati sebaiknya dihindari karena akan berubah menjadi gula nantinya.

Berikut adalah 6 sayuran yang sebenarnya tetap boleh dilakukan tapi dalam jumlah yang sedikit dan frekuensi yang dibatasi;

1. Kentang

Sayuran yang tumbuh di dalam tanah umumnya punya indeks glikemik tinggi yang bisa mengakibatkan kadar gula darah naik. Kentang harus dihindari karena juga merupakan sayuran berpati.

2. Kacang

Kacang memang tidak terasa manis, tapi tergolong makanan berpati. Karena itu lebih baik dikonsumsi dalam porsi tertentu dengan cara direbus atau dipanggang.

3. Tomat

Tomat sebenarnya punya rasa manis yang kuat meski rasanya dominan asam. Untuk penderita diabetes, hindari banyak makan tomat mentah ataupun yang ada dalam makanan.

4. Buncis

Sama seperti kentang, buncis juga termasuk makanan berpati sehingg harus dihindari atau dibatasi konsumsinya.

5. Jagung

Jagung punya rasa yang manis, terutama jagung manis. Tapi jagung yang tidak manis pun tetap tidak disarankan untuk dikonsumsi penderita diabetes. Alasannya karena jagung merupakan makanan berpati.

6. Ubi

Segala jenis ubi harus dihindari terutama ubi yang bercita rasa manis seperti ubi ungu dan ubi kuning. Sebab, semua jenis ubi juga memiliki kandungan pati yang tinggi. Namun, jumlah patinya masih lebih rendah daripada kentang.

Lantas, sayur apa yang baik bagi penderita diabetes?

Pilih sayur yang mengandung banyak serat dan mudah cerna.

Contohnya brokoli, bayam dan sawi serta sayuran hijau lainnya. (Soesanti Harini Hartono)

Peduli Tubuhmu: Tanda Tubuh Terlalu Banyak Asupan Karbohidrat

Karbohidrat, terdiri dari gula, pati, dan serat.

Mereka biasanya ditemukan dalam roti putih, pasta, biji-bijian dan makanan olahan.

Beberapa orang akan memisahkan karbohidrat menjadi “baik” atau “buruk”, tetapi semua karbohidrat diperlukan tubuh karena diubah menjadi energi.

Saat Anda berolahraga, karbohidrat memberi Anda energi untuk terus bergerak.

Namun, mengkonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan efek negatif pada tubuh.

Kami memeriksa dengan American Heart Association, The National Center for Biotechnology Information, dan Harvard Medical School untuk mengeksplorasi gejala yang mungkin Anda alami jika Anda terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat.

Berikut ini gejala tubuh terlalu banyak asupan karbohidrat:

1. Merasa lesu atau lelah

Jika Anda pernah makan makanan dan kemudian ingin segera tidur siang, itu bisa jadi karena asupan karbohidrat Anda.

Makan terlalu banyak karbohidrat meningkatkan gula darah Anda, menyebabkan tubuh Anda kekurangan energi dan akhirnya menyebabkan “crash” atau perasaan lelah dan lelah.

Jika Anda mengkhawatirkan kebiasaan tidur Anda, biasakan diri Anda dengan jumlah tidur yang direkomendasikan dokter setiap malam.

2. Selalu merasa haus

Apakah Anda terkadang merasa haus bahkan setelah menenggak satu botol penuh air?

Itu tidak selalu menjadi salah satu tanda Anda tidak minum cukup air.

Bisa jadi karena pola makan Anda. Jika Anda mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, kadar gula darah Anda meningkat, membuat Anda merasa lebih haus dan menyebabkan lebih sering buang air kecil. Air membantu merehidrasi aliran darah Anda dan menghilangkan kelebihan gula melalui urin Anda.

3. Sakit kepala

Sakit kepala dan migrain adalah gejala kesehatan yang tidak boleh Anda abaikan, melansir dari thedailymail.

Padahal, itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh Anda sedang terlempar oleh asupan karbohidrat yang berlebihan.

Makan makanan yang tinggi karbohidrat, seperti roti putih atau pasta, dapat meningkatkan kadar gula Anda, yang terkadang menyebabkan sakit kepala.

4. Pencernaan yang buruk

Jika Anda mengalami kesulitan buang air besar atau kurang dari tiga kali buang air besar dalam seminggu, karbohidrat dapat menyebabkan masalah pada saluran pencernaan Anda.

Anda mungkin merasa kembung setelah makan karena makanan tertentu mengalami masalah penguraian di usus Anda.

Jika Anda mengonsumsi banyak karbohidrat olahan seperti nasi putih, karbohidrat tersebut mungkin tidak mengandung cukup serat makanan untuk membantu mencegah masalah pencernaan seperti sembelit.

Alih-alih makanan berat karbohidrat seperti roti dan kentang, cobalah sauerkraut, tempe, dan makanan lain yang bagus untuk kesehatan usus Anda.

5. Perubahan suasana hati

Karbohidrat bukan hanya salah satu alasan mengejutkan Anda selalu merasa lelah. Bagi sebagian orang, pola makan memengaruhi suasana hati.

Anda bisa bahagia dan merasa energik setelah makan satu liter es krim karena semua karbohidrat berubah menjadi gula, memberikan energi tubuh untuk waktu yang singkat.

Namun, beberapa jam setelah makan, Anda mungkin mengalami ledakan emosi akibat demam gula, yang membuat Anda merasa rewel.

6. Mengidam gula

Salah satu alasan mengejutkan mengapa Anda selalu menginginkan gula adalah karena Anda makan gula. Makan kue, coklat, donat, dan kue mangkuk sebenarnya membuat Anda mendambakan lebih dari satu suguhan itu.

Dopamin, juga dikenal sebagai hormon bahagia, dilepaskan ke tubuh Anda saat Anda mengonsumsi gula.

Bahan kimia ini memicu otak dan tubuh Anda untuk bereaksi terhadap tindakan ini sebagai hadiah dan mencari lebih banyak.

7. Merasa lapar lagi

Makanan yang kaya protein dan lemak sehat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dan membantu Anda merasa kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama.

Tetapi jika pola makan Anda sebagian besar terdiri dari karbohidrat dan kekurangan lemak atau protein, Anda mungkin merasa tidak puas setelah makan atau merasa perlu ngemil sesudahnya.

Kebanyakan karbohidrat olahan, seperti roti putih, kehilangan nutrisi dan seratnya, mengubahnya menjadi kalori kosong.

Makanan ini memetabolisme lebih cepat menjadi glukosa dan mendorong proses pencernaan yang lebih cepat, yang tidak membuat tubuh Anda merasa kenyang.

Menjaga kenyang hanyalah salah satu alasan Anda perlu makan lebih banyak lemak.

8. Kolesterol Tinggi

Daging berlemak seperti daging sapi atau babi diketahui dapat meningkatkan kolesterol, tetapi karbohidrat juga tidak membantu.

The American Journal of Clinical Nutrition telah mengaitkan memiliki diet tinggi karbohidrat dengan tingkat yang lebih rendah dari lipoprotein kepadatan tinggi (HDL), atau kolesterol baik, dan tingkat tinggi dari lipoprotein kepadatan rendah (LDL), atau kolesterol jahat, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes.

9. Kesulitan menurunkan berat badan

Jika Anda menyadari tidak peduli seberapa banyak Anda berolahraga, berat badan tidak akan turun, Anda mungkin perlu melihat lebih dalam tentang diet Anda.

Diet kaya karbohidrat dapat membuat Anda merasa lapar dan membuat Anda makan lebih banyak kalori daripada yang sebenarnya Anda butuhkan.

Ini karena makanan dengan kandungan serat rendah dimetabolisme menjadi glukosa lebih cepat dan lonjakan kadar gula darah yang tiba-tiba mendorong produksi insulin.

Ketika insulin menyerap terlalu banyak glukosa, itu diubah menjadi lemak dan disimpan di dalam tubuh Anda.

10. Gula darah tinggi

Jika dokter Anda memberi tahu Anda bahwa Anda memiliki gula darah tinggi, karbohidrat buruk mungkin ada hubungannya dengan itu.

Makanan olahan, seperti roti putih, masuk ke aliran darah Anda lebih cepat daripada biji-bijian, yang menyebabkan kadar glukosa dan insulin tidak seimbang.

11. Jerawat

Pernahkah Anda memperhatikan kulit Anda pecah-pecah setelah makan cokelat atau sesuatu yang manis?

Ada penelitian yang mengaitkan karbohidrat dengan perkembangan jerawat yang parah.

Ini terjadi karena peningkatan kadar insulin merangsang produksi kelenjar minyak, yang menyebabkan timbulnya jerawat.

Makan biji chia, brokoli, dan lebih banyak makanan untuk kulit sehat dan bercahaya.

12. Depresi

Banyak faktor yang dapat menyebabkan depresi, seperti insomnia, tetapi pola makan Anda juga dapat berdampak besar.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh The National Center for Biotechnology Information menunjukkan bahwa makan terlalu banyak gula dan karbohidrat lain dapat memicu ketidakseimbangan bahan kimia otak tertentu, yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami depresi dan kecemasan.

Ketika tubuh Anda mengalami rollercoaster dari kadar gula darah tinggi, pada akhirnya akan crash – dan itu termasuk suasana hati Anda – yang berpotensi menyebabkan efek jangka panjang.

Karbohidrat tidak sepenuhnya buruk untuk Anda, dan serat, khususnya, adalah bagian penting dari pola makan yang sehat.

13. Sakit perut

Semangkuk pasta itu mungkin terasa luar biasa, tetapi apakah Anda merasa kembung atau berair setelah memakannya?

Ada kemungkinan Anda mengalami masalah perut dengan diet kaya karbohidrat karena berbagai alasan.

Pasta mengandung gluten, jadi jika Anda adalah seseorang yang tidak dapat mencerna gluten dengan baik atau memiliki intoleransi, Anda akan mudah merasa kembung atau mengalami iritasi pada perut.

Alih-alih kacang-kacangan dan makanan berat karbohidrat lainnya, cobalah makan alpukat, adas, yogurt Yunani, dan makanan lain yang melawan kembung.

Tags: #ciri tubuh terlalu banyak asupan karbohidrat #sayuran bukan untuk penderita diabetes #teknik mengangkat kaki sambil berbaring #teknik yang bermanfaat bagi kesehatan