Ternyata Ini Tanda-Tanda Rumah Sering Dikunjungi Malaikat, Semoga Termasuk Rumahmu


Rumah tidak hanya tempat tinggal bagi manusia tetapi juga tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga.

Rumah adalah tempat di mana keluarga menghabiskan waktu bersama dan membangun rumah tangga di dalamnya.

Tak hanya tempat beristirahat, di rumahlah seorang muslim memulai kehidupan sehari-harinya.

Rumah juga menjadi tempat seorang anak mendapatkan pengajaran dari kedua orang tuanya.

Tak banyak yang tahu, ternyata ada rumah yang kerap didatangi malaikat lantaran amalan penghuninya.

Berikut 4 tanda rumah seorang muslim kerap dikunjungi oleh malaikat:

1. Rumah yang digunakan untuk berdzikir

Keluarga yang selalu berdzikir akan mengundang malaikat untuk turun dan bersinggah ke rumahnya.

Nabi SAW bersabda: “Tidaklah sekelompok orang yang berdzikir mengingat Allah kecuali para malaikat mengelilinginya. Mereka diliputi rahmat Allah, turun ketenangan kepada mereka, dan mereka dibanggakan Allah di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya.” (HR at-Tirmidzi).

2. Rumah yang kerap dibacakan ayat-ayat Al quran

Selain menenangkan hati para pembaca Al Quran, rumah yang kerap digunakan untuk membaca ayat suci akan dihadiri oleh malaikat.

Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim, no. 2699)

3. Rumah yang pemiliknya menjaga sholat

Sebagaimana disebutkan dalam Hadis Nabi, para Malaikat silih berganti bertugas mengiringi manusia di waktu malam dan siang hari.

Setiap hari mereka melaporkan keadaan manusia kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Maka beruntunglah orang yang menjaga kedua waktu tersebut.

Waktu apakah yang dimaksud itu?

Berikut sabda Rasulullah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:”Di tengah-tengah kalian ada Malaikat yang silih berganti bertugas mengiringi kalian di waktu malam dan siang hari. Mereka bertemu ketika waktu salat ‘Ashr dan waktu salat Subuh. Malaikat yang mengawasi kalian di malam hari naik ke langit, lantas Allah bertanya mereka, ‘bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku? Para Malaikat menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka sedang mereka tengah mendirikan salat, dan kami datangi mereka sedang mereka mendirikan salat’.” (HR. Al-Bukhari)

4. Rumah yang digunakan untuk bersedekah

Malaikat akan turun di pagi hari saat seseorang menginfakkan sejumlah hartanya. Ia akan memberikan doa baik kepada yang berderma, dan memberi doa kurung baik kepada yang kikir.

“Tidak ada satu subuh pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa, ‘Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfak’, sedangkan yang satunya lagi berdoa ‘Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan hartanya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Untuk Istri: Jika Bertengkar Dengan Suami Jangan Kabur, Apalagi Update Status

Dalam kehidupan berumah tangga, pastilah ada badai yang menerjang seperti beda pendapat suami istri bahkan sampai adu mulut. (foto cover: ilustrasi, sumber).

Namun permasalahan seberat apapun masalah yang Anda alami dengan suami, jangan sampai lari atau kabur dari rumah. SebabAllah SWT, berfirman:

“… janganlah kamu keluarkan mereka dari rumahnya dan janganlah (diizinkan) keluar kecuali jika mereka mengerjakan perbuatan keji yang jelas. Itulah hukum-hukum Allah, dan barangsiapa melanggar hukum-hukum Allah, maka sungguh, dia telah berbuat zhalim terhadap dirinya sendiri …” [QS. Ath-Thalaq : 1]

Dari ayat di atas, keluarnya seorang istri dari rumah, di samping termasuk sikap yang diharamkan oleh Allah, juga hanya akan memperbesar permasalahan yang sedang terjadi.

Untuk itulah seorang istri muslimah janganlah mengikuti drama kaum wanita kebanyakan ketika terjadi perselisihan dengan para suami mereka.

Mereka akan berkata, “Pulangkan aku ke rumah orangtuaku!” atau “Aku akan menelpon keluargaku!”, lalu dia pun meminta mereka untuk menjemputnya dari rumah itu.

Ketahuilah sikap tersebut dilarang oleh syariat.bJangan sampai muncul dari kita akhlak yang jelek sehingga menyebabkan kita diusir atau kabur dari rumah kita sendiri.

Hendaklah seorang istri tetap tinggal di rumah, dan terus berupaya mencari jalan keluar dari permasalahan dengan berbagai cara yang sesuai syar’i.

Mencari jalan keluar juga bukan dengan update status di sosial media. Karena itu tidak akan membantu, malah akan semakin memperburuk kondisi karena aib keluarga akan tersebar ke orang terdekat bahkan orang yang tidak dikenal.

Hal terpenting dalam keluarga saat ada masalah adalah duduk bersama dan membicarakan permasalahan yang tengah terjadi.

Jangan merasa gengsi dan malu untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapi, baik pihak istri maupun sang uami. Agar semuanya jadi jelas dan tidak salah paham lagi. Selain itu, tetaplah berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah agar keluarga Anda selalu dalam lindungan Allah. Amin.

Hindari Perbuatan Ini Kalau Ibu dan Ayah Anda Sudah Meninggal Dunia

Orang tua adalah surga atau neraka seorang anak. Siapa yang berbakti kepada kedua orang tuanya atas nama iman kepada Allah Ta’ala, bagi sang anak surga yang dipenuhi nikmat. Sedangkan siapa yang durhaka kepada orang tua, baginya bagian siksa di neraka. Siksa yang berat, pedih, dan perih.

Berbakti kepada kedua orang tua harus dibiasakan sejak dini. Dilatih sejak kecil agar menjadi sebuah kebiasaan positif. Siapa yang berbakti kepada kedua orang tua, maka kelak anak-anaknya akan berbakti kepadanya. Sebaliknya; tidaklah seorang ayah atau ibu didurhakai oleh anaknya kecuali karena ia dahulu berlaku durhaka kepada bapak dan ibunya.

Berbakti kepada kedua orang tua juga tidak terbatas waktu. Baik keduanya masih hidup atau telah meninggal dunia. Banyak riwayat menyebutkan, berbakti kepada orang tua saat keduanya telah tiada jauh lebih berat di banding tatkala keduanya masih hidup.

Tatkala orang tua sudah meninggal dunia, hendaknya seorang anak senantiasa mendoakan, bergaul dengan kerabat-kerabat dekat orang tua, senantiasa beramal shalih dan lain sebagainya.

Selain itu, ada juga larangan yang tidak boleh dilanggar oleh seorang anak jika orang tuanya sudah meninggal dunia. Sebab, jika larangan ini dilanggar, selain dosa yang didapat, orang tuanya pun akan mengalami kesedihan mendalam di alam kubur.

Adalah Rawahah bin ‘Abdullah yang menuturkan sebagaimana dikutip oleh Dr ‘Umar ‘Abdul Kafi dalam al-Wa’dul Haq, “Setiap kali melakukan kebaikan, aku melihat ayahku tersenyum di dalam mimpiku. Beliau berkata, ‘Semoga Allah Ta’ala memuliakanmu dengan kebaikan. Engkau telah memuliakan aku di antara para penghuni kubur.’”

Kemudian ketika Rawahah bin ‘Abdullah absen dari kebaikan dan justru melakukan tindakan yang tidak bernilai pahala, ia kembali melihat ayahnya di dalam mimpi dengan kondisi yang berbeda.

“Tatkala aku terjerumus dalam perbuatan buruk,” tutur Rawahah bin ‘Abdullah, “aku melihat ayahku menggigit jari-jemarinya. Beliau bertutur, ‘Engkau telah membuatku sedih, anakku. Jangan kau ulangi lagi. Karena aku tidak berani bertemu dengan para penghuni kubur lainyya (lantaran rasa malu).’”

Kawan, apakah orang tua kita sudah meninggal dunia? Jika sudah, apa yang menjadi kebiasaan kita sepanjang hari? Jika keburukan yang menjadi langganan, ingatlah bahwa Anda telah membuat mereka bersedih lantaran mengetahui keburukan yang Anda kerjakan.

Wallahu a’lam.

Tags: #istri bertengkar dengan suami #istri bertengkar dengan suami jangan kabur #istri bertengkar dengan suami jangan update status #perbuatan yang dihindari saat ibu dan ayah meninggal dunia #tanda rumah sering dikunjungi malaikat