Tidur yang Dimurkai Allah, Jangan Sampai Anda Tidur Dengan Posisi ini!

797 views


Sering kita lakukan tanpa sadar.

Atau bahkan sudah menjadi kebiasaan. Padahal tidur dengan posisi ini dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya, bahkan tidur yang dimurkai Allah.

Ya’isy bin Thikhfah Al-Ghifari Radhiyallahu Anhuma, meriwayatkan dari ayahnya, “Ayahku berkata, ‘Ketika aku sedang tidur tengkurap di dalam masjid, tiba-tiba ada seseorang yang menggerak-gerakkan aku dengan kakinya, seraya berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah tidur yang dimurkai Allah.’ Lalu aku pun melihat, ternyata dia adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.” (HR. Abu Dawud)

“Tidur tengkurap,” adalah tidur di atas perut atau tidur dengan badan menghadap ke bawah. Sedangkan “Menggerak-gerakkan aku dengan kakinya,” maksudnya yaitu membangunkan dengan menggunakan kaki.

Lalu yang dimaksud dengan “Tidur yang dimurkai Allah,” yakni posisi tidur dengan tengkurap itu tidak disukai Allah. Dan tentu saja, apabila Allah tidak menyukai hal itu, niscaya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pun juga tidak menyukainya.

Allah dan Rasul-Nya tidak menyukai posisi tidur tengkurap, karena pada hari kiamat kelak, orang-orang yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya akan diseret ke dalam siksa api neraka dalam posisi ini.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِى ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا۟ مَسَّ سَقَرَ

Artinya: (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!” (QS. Al-Qamar 48)

Api neraka berada tepat di atas wajah orang-orang durhaka itu, karena mereka diseret dengan wajah dan badan menghadap ke bawah.

Itulah karenanya, Allah dan Rasul-Nya tidak menyukai posisi tidur tengkurap. Selain itu, tidur dengan posisi ini juga kurang baik bagi kesehatan.

Sedangkan dari sisi kesopanan, tidur dengan posisi seperti ini terkesan tidak etis dan tidak bagus untuk dipandang. Apalagi jika di tempat yang mudah dilihat orang lain.

Dalam hadits riwayat Muadz bin Jabar Radhiyallahu Anhu disebutkan, bahwa orang-orang yang tidak pintar menjaga lisannya, maka mereka akan diseret ke dalam neraka dengan posisi tengkurap (kepala menghadap ke bawah) kelak di Hari Kiamat.

Dr. Muhammad Khair Fathimah berkata, “Hendaknya dihindari tidur tengkurap, karena tidur dengan posisi demikian membawa dampak buruk bagi kesehatan jiwa dan jasad.”

Dalam kitab Zad Al-Ma’ad, Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa tidur dengan posisi tengkurap seperti ini merupakan posisi tidur yang paling buruk.

Ia menyebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Abu Umamah Radhiyallahu Anhu,

“Bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati seseorang yang tidur tengkurap di masjid, lalu beliau membangunkan orang tersebut membangunkan orang tersebut dengan kakinya seraya bersabda, “Bangunlah, atau duduk. Sesungguhnya ini adalah posisi tidurnya penghuni neraka jahanam!”

Jadi ingat ya, Allah dan Rasul-Nya tidak menyukai tidur dengan posisi tengkurap. Dan sebagai umat muslim yang bertaqwa, hendaknya kita juga menghindari posisi tidur seperti ini.

Wallahualam bishawab.

Ini Empat Jalan Wanita Masuk Surga

Rasulullah pernah bersabda bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah wanita. Rasulullah juga mengisyaratkan banyaknya wanita muslimah yang masuk surga. Bahkan, ada wanita-wanita muslimah yang bisa masuk surga dari pintu manapun.

Ya, muslimah bebas mau masuk surga dari pintu manapun, asalkan memenuhi 4 kriteria berikut ini:

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, “Masuklah ke surga melalui pintu manapun yang engkau suka.” (HR. Ahmad; shahih)

Shalat Lima Waktu

Kriteria pertama wanita bisa masuk surga dari pintu manapun, setelah ia beriman kepada Allah, adalah menjaga shalat lima waktu. Artinya ia selalu mengerjakan shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Subuh. Tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut kecuali di saat-saat diharamkan shalat, yakni saat haidh dan nifas. Ia tidak malas mengerjakannya, juga tidak menunda-nunda.

Shalat demikian penting dan menempati urutan pertama amal seseorang. Shalat juga menjadi barometer amal-amal lainnya.

“Amal yang akan dihisab pertama kali dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, baik pula seluruh amalnya. Jika buruk shalatnya, buruk pula seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi)

Berpuasa di bulan Ramadhan

Kriteria kedua wanita bisa masuk surga dari pintu manapun adalah puasa Ramadhan. Ia berpuasa penuh di bulan yang mulia itu, kecuali pada hari-hari ia berhalangan dan diharamkan berpuasa. Maka saat ia terhalang haid, ia menggantinya di bulan lain selain Ramadhan. Pun saat ia udzur karena sakit, ia menggantinya di hari lain. Sedangkan saat ia telah tua dan tidak mampu berpuasa, ia pun membayar fidyah sebagai gantinya.

Sesungguhnya, surga disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabbnya.” (QS. Al Qalam : 34)

Sedangkan puasa Ramadhan, tujuannya adalah membentuk insan yang bertaqwa.

”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi bertaqwa.” (QS. Al Baqarah : 183)

Menjauhi zina

Kriteria ketiga wanita bisa masuk surga dari pintu manapun adalah menjaga kemaluannya dari zina. Artinya, bukah hanya ia tidak berzina, tetapi ia juga menjauhi zina sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah.

“Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan jalan yang buruk” (QS.Al Isra’ : 32)

Wanita yang ingin bisa masuk surga dari pintu manapun, ia tidak pernah berzina, ia tidak pernah selingkuh, ia menjaga tata pergaulannya sesuai aturan Islam, hingga terjagalah dirinya dari khalwat-ikhtilat dan hal-hal lain yang mendekati dan dapat mengantarkan menuju zina.

Taat kepada suami

Kriteria keempat wanita bisa masuk surga dari pintu manapun adalah, ia mentaati suaminya dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syariat. Bagi wanita muslimah, setelah ia menikah, maka orang pertama yang berhak ia taati adalah suaminya. Bahkan melebihi ketaatan kepada orangtua. Khususnya ketika suaminya sejalan dengan aturan agama.

Makan bayangkanlah, alangkah bahagianya, di hari yang ketika itu banyak wanita dilemparkan ke neraka, Anda dapat melenggang ke surga. Dan di tempat yang penuh kenikmatan itu, Anda dipersilakan untuk memilih masuk dari pintu manapun. Betapa mulia dan betapa bahagianya. Semoga.

Allah ta‘aalaa berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, seraya mereka berdoa, ‘Wahai Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’.” (QS. at-Tahriim: 8).

Wallahu a’lam bishshawab.

Tags: #hindari tidur dengan posisi ini #jangan sampai tidur dengan posisi ini #posisi tidur dimurkai allah #tidur dimurkai Allah