Tips Jitu Mendisiplinkan Anak, Tanpa Teriak Tanpa Amarah, Banyak Yang Belum Tahu


Menjadikan anak disiplin adalah salah satu tujuan utama Moms dalam mendidik anak. Anak yang disiplin biasanya mandiri, cerdas, pandai mengatur waktu, dan lainnya.

Nah, mendisiplinkan anak bukan perkara mudah. Betapa banyak orangtua yang merasa sudah mendisiplinkan anak, tapi hasilnya berujung pada kekecewaan.

Bila mama mengalami kesulitan dalam mendisiplinkan anak, mengapa tidak mencoba 8 langkah mudah disiplinkan anak berikut ini:

[1]. Jangan sekali-kali menggunakan kekerasan, baik yang menimbulkan luka maupun yang tidak seperti memukul pantat anak, menampar, mencubit, mengguncangkan badan, dan juga tidak boleh memaki anak dengan kata-kata yang tidak pantas, memanggil anak dengan nama panggilan negatif, memberikan label buruk.

[2]. Hindari penerapan disiplin berupa penarikan kasih sayang seperti berbagai bentuk pengabaian, mengisolasi, menunjukkan rasa tidak suka pada anak, dan lain-lain.

Ini akan berakibat buruk bagi perkembangan harga diri serta pembentukan rasa aman anak akan pemenuhan kasih sayang.

[3]. Berikan penguatan dan konsekuensi yang wajar. Penguatan (reward) dapat diberikan kepada anak jika ia menunjukkan perilaku positif yang diharapkan.

Anak pun harus mendapat kesan bahwa reward merupakan suatu yang istimewa. Oleh karena itu, tetapkan target disiplin yang harus ia lakukan selama beberapa waktu ke depan.

Konsekuensi bisa diberikan jika anak melakukan pelanggaran dari aturan yang telah diterapkan dan dijelaskan. Terapkan secara privat (tidak di depan orang lain).

[4]. Mulailah dari perilaku yang mudah, sesuaikan dengan usia anak. Misalnya, waktu bangun, waktu tidur, belajar dan rutinitas sehari-hari lainnya.

[5]. Untuk tahap awal, berikan penghargaan dan konsekuansi segera setelah anak melakukan perilaku yang diharapkan, sehingga ia menyadari apresiasi ini adalah akibat dari perbuatannya.

[6]. Jadikan latihan disiplin sebagai budaya bersama seisi rumah, sehingga anak tidak merasa melakukannya sendirian.

[7]. Bila anak masih melanggar atau melakukan kesalahan, tidak perlu berteriak untuk mengingatkannya. Cukup contohkan bagaimana seharusnya.

Misal, anak tidak mau belajar di jam belajar, cukup temani membaca buku atau mengulang pelajaran yang harusnya dilakukan. Jadikan jam belajar sebagai kegiatan bersama, orangtua membaca buku/majalah/koran untuk menemani anak belajar.

[8]. Lakukan pendekatan yang sistematis dan kreatif agar anak bisa memperkuat dirinya dengan cara memperbaiki kesalahannya.

Bagaimana melakukan pendekatan itu? Sebagai langkah awal anak harus memahami terlebih dahulu nilai-nilai yang dianut dalam keluarganya.

Misal, kejujuran dan penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Selanjutnya, nilai-nilai yang dianut tersebut dijadikan sebagai sarana untuk memperbaiki kesalahan dan memperkuat pribadi.

Dengan begitu, anak disiplin karena sadar semua itu baik buat dirinya atau sesuai dengan nilai-nilai positif, bukan karena agar terhindar dari hukuman, mendapatkan imbalan, apalagi paksaan/ancaman orangtua.

Dicoba yuk 8 langkah mudah disiplinkan anak di atas.

======

Bikin Ketagihan, Cuma Rebus 4 Biji Kemiri Lalu Minum Airnya Setiap Hari, Efek Ajaib Ini Akan Langsung Dirasakan Tubuh

Kemiri merupakan salah satu rempah yang digunakan untuk membuat bumbu dasar putih pada kuliner khas Indonesia.

Bukan hanya jadi bumbu, ternyata kemiri juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

Mengutip Kompas.com, kemiri memiliki kandungan lemak sekitar 60 persen.

Hal ini membuat kemiri dapat mengeluarkan rasa gurih.

Dalam buku “Bumbu, Penyedap, dan Penyerta Masakan Indonesia” karya Murdijati Gardjito terbitan Gramedia Pustaka Utama, kandungan nutrisi dalam kemiri adalah gliserida – 30 persen, asam linoleat, palmitat, stearat, dan mristat.

Ada juga protein, vitamin B1, asam lemak (55 – 60 persen), dan gliserin.

Kemiri bisa dimanfaatkan sebagai suplemen kesehatan, caranya kita hanya perlu mengolahnya menjadi minuman.

Laporan Wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.ID – Kemiri merupakan salah satu rempah yang digunakan untuk membuat bumbu dasar putih pada kuliner khas Indonesia.

Bukan hanya jadi bumbu, ternyata kemiri juga memiliki banyak manfaat kesehatan.

Mengutip Kompas.com, kemiri memiliki kandungan lemak sekitar 60 persen.

Hal ini membuat kemiri dapat mengeluarkan rasa gurih.

Dalam buku “Bumbu, Penyedap, dan Penyerta Masakan Indonesia” karya Murdijati Gardjito terbitan Gramedia Pustaka Utama, kandungan nutrisi dalam kemiri adalah gliserida – 30 persen, asam linoleat, palmitat, stearat, dan mristat.

Ada juga protein, vitamin B1, asam lemak (55 – 60 persen), dan gliserin.

Kemiri bisa dimanfaatkan sebagai suplemen kesehatan, caranya kita hanya perlu mengolahnya menjadi minuman.

Baca Juga: Bikin Orang Ketagihan, Cuma Minum Air Jahe dan Lemon Setiap Pagi, Anda Akan Kaget dengan Perubahan yang Terjadi Seketika

Dilansir Grid.ID dari Grid Health, untuk membuat air rebusan kemiri, kita membutuhkan beberapa langkah saja, seperti:

Siapkan 3-4 kemiri, cuci bersih.

Siapkan air dan didihkan di atas kompor.

Setelah air mendidih, masukkan kemiri, dan tunggu hingga warna airnya berubah.

Terakhir, pisahkan antara kemiri dan airnya, dan minum air rebusan kemiri selagi hangat.

Akan ada banyak sekali manfaat yang akan kita rasanya, yaitu:

1. Mengobati infeksi jamur

Masalah panu, kadas, kurap bisa diatasi dengan minum air rebusan kemiri.

Setelah meminumnya, perlahan akan terhindar dari masalah kulit.

2. Meningkatkan kekebalan tubuh

Ada kandungan vitamin E dan vitamin C yang membuat air rebusan kemiri bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Air rebusan kemiri juga memiliki kandungan antioksidan yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas, sehingga mencegah virus dan bakteri.

3. Mengobati penyakit jantung

Air rebusan kemiri memiliki kandungan potasium yang bisa membuat darah mengalir bebas ke seluruh sistem tubuh.

Kondisi tersebut berperan penting untuk menurunkan tekanan.

4. Melancarkan pencernaan

Ternyata kemiri mengandung serat yang bagus untuk pencernaan kita.

Hanya dengan rutin minum air rebusan kemiri, kita akan terhindar dari masalah pencernaan, termasuk sembelit.

5. Mengobati peradangan

Kemiri memiliki sifat anti-inflamasi.

Dengan minum air rebusan kemiri, maka bisa mengatasi masalah peradangan.

Hal ini karena minyak dalam kemiri berperan penting dalam menenangkan otot dan sendi.

Itulah beragam manfaat minum air rebusan kemiri yang jarang orang tahu.

======

Benarkah Hamil di Usia Muda Dapat Membahayakan Kesehatan Ibu?

Kehamilan dan melahirkan merupakan dua momen yang sangat berharga bagi seorang wanita karena dirinya akan menjadi ibu. Namun, benarkah hamil atau melakukan persalinan di usia yang terlalu muda bisa membahayakan kesehatan ibu?

Berdasarkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN, usia ideal menikah adalah minimal 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk pria. Imbauan ini dianjurkan bukan tanpa alasan, ya.

Pada usia ini, rata-rata pria dan wanita di Indonesia sudah memiliki kesiapan, baik dari segi mental, fisik, dan finansial. Selain itu, pria dan wanita pada usia tersebut dinilai sudah menjadi pribadi yang lebih matang dan mampu dalam menjalani lika-liku kehidupan rumah tangga, sehingga risiko terjadinya perceraian akan lebih kecil.

Ini Bahaya Hamil di Usia Muda bagi Wanita

Anjuran bagi wanita untuk tidak menikah sebelum usia 21 tahun salah satunya adalah karena pertimbangan kesehatan. Normalnya, setelah menikah dan aktif berhubungan seksual, wanita yang sudah menstruasi memiliki peluang besar untuk segera hamil.

Kehamilan yang terjadi di bawah usia 21 tahun berisiko menimbulkan bahaya selama kehamilan dan melahirkan, baik bagi diri ibu maupun calon bayinya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Melahirkan bayi prematur

Salah satu bahaya hamil di usia muda adalah tingginya risiko melahirkan secara prematur. Kelahiran prematur terjadi ketika bayi lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.

Semakin awal bayi dilahirkan, semakin besar pula risiko bayi mengalami gangguan kesehatan. Hal ini karena perkembangannya di dalam rahim tidak akan semaksimal jika ia dilahirkan tepat waktu. Bayi prematur berisiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan pernapasan atau bahkan kematian mendadak.

2. Bayi lahir dengan berat badan di bawah normal

Karena berisiko lahir secara prematur, bayi dari ibu yang terlampau muda juga berisiko memiliki berat badan di bawah normal, yakni sekitar 1–2 kg saja. Padahal, normalnya bayi yang lahir cukup bulan memiliki berat badan di atas 3 kg.

Bayi yang lahir dari ibu berusia belia dianggap rentan kekurangan gizi. Hal ini karena wanita di usia ini cenderung belum mengerti pola makan yang baik dan tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kehamilan, sehingga mereka lebih mungkin untuk abai dalam menjaga kesehatan dirinya dan janinnya.

3. Berisiko tinggi mengalami preeklamsia dan anemia

Wanita yang hamil di usia muda juga sangat berisiko untuk mengalami preeklamsia, yakni peningkatan tekanan darah yang disertai dengan adanya protein dalam urine. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena bisa berkembang menjadi eklamsia yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin.

Selain preeklamsia, ibu hamil yang berusia sangat muda juga berisiko mengalami anemia. Anemia yang terjadi saat hamil juga bukan masalah yang ringan karena dapat menghambat tumbuh kembang janin dan membahayakan nyawa ibu saat persalinan.

4. Mengalami pendarahan berat ketika melahirkan

Usia 21 tahun dipilih sebagai usia ideal untuk menikah dan memiliki keturunan, karena pada usia ini pinggul wanita memiliki ukuran yang sempurna dan siap menjadi rumah sementara untuk menopang bayi.

Ibu yang melahirkan di bawah usia ideal tersebut berisiko lebih tinggi untuk mengalami pendarahan yang berat setelah persalinan. Jika terjadi pendarahan pascapersalinan, risiko terjadinya kematian pada ibu juga akan meningkat.

Alasan-alasan itulah yang merupakan dasar dari anjuran untuk tidak menikah dan melahirkan di usia sangat muda. Hal ini bukan hanya karena dampak jangka pendeknya, tapi juga dampak dalam jangka panjang.

Dengan persiapan yang matang dan tidak terburu-buru, pernikahan, rumah tangga, dan kehamilan bisa direncanakan dengan baik. Dengan begitu, bisa tercapai kehamilan dan kelahiran yang sehat, serta keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Nah, jika kamu sedang mempertimbangkan untuk menikah di usia dini, coba pikirkan hal-hal di atas terlebih dahulu dan tunda hingga kamu benar-benar siap. Selain itu, hindari juga melakukan hubungan intim dini, karena hal ini pun berbahaya bagi kesehatan, bahkan risikonya bisa lebih besar.

Sembari menunggu waktu terbaik untuk menikah dan memiliki keturunan, kamu dan pasanganmu bisa membekali diri dengan pengetahuan seputar pernikahan, kehidupan dalam rumah tangga, kehamilan, dan pola asuh anak.

Ingat, setelah menikah, kehidupanmu tidak akan sama lagi seperti waktu kamu masih lajang. Peran dan tanggung jawabmu pun akan semakin besar, khususnya setelah memiliki anak. Dibutuhkan banyak sekali persiapan yang mungkin belum kamu bayangkan sekarang.

Jika kamu terpaksa menikah di usia muda, misalnya karena tuntutan orang tua, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran mengenai cara menunda kehamilan atau cara menjaga kesehatan diri sendiri dan janin bila memang ternyata nanti kamu segera hamil setelah menikah.

Tags: #hamil usia muda membahayakan kesehatan ibu #ketagihan minum air biji kemiri #tips jitu mendisiplinkan anak