Unggah Paytren miliki nilai Rp4 triliun, warganet sebut Wirda Mansur pathological liar, apa itu?


Beberapa waktu terakhir viral berita yang menyebutkan Ustaz Yusuf Mansur butuh dana Rp1 triliun untuk PayTren. Tak berhenti di situ, putrinya, Wirda Mansur juga ikut menanggapi kabar tersebut.

Dalam instastory Instagramnya, Wirda membagikan kabar bahwa nilai saham dari Paytren seharga Rp4 triliun.

“Jadi perkara 1T, itu mah ga ada apa-apanya, orang valuasi Paytren saat pengen dibeli aja 4T. INI REAL OMONGAN. Demi Allah, bulan puasa juga. Bukan ngarang & ngada-ngada,” sebagaimana dilansir dari cuplikan Instastory Wirda Mansur pada 11 April, 2022.

Sontak, banyak warganet yang kaget. Pasalnya pada awal Maret 2022 beredar kabar dan video yang menyebutkan ada beberapa karyawan yang nestapa ketika bekerja di Paytren bahkan selama 20 bulan mengaku tak mendapatkan gaji.

“Ini salah satu sebab gue ngoceh mulu soal YM (Yusuf Mansur). Kasihan karyawan dan mantan karyawan dia. Haknya harus dibayar,” tulis akun Twitter @mazzini_sgp sembari membagikan link berita beserta video pengakuan karyawan Paytren.

Tak hanya itu, bahkan Awkarin juga sempat menyamakan Wirda Mansur sebagai tokoh pembohong di serial penipuan Neflix sebab dirinya yang membohongi publik dan mengaku sebagai lulusan Oxford University.

Beberapa warganet menyebut Wirda Mansur sebagai pathological liar alias pembohong patologis, apa itu?

“Pathological liar adalah perilaku kronis dari kebohongan kompulsif atau kebiasaan yang mereka yakini orang akan mempercayai cerita mereka sepanjang waktu. Menyedihkan bagimu Nona Muda (Wirda Mansur)”, tulis warganet di akun @tubirfess pada 13 April 2022.

Pathological liar (Pembohong patologis) adalah seseorang yang berbohong secara kompulsif (memaksa). Pembohong patologis agar pembohong patologis muncul sebagai pahlawan, atau mendapatkan penerimaan atau simpati.

Beberapa bukti dari 2007 menunjukkan bahwa masalah yang mempengaruhi sistem saraf pusat dapat mempengaruhi seseorang untuk berbohong patologis sebagaimana dilansir Healthline.

Kebohongan kompulsif juga merupakan ciri yang diketahui dari beberapa gangguan kepribadian, seperti gangguan kepribadian antisosial. Trauma atau cedera kepala mungkin juga berperan dalam kebohongan patologis, bersama dengan kelainan rasio hormon-kortisol.

Sebuah studi tahun 2016 tentang apa yang terjadi di otak ketika berbohong menemukan bahwa semakin banyak ketidakbenaran yang dikatakan seseorang, semakin mudah dan semakin sering berbohong. Hasilnya juga menunjukkan bahwa adanya kepentingan pribadi tampaknya memicu ketidakjujuran.***

Niat Wirda Mansur ingin bela ayah, sederet ucapan kontroversial Yusuf Mansur di masa lalu malah dibongkar

Tak tahan dengan serangan komentar netizen yang menyudutkan ayahnya, Wirda Mansur akhirnya angkat suara terkait pernyataan marah-marah Yusuf Mansur butuh uang Rp1 triliun untuk mengembangkan bisnis PayTren miliknya.

Melalui Instagram Story, Wirda Mansur mengatakan bahwa ada seorang investor yang ingin membeli saham PayTren milik Yusuf Mansur seharga Rp4 triliun.

Penjelasan panjang lebar dari Wirda Mansur tentang pernyataan kontroversial ayahnya itu kemudian diunggah kembali oleh akun Twitter @mazzini_gsp.

“Tercerahkan sekali dari penjelasan Kak Wirda, ternyata sudah ada yang mau beli PayTren seharga 4 triliun. Tentu tidak sulit untuk Pak Yusuf Mansur mendapatkan 1 triliun, apalagi mengembalikan kerugian korban investasi dan menggaji karyawan PayTren yang tidak dibayar 20 bulan,” cuitnya dikutip Hops.ID, Rabu, 13 April 2022.

“Jelas bisnis lancar yang sebenarnya PayTren menargetkan 200 triliun (bukan cuma 1 triliun) adalah bukti nyata konsep bisnis dibarengi sedekah balik 10 kali lipat ala Pak Yusuf Mansur,” lanjutnya.

Namun, si pemilik akun bukan saja ingin sekadar menanggapi klarifikasi dari Wirda Mansur. Di samping itu, akun @mazzini_gsp justru menanggapi pernyataan Wirda dengan membongkar rekam jejak digital dari ucapan-ucapan Yusuf Mansur yang juga dinilai kontroversial.

Pemilik akun mengunggah video saat Ustaz Yusuf Mansur diundang dalam wawancara TV dan membagikan pengalamannya ‘berdialog’ dengan semut saat masih berada di penjara.

“Yang ini cerita YM bisa ngomong sama semut kayak Nabi Sulaiman AS terus dikasih sedekah roti ke semut. Eh, sama Allah diganti langsung nasi padang,” tulis akun @mazzini_gsp menguraikan isi video yang dibagikannya saat Yusuf Mansur diwawancarai di salah satu saluran TV.

Kemudian, pembahasan semakin melebar ketika pemilik akun kembali mengunggah rekam lawas Yusuf Mansur saat mengisi ceramah yang disiarkan di salah satu stasiun TV.

Dalam video tersebut, Yusuf Mansur mengungkapkan kesaksiannya bertemu Rasulullah secara sadar.

“Saya nyeruin orang baca Al-Mulk, tapi kan kadang kita capek. Tapi suatu saat suara itu kemudian hadir. Ini mula-mulai cuma suara. Makin ke mari dia duduk. Jadi kalau saya tidak baca Al-Mulk, ada yang duduk di samping tempat tidur saya di setiap malam, tersenyum lalu berbisik ‘bisa Suf, ada aku di sini’,” ucap Yusuf Mansur dalam video.

Setelah itu, penceramah tersebut mengaku kalau dirinya tidak bisa membuang sampah karena selalu diikuti oleh Nabi Muhammad SAW. Bahkan, ia sampai berani bersumpah atas nama Allah.

“Demi Allah, Indonesia nyaksiin. Saya udah enggak bisa buang sampah, kenapa? Rasul ngikutin. Sampai kayak gitu,” ujarnya.

Yusuf Mansur melanjutkan, “jadi saya enggak buang sampah sembarangan itu bukan karena yang lain, (tapi) karena Rasul.” ***

Buya Yahya kritik Ustaz Yusuf Mansur soal sholawat demi dapatkan dunia: Rendah sekali!

Ustaz Yusuf Mansur kerap kali mengajarkan jemaahnya cara untuk mendapatkan sesuatu di dunia dengan sholawat.

Setiap kali melihat mobil mewah, Ustaz Yusuf Mansur mengajarkan untuk datang langsung ke showroom, coba rasakan duduk di dalam mobil itu.

Lalu bacakan sholawat yang banyak agar bisa mendapatkan mobil. Kata Ustaz Yusuf Mansur, hal itu telah dia coba lakukan dan selalu berhasil.

Bahkan, kedua putrinya Ustaz Yusuf Mansur, yaitu Wirda Mansur dan Qumii pun melakukannya dan selalu mendapatkan barang yang diinginkan tanpa harus mengeluarkan uang.

Hal ini ditanggapi oleh Buya Yahya, bahkan diperingatkan olehnya untuk tidak mengikuti cara tersebut. Sebab, dinilai tidak punya adab.

Dikutip Hops.ID dari kanal YouTube ENN Indonesia pada 13 April 2022, berikut adalah kritik Buya Yahya terhadap ceramah Ustaz Yusuf Mansur.

Ibadah untuk dapat imbalan dunia

Buya Yahya menjelaskan untuk tidak menjadikan ibadah hanya demi mendapatkan imbalan di dunia. Misalnya, sholat duha agar mendapat uang, zikir untuk dapat jodoh.

Dalam beribadah terdapat berbagai kelas yang berbeda. Tingkatan tertinggi adalah kelas ikhlas.

Lebih lanjut, Buya Yahya menerangkan orang-orang yang ada di tingkatan tertinggi tidak mengharapkan apa-apa, termasuk surga.”

Sementara itu, umat Islam yang sekarang banyak yang berada di kelas ‘kuli’. Beribadah dengan mengharapkan imbalan.

Buya Yahya menilai sah-sah saja jika menggunakan sholawat agar dagangannya bisa laris hari itu.

Tapi, dia mengkritik cara tersebut. “Orang yang sholawat untuk cari dunia ya rendah sekali,” ujarnya.

Orang-orang yang menggunakan ibadah untuk dapat dunia dinilai kurang adab. “Biarpun mintanya kepada Allah,” kata Buya Yahya.

Kemudian, dia juga menerangkan kalau melihat dunia dan langsung bersholawat agar mendapatkannya, justru akan menancapkan dunia dalam hati dan menimbulkan sifat tamak.

Ajaran Rasulullah yang benar

Buya Yahya menjelaskan ajaran Rasulullah saw. tiap kali melihat kemewahan dunia, harusnya katakan ini.

اَللهُمَّ لَا عِيْشَ إِلَّا عِيْشُ الْآخِرَةِ

Allahumma laa ‘isya illa ‘isyul akhiroti

“Ya Allah tidak ada kehidupan sesungguhnya, kecuali kehidupan akhirat.”

Dengan cara ini, hati tidak akan kagum atas kemewahan dunia. Justru langsung dialihkan untuk ingat akhirat.

Meski setelah itu bilang, “Ya Allah, jika itu baik untukku, berikanlah padaku,” itu sah. Sebab, untuk urusan dunia tetap minta pada Allah, tapi tidak menjadi tamak di dunia.***