Ustadz Adi Hidayat Sebut Ada Maksiat yang Dikerjakan Tapi Pahala Tidak Hilang, Simak Penjelasannya


Ustadz Adi Hidayat menyebutkan ada perbuatan maksiat kepada Allah tapi pahala orang tersebut tidak hilang, melainkan datangnya dosa.

Maksiat merupakan perbuatan tercela yang melanggar perintah Allah SWT yaitu berbuat dosa.

Agama Islam mengajarkan umatnya untuk menjauhi perbuatan maksiat.

Maksiat bisa terjadi karena manusia yang tidak sabar ketika menjauhi larangan Allah.

Sebagaimana diketahui bahwa dosa maksiat dapat menghilangkan pahala.

Apalagi, jika seseorang sudah mengetahui bahwa dosa maksiat dapat menghilangkan pahala namun masih dikerjakan juga.

Orang seperti ini disebut dengan istilah jahalah.

“Jahalah ada dua arti, pertama adalah tidak tahu kalau itu salah. Kedua, sudah tahu salah, dikerjakan,” jelas Ustadz Adi Hidayat, dikutip PortalJember.com dari video unggahan kanal YouTube Samudera Ilmu pada 13 Februari 2018.

UAH mengatakan pahala yang sudah hilang tidak akan kembali.

Ketika seseorang mengerjakan maksiat dan sadar pahala akan hilang maka seketika pahala akan hilang dan mendatangkan dosa.

Namun, Ustadz Adi Hidayat mengatakan ada maksiat yang dikerjakan tapi pahala tidak hilang.

“Ada maksiat yang saat dikerjakan pahala tidak hilang, tapi dosa datang,” katanya.

“Misal, mengerjakan shalat dapat pahala. Lalu mencuri misalnya, begitu mencuri pahala shalatnya tidak hilang cuman mendapatkan dosa pencurian. Maka nanti akan perbuatan tersebut disandingkan di Hari Kiamat,” jelasnya.

Jika pahala shalatnya lebih sedikit dan masih lebih besar dosa mencuri, maka akan masuk neraka.

“Karena amal sholeh tidak bisa menutupi amal salah,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Namun Allah masih memberikan kesempatan bertaubat untuk mengugurkan dosanya, namun tidak akan mengembalikan pahala yang sudah hilang.

“Harus mengerjakan amalan kembali untuk mengembalikan pahala (yang hilang),” pungkasnya.

======

Manfaatkan Lidah Buaya untuk Meredakan Eksim

Lidah buaya sudah dikenal sejak lama sebagai obat untuk berbagai masalah kesehatan, khususnya pada kulit. Salah satu manfaat lidah buaya yang cukup populer adalah membantu meredakan eksim.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa lidah buaya dapat membantu menurunkan kadar gula darah, menyehatkan sistem pencernaan, menjaga kesehatan mulut, dan melawan kanker.

Tidak hanya itu, tumbuhan sukulen ini juga dapat menghasilkan gel berwarna bening yang diketahui ampuh dalam mengatasi berbagai masalah pada kulit, seperti luka lecet, psoriasis, luka bakar derajat ringan, jerawat, dermatitis seboroik, serta eksim.

Lidah Buaya untuk Meredakan Eksim

Eksim merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan kulit kering, gatal, merah, tebal, pecah-pecah, dan bersisik. Kondisi ini umum dialami oleh anak-anak, tetapi juga bisa terjadi pada segala usia. Anak yang memiliki eksim juga biasanya akan membawa kondisi ini hingga dewasa.

Selain dapat mengganggu penampilanmu, eksim yang tidak diobati juga bisa menimbulkan masalah kesehatan lain, seperti infeksi kulit, kontak dermatitis, dan gatal kronis. Gatal yang disebabkan eksim juga bisa sangat mengganggu, bahkan sampai menyebabkan gangguan tidur.

Nah, salah satu pengobatan alami untuk meredakan gejala eksim adalah dengan mengoleskan lidah buaya.

Hingga saat ini memang belum ada penelitian yang secara spesifik membahas manfaat lidah buaya untuk eksim. Namun, lidah buaya diketahui mengandung berbagai zat yang dapat bertindak sebagai antiradang, antibakteri, dan antijamur.

Pada dasarnya, eksim adalah peradangan yang menyebabkan kulit menjadi rusak dan iritasi. Oleh karena itu, sifat antiradang dari lidah buaya dapat digunakan untuk menenangkan kulit penderita eksim yang sedang kambuh.

Selain itu, kulit eksim yang cenderung kering dan pecah-pecah juga akan lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur. Gel lidah buaya ini dapat mencegah infeksi tersebut dan dapat mempercepat kesembuhan kulit yang rusak.

Tips Mengaplikasikan Lidah Buaya untuk Meredakan Eksim

Cara menggunakan lidah buaya untuk eksim tidak sulit, kok. Sebelumnya, bersihkan terlebih dahulu area kulit menggunakan air dan sabun khusus eksim. Setelah dikeringkan, oleskan lidah buaya pada kulit secara merata. Diamkan hingga lidah buaya meresap ke kulit sebelum kamu berpakaian.

Kamu bisa mengoleskan lidah buaya 2 kali sehari atau lebih, terutama jika eksim yang kamu alami terasa nyeri. Gel lidah buaya akan membantu meredakan gejala tersebut.

Untuk mendapatkan gel lidah buaya, kamu bisa membelah daun lidah buaya dan mengambil gelnya secara langsung. Agar lebih praktis, kamu juga bisa membeli produk gel lidah buaya yang dijual dipasaran. Pilihlah produk dengan konsentrasi gel lidah buaya yang tinggi, serta tidak mengandung alkohol dan pewangi.

Pada sebagian orang, lidah buaya dapat menimbulkan rasa panas dan gatal yang ringan. Gel lidah buaya pun mungkin untuk memicu alergi. Jadi, sebelum memanfaatkannya, oleskan lidah buaya pada sebagian kecil permukaan kulitmu, lalu amati selama beberapa menit.

Jika muncul gejala alergi, seperti gatal atau merah-merah, sebaiknya jangan oleskan lidah buaya pada kulitmu. Namun, bila tidak muncul reaksi apa pun, kamu bisa langsung mengoleskannya pada kulit yang mengalami eksim.

Segera hentikan pemakaian dan periksakan ke dokter jika lidah buaya menyebabkan reaksi infeksi, seperti kulit kemerahan, bernanah, nyeri, atau panas saat disentuh. Selain itu, konsultasikan juga sebelum memanfaatkan lidah buaya untuk eksim pada bayi dan anak-anak.

======

Menghilangkan Abses Kulit dengan Operasi Abses

Abses kulit umumnya tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, diperlukan operasi abses untuk menangani kondisi ini. Jika tidak ditangani dengan benar, abses dapat menimbulkan komplikasi serius yang bahkan bisa mengancam nyawa.

Abses kulit adalah benjolan berisi nanah tepat di bawah permukaan kulit yang dapat disertai rasa sakit dan kemerahan pada kulit. Biasanya, abses terbentuk akibat infeksi bakteri.

Abses dapat terbentuk di bagian tubuh mana pun, tetapi lebih sering muncul di ketiak, daerah kemaluan, dasar tulang belakang, atau sekitar folikel rambut (bisul).

Rasa sakit dan pembengkakan pada abses bisa membuat Anda ingin memencet dan memecahkannya sendiri. Namun, tindakan tersebut tidak dianjurkan, karena sering kali memperburuk infeksi dan dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti sepsis dan terbentuknya jaringan parut.

Abses jarang sembuh dengan sendirinya, sehingga diperlukan penanganan oleh dokter. Untuk menangani abses, pemberian antibiotik saja tidak cukup. Dokter juga perlu melakukan operasi abses untuk mengeluarkan nanah pada abses guna mempercepat penyembuhan.

Prosedur Operasi Abses

Sebelum operasi abses kulit dilakukan, Anda mungkin akan diberi antibiotik terlebih dulu untuk mengobati infeksi dan mencegah infeksi menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Di awal prosedur, dokter akan membersihkan dan mensterilkan area abses, lalu memberikan bius lokal di area tersebut agar Anda tidak merasakan sakit selama operasi abses.

Setelah area abses mati rasa, dokter akan membuat sayatan pada kulit di atas abses, kemudian nanah akan dikeluarkan dari kantong abses melalui sayatan tersebut.

Setelah semua nanah dikeluarkan, dokter akan membersihkan kantong abses dengan larutan garam steril. Selanjutnya, abses dibiarkan terbuka (tidak dijahit) dan hanya ditutup dengan pembalut luka untuk menyerap sisa nanah.

Pada abses yang dalam atau besar, dokter mungkin akan memasukkan kain kasa ke dalam rongga abses. Tujuannya adalah agar sisa nanah atau darah dapat terserap sampai bersih, sehingga proses penyembuhan jaringannya berlangsung dengan baik.

Dokter juga dapat mengirim sampel nanah ke laboratorium untuk mencari tahu dengan pasti jenis mikroorganisme penyebab infeksi. Biasanya, seluruh proses operasi abses memakan waktu kurang dari 1 jam.

Komplikasi Operasi Abses

Secara umum, operasi abses merupakan prosedur yang aman. Namun, pada kondisi tertentu, prosedur ini dapat menimbulkan komplikasi berupa:

  • Rasa nyeri pada luka bekas abses
  • Perdarahan dari luka bekas abses
  • Terbentuknya jaringan parut
  • Abses kambuh

Komplikasi operasi abses lebih berisiko terjadi pada perokok atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita diabetes, kanker, atau obesitas.

Perawatan Setelah Operasi Abses

Waktu pemulihan setelah operasi abses dapat berbeda pada tiap orang, tergantung lokasi dan tingkat keparahan abses.

Untuk abses yang besar atau dalam, perban kasa penutup luka sayatan operasi mungkin perlu dipasang selama beberapa hari atau beberapa minggu. Jika sudah basah oleh cairan sisa nanah, perban perlu diganti.

Apabila dokter menempatkan kain kasa di dalam rongga abses, Anda perlu kembali menemui dokter dalam beberapa hari setelah operasi untuk mengeluarkan kain kasa tersebut.

Jika kondisi luka baik, dokter akan mengajari Anda cara merawat luka operasi dan mengganti perban di rumah secara mandiri. Anda juga akan diberi obat antibiotik dan obat pereda nyeri.

Perlu diingat, perhatikan adanya tanda infeksi pada bekas sayatan operasi, seperti kemerahan, bengkak, dan demam. Bila muncul tanda tersebut, segera temui dokter.

Tags: #cara menghilangkan abses kulit setelah operasi #maksiat dikerjakan tapi pahala tidak hilang #manfaat lidah buaya meredakan eksim