Viral Cerita Menantu Usai Malam Pertama di Rumah Mertua: Baru Keluar Kamar Semua Mata Tertuju Padamu


Hari pertama jadi mantu memang serba salah, harus pandai-pandai menyesuaikan diri dengan situasi baru. Namun, akan jadi canggung bila hari pertama jadi mantu semua mata anggota keluarga tertuju padamu.

Seperti wanita ini, dia mengunggah video saat hari pertama jadi mantu dan semua keluarga suami melihatnya saat keluar kamar. Video ini jadi viral di sosial media.

Dalam video yang diunggah oleh sebuah akun Tiktok, Rabu (15/9/2021) tampak seorang wanita memperagakan aksinya saat keluar dari kamar di pagi hari.

Ia pun berjalan dengan agak sedikit kesusahan dan menyeret langkah. Hal itu lantas membuat semua anggota keluarga memperhatikannya.

“Hari pertama jadi mantu di keluarga suami,” tulis wanita tersebut dalam videonya, dikutip Suara.com, Rabu (15/9/2021).

Ia menyebut semua orang di dalam rumah, mulai dari ayah mertua, ibu mertua hingga saudara ipar melihat ke arahnya dengan tatapan aneh.

“Baru keluar kamar langsung pada ngelihatin, semua mata tertuju ke kita dengan pandangan awkward,” lanjutnya.

Ia pun kini paham mengapa banyak pasangan suami istri yang baru menikah memilih untuk menginap di hotel daripada tidur di rumah orang tua.

“Sekarang jadi tahu alasan orang-orang milih staycation di hotel,” lanjutnya lagi.

Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka ikut menceritakan pengalaman malam pertama tinggal di rumah keluarga suami sebagai menantu atau sebagai istri.

Ada juga warganet yang khawatir akan merasakan hal yang sama seperti yang diceritakan wanita tersebut.

“Nggak mau ada malam pertama boleh nggak sih?” tanya salah seorang warganet.

“Please besok banget nih gue nikah, jadi takut,” ujar warganet lain.

“Suamiku malah ketawa-ketawa, aku nahan tangis buat jalan,” ujar salah seorang warganet.

“Njir gue jadi takut dilihatin,” sahut warganet lain.

“Komentar diisi para istri yang menceritakan pengalaman pertamanya,” komentar salah satu warganet.

“Allahuakbar ini kolom komentar bikin takut sumpah,” sahut warganet lain.

======

Ketahui Gejala Usus Buntu Pecah dan Pengobatannya

Usus buntu pecah merupakan kondisi kegawatan medis yang perlu ditangani secepatnya. Ada beberapa gejala usus buntu pecah yang perlu diwaspadai, yaitu nyeri hebat di seluruh perut, demam, dada berdebar, lemas, hingga pembengkakan di perut.

Usus buntu pecah merupakan komplikasi dari radang usus buntu yang tidak diobati. Pecahnya usus buntu bisa menimbulkan abses atau penumpukan nanah, serta penyebaran infeksi hingga ke seluruh rongga perut (peritonitis). Tak hanya itu, bakteri dari usus buntu yang pecah bisa masuk ke aliran darah dan menyebabkan sepsis.

Kondisi tersebut harus segera ditangani oleh dokter karena berpotensi mengancam nyawa. Oleh karena itu, Anda perlu mewaspadai berbagai gejala usus buntu pecah.

Berbagai Gejala Usus Buntu Pecah

Penyakit usus buntu biasanya diawali dari terjadinya peradangan di usus buntu. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya rasa nyeri secara tiba-tiba di sekitar pusar. Setelah beberapa jam, barulah rasa nyeri tersebut berpindah ke perut bagian kanan bawah. Ini merupakan salah satu ciri khas penyakit usus buntu.

Selain itu, ada juga beberapa gejala lain dari penyakit usus buntu yang dapat terjadi, di antaranya:

  • Nafsu makan hilang
  • Perut kembung
  • Sulit untuk kentut
  • Mual dan muntah
  • Konstipasi atau diare
  • Demam ringan

Ketika Anda mengalami gejala di atas, sebenarnya ini sudah termasuk kondisi serius yang harus ditangani oleh dokter. Apabila tidak diobati dengan baik, radang usus buntu bisa berlanjut menjadi pecahnya usus buntu, dan hal ini bisa berisiko menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Risiko pecahnya usus buntu akan meningkat setelah 2–3 hari sejak timbulnya gejala awal radang usus buntu. Saat usus buntu pecah, biasanya rasa sakit akan menghilang sejenak selama beberapa jam, tetapi setelahnya akan timbul gejala lain yang makin memburuk.

Berikut adalah beberapa gejala usus buntu pecah yang perlu diwaspadai:

  • Demam tinggi
  • Lemas
  • Sulit konsentrasi dan kebingungan
  • Rasa sakit yang hebat dan konstan di seluruh bagian perut
  • Napas sesak dan dada berdebar-debar

Selain itu, kondisi pecahnya usus buntu juga bisa memicu tekanan darah rendah. Hal ini biasanya menandakan bahwa sudah terjadi peritonitis atau sepsis akibat komplikasi dari usus buntu pecah.

Pengobatan Usus Buntu Pecah

Pengobatan utama usus buntu pecah adalah melalui prosedur operasi pengangkatan usus buntu atau apendektomi.

Namun, sebelum operasi dilakukan, dokter mungkin akan memberikan penanganan terlebih dahulu pada pasien, yakni dengan memberikan antibiotik suntikan dan terapi infus. Untuk mengurangi nyeri yang parah karena usus buntu pecah, dokter juga bisa memberikan suntikan obat antinyeri.

Setelah kondisi pasien stabil, dokter baru bisa melakukan operasi pengangkatan usus buntu. Prosedur ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan teknik laparoskopi yang minim sayatan atau secara bedan terbuka konvensional (laparatomi).

Untuk kasus usus buntu yang sudah pecah, operasi yang dianjurkan adalah laparatomi. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa semua infeksi benar-benar dibersihkan dari dalam rongga perut.

Setelah menjalani operasi usus buntu, pasien biasanya perlu dirawat selama beberapa hari di rumah sakit. Selama masa pemulihan, pasien dianjurkan untuk menjalani bed rest dan mengurangi aktivitas fisik berat.

Setelah diperbolehkan pulang, pasien juga mungkin akan dianjurkan untuk tidak berolahraga dulu selama 4–6 minggu. Setelah itu, pasien baru bisa kembali beraktivitas secara normal.

Pada intinya, usus buntu pecah dapat diatasi dengan efektif melalui operasi, dan Anda tetap bisa hidup normal dan sehat meski tanpa usus buntu.

Namun, jangan sampai menunggu hingga gejala usus buntu pecah muncul. Ketika Anda mulai merasakan gejala radang usus buntu yang telah disebutkan di atas, segeralah kunjungi dokter untuk mendapatkan pengobatan.

======

5 Manfaat Oil Pulling untuk Kesehatan Gigi dan Mulut

Oil pulling atau berkumur dengan minyak sedang menjadi perbincangan banyak orang. Cara ini dipercaya memiliki beragam manfaat untuk menjaga kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut. Ketahui apa saja manfaat oil pulling dan cara melakukannya.

Oil pulling sudah sejak lama dikenal sebagai pengobatan Ayurveda dari India. Dalam praktiknya, oil pulling harus menggunakan minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau minyak nabati, seperti minyak kelapa, minyak wijen, minyak zaitun, atau minyak biji bunga matahari.

Berbagai Manfaat Oil Pulling

Berikut adalah beberapa manfaat oil pulling untuk kesehatan gigi dan mulut:

1. Menghambat pertumbuhan bakteri di dalam mulut

Berkumur dengan minyak kelapa setiap hari selama 10–15 menit diketahui dapat membantu mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut, termasuk bakteri Streptococcus mutans. Bakteri ini merupakan salah satu jenis bakteri yang sering menyebabkan penumpukan plak dan kerusakan gigi.

2. Mencegah dan membantu mengobati radang gusi

Riset menyebutkan bahwa oil pulling dengan minyak kelapa atau minyak wijen memiliki efek yang hampir serupa dengan chlorhexidine, yaitu larutan antiseptik yang biasa terkandung dalam obat kumur untuk mengobati dan mencegah radang gusi (gingivitis).

Tak hanya itu, oil pulling dengan kedua minyak nabati tersebut juga mampu mengurangi pembentukan plak gigi di dalam rongga mulut.

3. Mencegah gigi berlubang

Selain dapat mengurangi plak gigi dan pertumbuhan bakteri di dalam mulut, oil pulling juga dinilai dapat membantu mencegah gigi berlubang. Namun, manfaat ini hanya bisa diperoleh, jika Anda juga rutin menyikat gigi 2 kali sehari, serta menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang masih tersangkut di sela-sela gigi.

4. Mengurangi bau mulut

Kebersihan mulut yang tidak terjaga sering kali menjadi penyebab utama timbulnya bau mulut atau halitosis.

Untuk mengatasi hal ini tidak cukup dengan rutin menyikat gigi. Anda juga dianjurkan untuk melakukan oil pulling dengan minyak wijen atau minyak kelapa. Ini karena minyak tersebut dapat membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab bau mulut.

5. Memutihkan gigi

Oil pulling sering diklaim dapat membersihkan noda pada permukaan gigi sehingga menjadi salah satu cara memutihkan gigi secara alami. Namun, efektivitas oil pulling yang satu ini masih belum terbukti dan perlu diteliti lebih lanjut.

Berbagai manfaat oil pulling di atas memang baik untuk kesehatan gigi dan mulut. Namun, secara umum, riset yang mendukung efektivitas dan keamanan oil pulling sebagai metode perawatan gigi dan mulut masih sangat terbatas.

Cara Melakukan Oil Pulling

Cara melakukan oil pulling terbilang sederhana dan mudah. Anda cukup berkumur seperti biasa, hanya saja bahan yang digunakan adalah minyak nabati. Namun, bagi Anda yang baru pertama melakukannya mungkin akan terkejut dengan sensasi berminyak di dalam mulut.

Jika tertarik untuk melakukan oil pulling, Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut:

  • Pilih salah satu minyak sesuai kebutuhan Anda, baik itu minyak kelapa, minyak wijen, atau minyak zaitun, kemudian takar satu sendok makan.
  • Mulai berkumur seperti biasa selama 15–20 menit. Bila Anda baru pertama kali melakukannya, cobalah berkumur selama 5 menit. Setelah terbiasa, baru Anda bisa berkumur selama 10 menit atau langsung 20 menit bila sanggup.
  • Setelah selesai berkumur, buang minyak ke tempat sampah. Hindari meludahkan minyak ke wastafel atau toilet karena dapat menyumbat saluran pembuangan.
  • Bilas mulut Anda dengan air setelah berkumur, kemudian tetap menyikat gigi seperti biasanya.

Hal yang perlu Anda ingat saat melakukan oil pulling adalah jangan menelan minyak saat berkumur dan lakukanlah dengan santai agar tidak menyebabkan nyeri pada otot-otot wajah.

Selain itu, beberapa orang mengatakan bahwa waktu yang terbaik untuk melakukan oil pulling adalah saat perut kosong dan sebelum menyikat gigi. Hal ini biasanya dilakukan saat mandi pagi.

Perlu Anda pahami bahwa aktivitas oil pulling tetap tidak bisa menggantikan peran menyikat gigi. Oleh karena itu, agar kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga dengan baik, Anda juga perlu menyikat gigi secara rutin 2 kali sehari yang dilanjutkan dengan pemakaian dental floss.

Oil pulling umumnya aman dilakukan. Namun, bila Anda ingin melakukan oil pulling sebagai salah cara pengobatan alami untuk mengatasi penyakit atau masalah tertentu pada gigi dan mulut, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter gigi.

Tags: #gejala usus buntu pecah dan pengobatannya #manfaat oil pulling untuk kesehatan gigi dan mulut #menantu usai malam pertama dirumah mertua