Wahai Suami, Hindari Kata-kata Ini Saat Bercanda Dengan Istri

373 views


Wahai Suami, Hindari Kata-kata Ini Saat Bercanda Dengan Istri

Pasutri siap-siap mau ke kondangan.
Istri : “Abi, aku pakai baju ini aja ya?”
Suami: “Yang lain aja, Itu kelihatan gemuk!” (maksudnya bajunya terlalu ketat/kurang longgar)
Istri: “(jleeb!!) Hah? Iya,memang aku itu gemuk, jelek, tua, keriput…!” (sewot lalu mewek)
Suami: “ ?!@$#%”

Ketimpangan komunikasi pasutri, antara lain disebabkan kecenderungan wanita yang mengedepankan perasaan, sedangkan pria, logikanya yang didahulukan.

Untuk itu dibutuhkan cara berkomunikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman. Seperti percakapan di atas, suami berniat jujur tapi sang istri malah baper/bawa perasaan.

Nah, biar istri tidak baper, meski bercanda, sebaiknya hindari mengatakan hal-hal ini :

1. “Bunda kayaknya tambah gemuk ya?”

Kata gemuk adalah salah satu perbendaharaan kata yang paling tidak disukai wanita. Daripada mengatakan langsung tentang perubahan berat badannya, lebih baik berikan istri hadiah baju/sepatu olah raga baru, dan jadwalkan jalan pagi berdua tiap akhir pekan.

Juga sarankan padanya untuk ikut aktif kegiatan olahraga bersama ibu-ibu di lingkungan tempat tinggal. Usulkan pula menu-menu yang lebih sehat untuk disajikan di meja makan.

2. “Ma, resepnya kayaknya belum pas, bikinan Ibuku lebih enak!”

Meski rasa rendang buatan ibumu nomor satu, jangan bandingkan dengan masakan istrimu. Membandingkannya hanya akan menyakiti perasaannya. Bilang saja “Enak ini, Ma!Bikinan ibuku rasanya berbeda, coba saja tanya resepnya ya!”

3. “Aduh Bu, rumah kok berantakan begini sih!”

Pulang kantor, di ruang tamu berserakan mainan, buku pelajaran bertaburan di meja makan, di lantai ada tumpahan susu berceceran.

Tolong buang jauh-jauh pikiran “Ngapain aja istriku seharian?” Yang perlu suami tahu, seharian tadi, beberapa kali lantai sudah disapu/dipel ulang, mainan sudah dirapikan tapi dikeluarkan lagi dan si kecil minum susu sambil lari-lari.

Jadi, daripada banyak komentar, coba beri bantuan dengan menyapu atau asuh anak-anak dulu.

4. “Santai saja, Ummi!”

Istri sudah curhat panjang lebar cuma ditanggapi adem sambil bilang “Santai saja!”, itu rasanya seperti sia-sia saja punya pasangan.

Suami seperti menganggap masalah yang diceritakan istri bukanlah hal besar. Tolong, beri komentar/saran seperti yang diharapkan dan bukannya mengecilkan masalah yang ia keluhkan.

5. “Ini urusan laki-laki, Ma!”

Suami lagi galau, saat ditanya istri, dijawab “Ini urusan laki-laki!” yang bikin istri merasa tidak berarti. Kalau memang itu rahasia katakan baik-baik, seperti “ Sudahlah, kalau Mama tahu, takutnya ikut kepikiran nanti!”

6. “Kok cepat habis uangnya, Mi?”

Komentar itu menyimpulkan bahwa istri boros/tidak becus urus keuangan keluarga. Mendingan tanya dulu, siapa tahu bulan itu ada keperluan anak yang mendadak atau pengeluaran keluarga yang tak terduga.

7. “Sudahlah Bun, aku lagi banyak kerjaan!”

Meski suami sedang sibuk, tak ada salahnya mendengarkan sebentar apa yang ingin istri sampaikan. Bukan selalu minta bantuan, kadang ia hanya butuh dukungan.

8. “Pakai warna itu jadi kelihatan tua, Bu!”

Kalau mau istri tampak awet muda, coba temani berbelanja baju/hijab baru agar penampilannya lebih segar, juga membeli produk perawatan kecantikan agar ia bisa memantaskan diri di hadapan suami.

9. “Artis M itu, anaknya banyak tapi masih cantik juga ya Bunda!”

Kalimat itu bisa bikin istri cemburu. Jadi, kalau ingin memuji wanita lain, lebih baik di batin.

10. “Ummi lagi dapet? Kok baper banget!”

Istri cerewet itu biasa, apalagi di saat datang bulan, jadi tambah sensitif. Tapi tak perlu juga menggodanya seperti itu, nanti malah luber kadar bapernya. Kalau memang istri sedang ngomel panjang lebar, dengarkan saja.

Coba teladani Khalifah Umar bin Khattab yang diam saja saat dimarahi istrinya. Karena Beliau paham akan beban rumah tangga yang diemban istrinya.

Beliau menghormati istri yang telah melahirkan dan mengasuh anak-anak juga mengurus keluarganya. Sehingga bagi Khalifah Umar tak ada salahnya diam mendengarkan keluh kesahnya.

======

5 Manfaat Daun Beluntas untuk Kesehatan

Manfaat daun beluntas untuk kesehatan sudah dikenal sejak ratusan tahun silam. Berkat kandungan berbagai bahan aktif di dalamnya, daun beluntas telah banyak digunakan sebagai obat tradisional di beberapa negara Asia Tenggara, terutama Thailand, Indonesia, dan Malaysia.

Manfaat daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) tak perlu diragukan lagi. Daun berbentuk gerigi ini merupakan salah satu tanaman herbal berkhasiat tinggi yang diyakini mampu mengobati berbagai macam penyakit kronis.

Daun beluntas paling sering dikonsumsi dengan cara direbus atau dibuat sebagai teh. Teh herbal atau jamu dari daun beluntas juga sudah banyak dijual dan cukup populer dikonsumsi sebagai minuman kesehatan.

Berbagai Manfaat Daun Beluntas

Manfaat daun beluntas tak terlepas dari kandungan nutrisi di dalamnya yang melimpah. Ekstrak daun ini diketahui mengandung serat, kalsium, beta karoten, dan beragam jenis antioksidan, seperti asam klorogenat, asam kafeat, quercetin, dan flavonoid, yang baik untuk kesehatan tubuh.

Tak hanya itu, daun beluntas juga dinilai memiliki khasiat sebagai antiradang, antibakteri, antikanker, dan pereda nyeri alami. Khasiat-khasiat ini didukung oleh berbagai kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.

Berikut adalah beberapa manfaat daun beluntas untuk kesehatan:

1. Mengontrol kadar gula darah

Salah satu manfaat daun beluntas yang cukup popular adalah untuk menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil. Daun herba ini diketahui dapat menghambat pemecahan dan penyerapan gula di usus, serta meningkatkan produksi dan fungsi hormon insulin.

Berkat manfaat tersebut, daun beluntas dianggap memiliki potensi untuk mencegah terjadinya resistensi insulin dan membantu mengobati penyakit diabetes. Meski demikian, hingga saat ini efektivitas daun beluntas untuk pengobatan diabetes masih belum diketahui dengan jelas dan perlu dikaji lebih lanjut.

2. Menurunkan kadar kolesterol

Selain baik untuk mencegah diabetes dan mengontrol gula darah, daun beluntas juga diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Dengan kadar kolesterol LDL yang lebih rendah, tubuh Anda akan tercegah dari penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

Meski demikian, untuk menjaga kadar kolesterol dan mencegah penyakit tersebut, Anda juga perlu menerapkan gaya hidup sehat, yakni dengan tidak merokok, berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan sehat, dan menjaga berat badan tetap ideal.

3. Mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas

Daun beluntas merupakan salah satu tanaman herba yang memiliki banyak antioksidan. Berkat adanya zat tersebut, daun beluntas baik dikonsumsi untuk melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas atau stres oksidatif.

Dengan mengurangi kerusakan sel-sel tubuh akibat paparan radikal bebas, risiko terkena berbagai penyakit, seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung, juga bisa berkurang.

Untuk mendapatkan manfaat daun beluntas yang satu ini, Anda bisa mengonsumsi daun beluntas dalam bentuk suplemen, jamu, atau teh herbal.

4. Mengurangi risiko terjadinya kanker

Suatu riset di laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak daun beluntas terlihat memiliki sifat antikanker. Daun ini diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, seperti glioblastoma dan kanker serviks. Meski demikian, efektivitas herba ini sebagai pengobatan kanker masih perlu diteliti lebih lanjut.

Hingga saat ini, belum ada studi yang menyebutkan bahwa daun beluntas memiliki efektivitas yang sama dengan obat kemoterapi untuk kanker.

5. Mendukung proses pemulihan luka

Daun beluntas juga memiliki sifat antiradang dan antibakteri. Tak hanya itu, daun ini sudah digunakan sejak lama sebagai obat tradisional untuk mengatasi nyeri. Berkat berbagai efek tersebut, daun beluntas dianggap baik digunakan sebagai tanaman herbal untuk mempercepat proses pemulihan luka.

Selain berbagai manfaat di atas, daun beluntas juga memiliki potensi manfaat untuk menjaga kesehatan dan fungsi sistem pencernaan, meredakan nyeri dan kram otot, dan mengatasi keputihan.

Meski memiliki potensi yang besar, klaim berbagai manfaat daun beluntas di atas masih memerlukan lebih banyak penelitian lebih lanjut. Hingga kini, belum ada riset yang dapat membuktikan efektivitas dan keamanan daun beluntas sebagai obat.

Namun, karena mengandung beragam nutrisi dan antioksidan yang baik untuk kesehatan, tidak ada salahnya Anda mengonsumsi herba ini sebagai jamu atau suplemen herba tambahan.

Cara mengonsumsi Daun Beluntas

Daun beluntas bisa dikonsumsi dalam berbagai bentuk dan cara, mulai dari suplemen berbentuk kapsul hingga jamu atau teh herbal.

Jika ingin mengolahnya sebagai teh herbal, Anda bisa merebus beberapa helai daun beluntas dalam sekitar 300 ml air, lalu diamkan hingga sejuk. Setelah itu, air rebusan daun beluntas bisa Anda konsumsi sebanyak 2–3 kali sehari sebelum atau setelah makan.

Daun beluntas umumnya aman dikonsumsi sebagai suplemen atau jamu. Namun, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi daun beluntas, jika sedang memiliki masalah kesehatan tertentu, seperti gangguan ginjal atau hati, atau jika sedang mengonsumsi obat-obatan dari dokter guna mengindari interaksi obat.

Oleh karena itu, jika Anda ingin memanfaatkan daun beluntas untuk kesehatan atau pengobatan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Tags: #kata-kata yang dihindari saat bercanda dengan istri #manfaat daun beluntas untuk kesehatan