Wahai Suami, Ingatlah Jangan Engkau S*lingkuh Jika Tak Ingin Anak Gadismu Kelak Dis*lingkuhi


Wahai Suami, Jangan Engkau Selingkuh Jika Tak Ingin Anak Gadismu Kelak Diselingkuhi

Ketika seorang pemuda menemui Rasulullah untuk meminta izin agar ia diperbolehkan berzina.

Tapi Rasul tak serta-merta marah, beliau justru mengajak pemuda tersebut untuk berempati.

“Bersediakah Engkau jika saudara perempuanmu dizinahi? Atau bagaimana jika ibu, bibi, dan anakmu kelak dizinahi orang lain, maukah engkau hal itu terjadi?”

Tentu saja pemuda itu menjawab tidak bersedia jika ada perempuan dalam anggota keluarganya yang dizinahi oleh orang lain.

Dari kisah tersebut semestinya setiap muslim bisa mengambil pelajaran untuk tidak melakukan hal-hal yang kita sendiri pun tidak ingin orang lain lakukan hal itu pada diri dan keluarga kita!

Demikian pula jika ingin melakukan perselingkuhan dalam rumah tangga.

Dengan semakin canggihnya teknologi, begitu banyaknya aplikasi chatroom,

seorang suami semestinya berpikir ribuan kali jika ingin mengkhianati kepercayaan istrinya dengan melakukan perselingkuhan.

Salah satu yang perlu diingat adalah anak gadis yang dimiliki, relakah jika di kemudian hari anak gadis Anda yang telah menikah malah diselingkuhi oleh suaminya?

Jika tidak rela, maka pikirkanlah bahwa ayah mertua Anda pun tak rela jika Anda menyakiti perasaan putrinya dengan berselingkuh bersama wanita lain!

Sungguh hari kiamat belum akan datang hingga perzinaan merajalela hingga ke jalan-jalan.

Maka lindungilah diri dan keluarga kita dari ancaman siksa neraka dengan cara menjauhi zina, termasuk menghindari perselingkuhan dalam rumah tangga!

======

Ini Alasan Minuman Berenergi Sebaiknya Dihindari Saat Hamil

Kelelahan yang kerap kali dirasakan selama kehamilan mungkin membuat sebagian ibu hamil merasa perlu minum minuman berenergi. Padahal, jenis minuman yang satu ini perlu dihindari oleh ibu hamil. Mengapa demikian?

Alasan penting mengapa ibu hamil perlu menghindari sepenuhnya konsumsi minuman berenergi adalah kandungan di dalamnya. Sebagian besar minuman berenergi mengandung setidaknya satu zat yang berpotensi menyebabkan gangguan pada kehamilan.

Kandungan Minuman Berenergi

Kandungan di antara berbagai merek minuman berenergi umumnya hampir serupa. Berikut ini adalah beberapa kandungan minuman berenergi yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil:

1. Kafein

Mengonsumsi kafein mungkin bisa meningkatkan energi, fokus, dan membantu meredakan sakit kepala. Namun, bila dikonsumsi dalam jumlah tinggi selama kehamilan, kafein bisa meningkatkan risiko keguguran atau bayi lahir berat badan rendah.

Selain itu, efek samping dari terlalu banyak kafein juga termasuk tekanan darah tinggi, jantung berdebar-debar, kecemasan, pusing berputar, sakit perut, dan diare.

Dalam 1 botol minuman berenergi, atau sekitar 500 ml, terkandung sekitar 80–160 mg kafein. Sementara itu, ibu hamil dianjurkan untuk membatasi jumlah asupan kafein kurang dari 200 mg sehari.

Seseorang bisa saja lebih sensitif terhadap kafein, sehingga kadar yang rendah sudah bisa menyebabkan efek samping pada dirinya. Jadi, untuk berhati-hati, sebaiknya Bumil membatasi konsumsi kafein seminimal mungkin.

2. Gula

Selain kafein, kebanyakan minuman berenergi juga mengandung gula tambahan atau pemanis buatan dalam jumlah banyak. Dalam 1 botol minuman berenergi bisa terkandung sekitar 54 g gula, yang setara dengan 13 sendok teh gula.

Nah, terlalu banyak konsumsi gula pada ibu hamil diketahui dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebih yang dapat berdampak buruk pada kehamilan, misalnya meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia dan diabetes gestasional.

3. Natrium

Dalam 1 botol minuman bernergi umumnya terkandung sekitar 100–200 mg natrium atau sodium, yang artinya cukup tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman berkadar natrium tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan memperparah pembengkakan pada ibu hamil.

Kadar natrium yang diperbolehkan pada ibu hamil adalah tidak lebih dari 2.300 mg per hari. Ini setara dengan hanya 1 sendok teh garam. Jadi, jika Bumil juga mengonsumsi natrium dari minuman berenergi, kemungkinan besar Bumil akan kelebihan konsumsi natrium.

4. Taurin

Taurin banyak ditemukan pada minuman berenergi. Sebenarnya, asam amino ini memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta mengatur jumlah air dan mineral dalam darah. Bahkan, ASI atau susu formula bayi umumnya dilengkapi dengan kandungan taurin.

Asupan taurin harian yang diketahui aman untuk ibu hamil adalah sekitar 100 mg, sementara kandungan taurin dalam 1 botol minuman berenergi bisa mencapai 1.000 mg.

Nah, asupan taurin yang hingga 10 kali lipat ini belum diketahui keamanannya. Ditambah lagi, taurin bersumber dari minuman berenergi yang secara umum bukanlah sumber nutrisi yang baik.

Selain kandungan-kandungan di atas, minuman berenergi biasanya juga mengandung bahan herbal, seperti ginseng, ginko biloba, dan yohimbe, yang keamanannya pada ibu hamil belum bisa dipastikan. Jadi, sebaiknya hindari dulu minuman berenergi selama kehamilan ya, Bumil.

Cara Alami Membangkitkan Energi Saat Hamil

Daripada mengonsumsi minuman berenergi, lebih baik jika Bumil memilih cara alami untuk membangkitkan kembali energi, seperti di bawah ini:

  • Cobalah untuk tidur lebih cepat dari biasanya, atau jika memungkinkan, tidur siang di sela aktivitas.
  • Kurangi aktivitas yang menguras energi. Ganti juga olahraga yang biasa dilakukan menjadi yang lebih ringan.
  • Konsumsi makanan dengan nutrisi seimbang, seperti nasi merah, daging ayam, ikan, daging sapi, buah, sayur, dan kacang-kacangan.
  • Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung tepung dan karbohidrat sederhana, misalnya nasi putih atau roti putih.
  • Cukupi kebutuhan cairan dengan baik dengan mengonsumsi 2–3 liter air per hari.

Jika beragam cara di atas sudah ditempuh dengan baik, tapi Bumil masih sering merasa lelah atau tidak bertenaga, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Bisa jadi kelelahan kronis ini merupakan gejala kondisi lain, seperti anemia saat hamil.

======

Ketahui Manfaat Beras Basmati untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya

Beras basmati sering digunakan dalam nasi briyani dan terkenal karena rasa dan aromanya yang sedap. Di balik itu, beras basmati juga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan tubuh yang sayang untuk Anda lewatkan.

Beras basmati telah dibudidayakan sejak ribuan tahun silam di India dan Pakistan. Namun, kini beras basmati telah dinikmati oleh banyak masyarakat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berbeda dari beras biasa, beras ini memiliki ukuran yang lebih panjang dan ramping.

Beras basmati tersedia dalam 2 jenis, yaitu beras basmati putih dan beras basmati cokelat. Keduanya memiliki cita rasa dan aroma yang seperti kacang dan nilai gizi yang tinggi, sehingga cocok untuk menjadi pilihan yang lezat untuk menu pola makan sehat Anda.

Kandungan Nutrisi pada Beras Basmati

Dalam seporsi beras basmati putih yang telah matang (sekitar 160 gram) terkandung sekitar 210 kalori dan beragam nutrisi penting, seperti:

  • 4,5 gram protein
  • 0,5 gram lemak
  • 0,7 gram serat
  • 400 miligram natrium
  • 24% dari kebutuhan harian folat
  • 22% dari kebutuhan harian tiamin
  • 22% dari kebutuhan harian selenium
  • 15% dari kebutuhan harian niacin
  • 12% dari kebutuhan harian tembaga
  • 11% dari kebutuhan harian zat besi
  • 9% dari kebutuhan harian vitamin B6

Beras basmati juga mengandung nutrisi lain, seperti zinc, fosfor, dan magnesium. Dibandingkan dengan jenis beras lainnya, beras basmati putih diketahui memiliki kadar arsenik yang paling rendah sehingga mampu melindungi tubuh dari risiko diabetes, penyakit jantung, dan penyakit kanker tertentu.

Kandungan nutrisi beras basmati cokelat umumnya sama. Namun, jenis beras ini mengandung lebih banyak karbohidrat, serat, magnesium, vitamin E, zinc, kalium, dan fosfor.

Manfaat Beras Basmati bagi Kesehatan

Berkat kandungan gizinya yang cukup beragam, ada segudang manfaat beras basmati bagi kesehatan yang bisa Anda peroleh, di antaranya:

1. Mengontrol kadar gula darah

Sebagian besar jenis beras, terutama beras putih, memiliki indeks glikemik yang tinggi. Artinya, konsumsi nasi putih bisa dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. Gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol lama-kelamaan bisa meningkatkan risiko gangguan metabolisme, seperti diabetes dan obesitas.

Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi beras basmati cokelat. Beras ini diketahui memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada jenis beras lainnya. Selain itu, serat dan protein di dalamnya juga dapat menjaga kadar gula darah.

Dengan khasiatnya ini, beras basmati cokelat dinilai lebih ramah bagi penderita diabetes, dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, sekaligus bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat kompleks yang lebih baik bagi semua orang.

2. Menyehatkan jantung

Kandungan serat beras basmati cokelat diketahui 20% lebih banyak daripada jenis beras lainnya. Serat memiliki peran penting untuk menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi risiko terjadinya tekanan darah tinggi, yang merupakan dua faktor risiko utama penyakit jantung.

Ditambah lagi, kandungan arseniknya yang lebih rendah daripada jenis beras lainnya menjadikan beras basmati pilihan yang lebih sehat bagi penderita penyakit jantung.

3. Mencegah penyakit kanker

Selain menyehatkan jantung, mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat, seperti beras basmati, terbukti dapat mengurangi risiko terkena kanker tertentu, terutama kanker kolorektal.

4. Meningkatkan kesehatan otak

Setiap porsi nasi basmati mengandung sekitar 22% dari kebutuhan harian vitamin B1 atau tiamin. Nutrisi ini berperan penting untuk menjaga kesehatan otak dan mengurangi risiko penyakit ensefalopati Wernicke.

Selain itu, kandungan selenium dan folat yang tinggi pada beras basmati juga bisa membantu meningkatkan fungsi otak pada penderita gangguan mental dan mengobati penyakit Alzheimer.

Tips Mengonsumsi dan Mengolah Beras Basmati

Meski memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, Anda tetap perlu hati-hati dalam mengonsumsi beras basmati. Pasalnya, asupan nasi basmati putih yang berlebihan tetap bisa berdampak buruk terhadap kadar gula darah dan meningkatkan risiko obesitas.

Oleh karena itu, mungkin akan lebih baik Anda memililih beras basmati cokelat untuk konsumsi nasi sehari-hari. Beras basmati bisa diolah layaknya beras biasa. Berikut adalah tips memasak yang bisa Anda coba untuk mendapatkan manfaat beras basmati:

  • Cuci beras basmati 2–3 kali dengan air dingin.
  • Rendam beras basmati selama setidaknya 15–20 menit sebelum menanak agar lebih lembut.
  • Masukkan beras basmati ke dalam panci.
  • Masukkan air dengan takaran 1,5 cangkir untuk setiap satu cangkir beras basmati.
  • Tutup panci dan masak beras basmati hingga matang.
  • Setelah matang, matikan api dan diamkan nasi basmati terlebih dahulu sekitar 5 menit sebelum disajikan.

Jika Anda ingin mengubah pola makan menjadi lebih sehat, cobalah untuk mengonsumsi beras basmati, terutama yang berwarna cokelat. Anda bisa menyantapnya dengan berbagai hidangan tambahan, layaknya menyantap nasi biasa.

Untuk memaksimalkan berbagai manfaat beras basmati, Anda juga disarankan untuk menjalani pola hidup sehat, misalnya dengan memperbanyak makan buah dan sayur, menghentikan kebiasaan merokok, serta berolahraga secara rutin.

Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, lebih baik Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter terkait konsumsi beras basmati dan jumlah asupan yang tepat, sesuai dengan kondisi Anda.

Tags: #alasan minuman berenergi dihindari saat hamil #jangan selingkuh jika tidak ingin anak gadismu diselingkuhi #manfaat beras basmati untuk kesehatan