Wanita Tanpa Tangan Ini Viral Menginspirasi, Suapi Anak Pakai Kaki

269 views


Wanita ini menginspirasi banyak orang karena di tengah kondisi fisiknya yang tidak biasa, ia tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai ibu. Inilah wanita bernama Sarah Talbi yang jadi viral karena tidak memiliki tangan, namun tetap bisa mengurus anak dan rumah tangga dengan kakinya.

Wanita 38 tahun itu terlahir tanpa bagian lengan, dan dokter tidak bisa menjelaskan tentang kondisinya tersebut. Sejak dia kecil, Sarah tidak merasa bahwa dirinya berbeda dari anak lainnya.

Dia diajarkan mandiri dengan makan, memakai baju, dan menyisir rambutnya sendiri menggunakan kakinya. Beranjak dewasa, kemampuan Sarah bertambah dia bisa memotong sayur dan buah menggunakan pisau, dan memakai makeup. Semua ia lakukan menggunakan kaki.

“Aku bisa melakukan semua yang bisa dilakukan oleh balita seusianya, hanya memaki kaki. Seiring bertambahnya usia aku bisa makan, tapi aku berjuang untuk belajar menulis,” ungkap Sarah, seperti dikutip dari Mirror.

Dan kini Sarah memiliki putri berusia dua tahun bernama Lilia. Dengan lincah, Sarah bisa mengurus Lilia dengan baik. Mulai dari memasak, menyuapi, hingga memakaikan baju Lilia.

“Aku bisa melakukan apapun dengan kakiku selama aku tidak menggunakan sepatu,” ujar wanita asal Belgia itu.

“Aku bisa menggunakan makeup, memakai baju, masak, mandi dan menjaga Lilia, aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan,” tambah Sarah.

Hadirnya Lilia, Sarah merasa hidupnya lengkapnya. Bukan tanpa tantangan, Sarah mengaku dengan keadaan disabilitasnya, dia pun belajar dari nol dalam mengurus anak.

“Aku pikir semua wanita pasti kesulitan menjadi ibu karena ini adalah perubahan besar, plus memiliki keadaan disable seperti ini. Tapi dengan keterbatasan fisik ini aku bisa beradaptasi dengan bayi,” jelas Sarah.

======

KB Steril, Cara Mencegah Kehamilan secara Permanen

Ada beragam cara untuk mencegah kehamilan, dan salah satunya adalah KB steril. Jenis KB ini cocok bagi pasangan yang sudah tidak lagi ingin memiliki keturunan karena sifatnya permanen. Untuk mengetahui lebih jauh seputar KB spiral, simak pembahasannya berikut ini.

KB steril atau sterilisasi merupakan metode paling efektif dalam mencegah kehamilan secara permanen. Ada dua jenis KB steril untuk wanita yang bisa dipilih, yaitu implan tuba (nonoperasi) dan ligasi tuba (operasi). Sedangkan untuk pria, sterilisasi bisa dilakukan melalui prosedur vasektomi.

Berbagai Jenis KB Spiral untuk Pria dan Wanita

Berikut ini adalah penjelasan tentang ketiga jenis KB spiral yang bisa Anda pertimbangkan:

Implan tuba

Implan tuba merupakan metode KB steril tanpa operasi yang dilakukan dengan cara memasukkan dua logam kecil (essure) ke tuba falopi melalui vagina dan serviks. Masing-masing tuba falopi diisi oleh satu logam.

Alat ini akan mengiritasi lapisan dalam tuba falopi dan meninggalkan bekas luka atau jaringan parut. Bekas luka ini lama-kelamaan dapat menutup tuba falopi dan mencegah sperma masuk untuk membuahi sel telur.

Tuba falopi dapat menutup dengan sempurna 3 bulan setelah prosedur ini dilakukan. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memakai alat kontrasepsi lain, seperti kondom atau pil KB, selama proses penebalan luka berlangsung.

Menurut penelitian, tingkat efektivitas implan tuba dalam mencegah kehamilan mencapai 99,8 persen. Namun, metode ini memiliki efek samping berupa mual, muntah, kram, pusing, perdarahan, atau keluar bercak darah.

Meski demikian, sebagian besar wanita sudah bisa kembali beraktivitas dengan normal setelah menjalani prosedur ini.

Ligasi tuba

Ligasi tuba dilakukan melalui prosedur operasi, yaitu dengan cara mengikat tuba falopi sehingga akan menutup jalan masuknya sperma ke tuba falopi. Prosedur ini bisa menyebabkan kemandulan permanen.

Proses penutupan tuba falopi dilakukan dengan cara memasukkan gas ke rongga perut hingga mengembang. Selanjutnya, dokter akan membuat sayatan kecil untuk menjangkau tuba falopi.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dokter untuk menutup tuba falopi, yaitu memotong dan mengikatnya, mengangkat sebagian tuba, atau memblokir saluran tuba falopi dengan perangkat medis.

Usai menjalani prosedur ligasi tuba, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, di antaranya:

Perbanyak istirahat selama beberapa hari atau setidaknya satu hari, sebelum kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Aktivitas sudah bisa berjalan normal sekitar seminggu setelah prosedur selesai dijalani.

Hindari mandi setelah menjalani operasi. Anda bisanya diperbolehkan mandi 1 atau 2 hari setelah operasi. Hindari pula menggosok atau menekan area sayatan selama seminggu.

Hindari berhubungan s*ksual sementara waktu hingga luka mulai sembuh dan Anda pun sudah mulai merasa nyaman. Namun, konsultasikan ke dokter lebih dulu karena lamanya pemulihan pascaoperasi pada setiap orang berbeda-beda.

Selain itu, vagina mungkin akan mengalami sedikit perdarahan dan perut mungkin akan terlihat membengkak akibat gas yang digunakan untuk mengembangkan perut. Namun, hal ini dapat hilang dengan sendirinya selama sehari atau lebih.

Punggung atau bahu pun akan terasa sakit akibat gas yang ada di perut. Namun, hal ini bisa hilang setelah tubuh menyerap gas tersebut.

Vasektomi

Vasektomi merupakan prosedur operasi untuk memotong atau mengikat saluran sperma guna mencegah kehamilan. Prosedur ini bertujuan untuk menghentikan sperma masuk ke dalam air mani pria.

Ini artinya ketika pria mengalami ejakulasi, air mani tidak memiliki sperma di dalamnya dan proses pembuahan sel telur pun tidak dapat terjadi.

Vasektomi hampir sepenuhnya efektif mencegah kehamilan. Meski demikian, vasektomi tidak berdampak pada kehidupan s*ksual, seperti kemampuan ereksi, ejakulasi, dan volume air mani.

Vasektomi juga tidak berpengaruh pada produksi hormon testosteron, yaitu hormon yang mengendalikan gairah s*ks, kedalaman suara pria, pertumbuhan janggut, dan ciri-ciri maskulin lainnya.

Biasanya, dibutuhkan waktu 2–4 bulan hingga air mani sama sekali tidak mengandung sperma. Oleh karena itu, dokter akan menyarankan penggunaan alat kontrasepsi lain sebelum efek KB vasektomi ini optimal.

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan KB Steril

Sebelum menjalani prosedur ini, ada baiknya bila Anda mengetahui sisi positif dan negatif KB steril, yaitu:

Sisi positif

Selain efektif dan permanen dalam mencegah kehamilan, KB steril tidak memengaruhi hormon Anda. Siklus menstruasi dan hasrat berc*nta pun tidak terpengaruh akibat KB steril. Anda juga bisa lebih rileks dan leluasa saat berhubungan s*ksual karena tidak perlu takut akan terjadinya kehamilan.

Sisi negatif

KB steril memang paling efektif dalam mencegah kehamilan. Akan tetapi, kesempatan untuk hamil tetap ada walau jarang sekali terjadi.

Kehamilan dapat terjadi ketika Anda ternyata sedang hamil saat prosedur dilakukan atau bila pemasangan implan tuba tidak dilakukan dengan baik. Jika kehamilan terjadi, risiko Anda untuk mengalami kehamilan ektopik akan lebih tinggi.

Penggunaan KB steril juga tidak mencegah Anda terkena penyakit menular s*ksual. Oleh karena itu, Anda tetap dianjurkan untuk memakai k*ndom guna mencegah penularan penyakit tersebut.

Ingat, KB steril adalah metode untuk mencegah kehamilan yang bersifat permanen. Setelah menjalani prosedur ini, Anda mungkin tidak bisa lagi memiliki keturunan. Sebagian wanita yang menjalani KB steril bisa saja menyesal, karena ada suatu hal yang membuat mereka ingin memiliki anak lagi.

Prosedur KB steril, khususnya ligasi tuba, memang bisa dipulihkan seperti semula. Namun, jangan terlalu berharap, karena tingkat keberhasilan untuk memiliki momongan akan sangat rendah. Sementara itu, perbaikan tuba falopi tidak bisa dilakukan, jika Anda menjalani tuba implan.

Pertimbangkan sematang mungkin sebelum Anda menjalani KB steril. Diskusikan kembali dengan pasangan dan pastikan Anda sudah tidak lagi berencana memiliki anak di kemudian hari. Jika bingung menentukan pilihan alat kontrasepsi yang tepat, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan.

======

Dampak Konsumsi Minuman Beralk*hol Saat Menyusui

Konsumsi minuman beralkohol saat menyusui harus Busui hindari. Pasalnya, minuman ini bisa memberikan dampak negatif selama masa menyusui, mulai dari mengganggu kelancaran proses menyusui hingga menyebabkan gangguan tumbuh kembang pada bayi.

ASI merupakan asupan penting bagi bayi untuk mendukung proses tumbuh kembangnya sekaligus melindunginya dari berbagai penyakit. Karena peranannya yang begitu penting, kualitas ASI perlu dijaga dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat untuk ibu menyusui.

Perlu diketahui, apa pun yang Busui makan dan minum selama menyusui dapat berpengaruh terhadap kualitas ASI. Jadi, sangat penting bagi Busui untuk tahu mana makanan serta minuman yang baik dikonsumsi dan mana yang harus dihindari.

Alasan Minuman Beralkohol Saat Menyusui Perlu Dihindari

Minuman beralkohol perlu Busui hindari karena bisa mengurangi kualitas ASI. Pasalnya, alkohol bisa masuk ke dalam ASI dan menetap hingga kurang lebih selama 2 sampai 3 jam. Semakin banyak jumlah alkohol yang Busui minum, maka semakin lama pula alkohol akan berada di dalam ASI.

Paparan alkohol pada ASI ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan Si Kecil dan juga memengaruhi proses Busui dalam menyusui. Berikut ini adalah penjelasannya:

Efek Minuman Beralkohol pada Bayi

Beberapa organ tubuh bayi, seperti otak, hati, dan sistem pencernaannya belum berkembang dengan sempurna. Hal ini membuat bayi lebih rentan terhadap efek samping minuman beralkohol, karena ia belum bisa mencerna zat tersebut dengan baik.

Paparan minuman beralkohol diketahui dapat menyebabkan terjadinya berbagai masalah kesehatan pada bayi, seperti keringat berlebihan, gangguan pola tidur, dan kemampuan mengisap ASI berkurang.

Penelitian juga membuktikan bahwa konsumsi ASI yang terkontaminasi alkohol dapat membuat berat badan bayi sulit bertambah, mengganggu perkembangan otak dan sistem sarafnya, serta menghambat perkembangan kognitif bayi. Hal ini juga bisa meningkatkan risiko bayi terkena sindrom Cushing.

Bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, efek alkohol pada ASI dapat menyebabkan bayi mengalami gangguan tumbuh kembang, kesulitan belajar, bahkan tingkat kecerdasan atau IQ yang rendah.

Efek Minuman Beralkohol pada Ibu Menyusui

Pada Busui, konsumsi minuman beralkohol dapat menurunkan produksi ASI, bahkan bisa membuat bayi hanya minum sekitar 20% dari jumlah ASI seharusnya. Hal ini juga dapat menganggu respons payudara Busui terhadap isapan bayi, sehingga ASI yang keluar jadi lebih sedikit.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, minuman beralkohol dapat membuat Busui mabuk. Kondisi ini bisa membuat Busui tidak fokus dalam mengurus bayi. Tidur dengan bayi dalam kondisi mabuk juga dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera atau bahkan kematian mendadak pada bayi (SIDS).

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa konsumsi minuman beralkohol saat menyusui tidak disarankan, ya. Selain minuman beralkohol, ada juga beberapa jenis makanan dan minuman lain yang perlu dibatasi saat menyusui, seperti ikan tinggi merkuri, makanan olahan, peterseli, peppermint, dan kafein.

Daripada minum minuman beralkohol, lebih baik perbanyak konsumsi makanan sehat dan minum air putih agar produksi dan kualitas ASI tetap baik. Busui juga bisa melakukan me time dengan mandi air panas, mendapatkan pijatan, atau yoga untuk membuat tubuh lebih rileks dan terhindar dari stres.

Jika Busui masih memiliki pertanyaan terkait efek konsumsi minuman beralkohol saat menyusui atau bingung menentukan jenis makanan yang baik dikonsumsi untuk menjaga kualitas ASI, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.

Tags: #dampak konsumsi alkohol bagi ibu menyusui #mencegah kehamilan secara permanen #wanita tanpa tangan suapi anak pakai kaki